Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kalo tidak salah, ka bandara kelak juga bakalan melewati daerah pantai indah kapuk (PIK). dangar2 rumornya juga bakalan dibuatkan stasiun didaerah PIK supaya penghuni kawasan PIK bisa terhubung dengan jaringan krl.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
(12-11-2010, 01:28 PM)ady_mcady Wrote: kalo tidak salah, ka bandara kelak juga bakalan melewati daerah pantai indah kapuk (PIK). dangar2 rumornya juga bakalan dibuatkan stasiun didaerah PIK supaya penghuni kawasan PIK bisa terhubung dengan jaringan krl.
Mudah-mudahan ajah jangan cuma rumor dan wacana doang.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 52
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
5
(12-11-2010, 01:28 PM)ady_mcady Wrote: kalo tidak salah, ka bandara kelak juga bakalan melewati daerah pantai indah kapuk (PIK). dangar2 rumornya juga bakalan dibuatkan stasiun didaerah PIK supaya penghuni kawasan PIK bisa terhubung dengan jaringan krl.
Ini rumor dari mana? Soalnya sumber-sumber yang saya ketahui menyatakan kalau jalur ke bandara akan ditarik dari jalur Duri-Tangerang (sekitar Poris atau Batuceper, CMIIW), dan tidak melewati daerah PIK sama sekali.
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
(12-11-2010, 02:32 PM)bintangsendja Wrote: (12-11-2010, 01:28 PM)ady_mcady Wrote: kalo tidak salah, ka bandara kelak juga bakalan melewati daerah pantai indah kapuk (PIK). dangar2 rumornya juga bakalan dibuatkan stasiun didaerah PIK supaya penghuni kawasan PIK bisa terhubung dengan jaringan krl.
Ini rumor dari mana? Soalnya sumber-sumber yang saya ketahui menyatakan kalau jalur ke bandara akan ditarik dari jalur Duri-Tangerang (sekitar Poris atau Batuceper, CMIIW), dan tidak melewati daerah PIK sama sekali.
Sepertinya susah kalau KA bersatu dengan perumahan mewah. Kalaupun ada, pasti developernya adalah RF.
Saya pernah mendengar dari humas sebuah perumahan dari kelas rumah sederhana sampai kelas atas yang memiliki wilayah luas dan banyak penghuninya. Mereka menghindar kalau areanya dilalui KA atau dekat dengan KA.
Mengapa? Humas tersebut menjawab "loh, sudah bisa beli rumah di sini, masa tidak bisa beli mobil?" 
"Masa tinggal di sini tapi kerjanya naik kereta?" 
Pengen gw  tuh orang di depan para hadirin.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
12-11-2010, 05:26 PM
(This post was last modified: 12-11-2010, 05:40 PM by ady_mcady.)
^
kalo pola pikirnya begitu, makanya banyak real estate yang menempel di lokasi jalan tol. karena para penghuninya rata2 punya mobil semua.
(12-11-2010, 02:32 PM)bintangsendja Wrote: (12-11-2010, 01:28 PM)ady_mcady Wrote: kalo tidak salah, ka bandara kelak juga bakalan melewati daerah pantai indah kapuk (PIK). dangar2 rumornya juga bakalan dibuatkan stasiun didaerah PIK supaya penghuni kawasan PIK bisa terhubung dengan jaringan krl.
Ini rumor dari mana? Soalnya sumber-sumber yang saya ketahui menyatakan kalau jalur ke bandara akan ditarik dari jalur Duri-Tangerang (sekitar Poris atau Batuceper, CMIIW), dan tidak melewati daerah PIK sama sekali.
rencana nya selalu berubah-ubah mas. pertama direncanakan lewat rel koridor tangerang sekitar kalideres, sambil membuat shortcut tanahabang-grogol disekitar roxy (termasuk stasiunnya juga).
terus diubah menyusuri tol bandara selepas stasiun angke, lewat pluit, PIK, kamal, bandara.
(11-11-2010, 08:47 PM)bagus70 Wrote: (11-11-2010, 11:40 AM)ady_mcady Wrote: @bagus70, saya cuma lihat faktanya demikian mas. dulu aeromovel ini bagus dan terawat. terakhir saya lihat kondisinya memprihatinkan. tapi memang semuanya tergantung operatornya profesional atau tidak.
Nah!
Anda sendiri juga mengakuinya bukan?
Ngapain juga mengkait-kaitkan kondisi aeromovel TMII sekarang dengan rencana LRT penghubung mall dan perumahan?
Jadi komentar anda korelasinya seperti ini: saya mau beli mobil kijang, tapi anda nyeloteh bahwa mobil kijangnya tetangga yang mirip dengan yang akan saya beli kondisinya berantakan dan tak terawat. Apa maksudnya?
Kembali ke topik.
terima kasih kritikannya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 52
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
5
(12-11-2010, 05:12 PM)spoorweg maatschappij Wrote: Saya pernah mendengar dari humas sebuah perumahan dari kelas rumah sederhana sampai kelas atas yang memiliki wilayah luas dan banyak penghuninya. Mereka menghindar kalau areanya dilalui KA atau dekat dengan KA.
Mengapa? Humas tersebut menjawab "loh, sudah bisa beli rumah di sini, masa tidak bisa beli mobil?"
"Masa tinggal di sini tapi kerjanya naik kereta?"
Sebenarnya bandingkan saja L*ppo Karawaci dengan B*mi Serpong D*mai (hehe gak mau sebut merk).
LK punya jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak.
BSD punya jalan tol Ulujami-Serpong plus kereta rel listrik
Jadinya gimana? LK relatif lebih sepi, lebih banyak rumah dan ruko yang kosong atau malah ditinggal, sementara BSD makin berkembang dan makin rame.
Bisa beli mobil, bukan berarti harus pake mobil tiap hari kan? Lah kalau kerja kantoran, jadwal sesuai jadwal KRL, ngapain tiap pagi bersesak-sesak dalam kemacetan? Mendingan naik KRL, baca koran, tau-tau udah sampai kantor, masih segar.
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Ini ada salah satu postingan di thread sebelah, oleh saya:
Quote:Walaupun tadinya saya menganggap judul thread ini terkesan konyol, tapi sebenarnya relevan dengan kenyataan KRL di Jakarta sana. Bahwa di sana ada KRL yang dianak tirikan dan dianak emaskan menunjukkan bahwa KRL gagal menjadi transportasi alternatif untuk menghindari kemacetan.
Bagaimana tidak, di KRL Jabodetabek ada segregasi kelas. Dan antara kelas satu dengan lain bagaikan bumi dan langit.
KRL ekonomi itu bagaikan pasar kumuh diatas rel dengan tarif yang sangat (maaf) tolol sekali murahnya. Masak jauh atau dekat (termasuk Jakarta-Bogor) hanya Rp 2.000an???
Sementara yang KRL ekspress AC sudah tarifnya mahal sekali, yaitu Rp 17.000an, entah jauh atau dekat, dan parahnya lagi tidak berhenti di setiap stasiun.
Kalau itu kurang, rata-rata stasiun KRL di Jakarta adalah kantung kekumuhan. Malah ada satu atau dua stasiun KRL di jalur Jakarta-Bogor yang, walaupun disekelilingnya adalah daerah mewah dan rapi, tapi stasiun itu kumuhnya minta ampun.
KAlau mau benar, namanya KA komuter (dalam hal ini KRL) harusnya:
-stasiun bersih dan steril.
-semua KA ber-AC.
-berhenti di tiap stasiun.
-harga tarif berdasar jarak, bukan kelas.
Dengan begitu KRL Jabodetabek akan berperan besar mengurangi kemacetan di Jakarta dsk.
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
15-11-2010, 10:46 AM
(This post was last modified: 15-11-2010, 10:53 AM by g10d.)
@bagus70; Memang betul gung.
Anak saya dulu waktu masih kecil kalo diajak niak KRL Ekonomi pasti gak pernah mau. Alasanya "Gak mau naik kereta bebek".
Kenapa bebek? karena pernah naik KRL Eko penuh dengan penumpang dan ada yang bawa bebek.
Maunya naik Benteng Ekspress yang adem dan bersih.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
@bintangsendja; Memang betul jauh sekali perbedaannya. Coba jika LK ada jalur kereta api pasti akan lain.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
|