Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mutasi lok CC204
(07-09-2010, 02:32 PM)Narendro Anindito Wrote:
(07-09-2010, 10:11 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(05-09-2010, 10:29 AM)asep_0907 Wrote: kabar duka bagi dipo SMC, setelah beberapa bulan mempunyai lok CC204, ternyata C410 akan balik kembali ke BD dibarter C328. alasan dikembalikan krn C410 pistonnya patah,sedangkan C411 akan milik dipo CN

Beuuh ... C0410 balik BD tapi rusak Sedih ... pigimana nih ??? Mudah-mudahan C0410 cepet sembuh ya Ngiler

mesin yg rusak mau diganti, mesinnya sudah dikirim dari GE

Berarti CC 204 bukan tipenya jalur utara ya, terbukti baru beberapa bulan sdh harus ganti spare-part. Kalo CC 20411 jadi penduduk baru CN, nanti CC 20335 kalah pamor dong (buat narik Argo Jati) Ngikik
(07-09-2010, 07:05 PM)sepur_lori Wrote: Berarti CC 204 bukan tipenya jalur utara ya, terbukti baru beberapa bulan sdh harus ganti spare-part. Kalo CC 20411 jadi penduduk baru CN, nanti CC 20335 kalah pamor dong (buat narik Argo Jati) Ngikik

lah, padahal kerja di jalur utara lebih ringal loh... minim tanjakan/turunan... lha koq malah rusak.... memang ga ada yg sempurna...Ngikik
klo kalah pamor ya Xie Xie
untuk latihan lah buat para masinis CN...hehe
(07-09-2010, 07:26 PM)Narendro Anindito Wrote:
(07-09-2010, 07:05 PM)sepur_lori Wrote: Berarti CC 204 bukan tipenya jalur utara ya, terbukti baru beberapa bulan sdh harus ganti spare-part. Kalo CC 20411 jadi penduduk baru CN, nanti CC 20335 kalah pamor dong (buat narik Argo Jati) Ngikik

lah, padahal kerja di jalur utara lebih ringan loh... minim tanjakan/turunan... lha koq malah rusak.... memang ga ada yg sempurna...Ngikik
klo kalah pamor ya Xie Xie
untuk latihan lah buat para masinis CN...hehe

Betul, ya memang itu yg aneh. Jalur utara saja minim tanjakan tapi lok sekelas CC 204 bisa rusak di daerah itu. Apa mungkin faktor daerah yg panas sehingga mesin cepat rusak (daerah pesisir), ane jg tdk tau.

Boleh juga tuh, masinis dari dipo seluruh Jawa perlu dilatih menggunakan CC 204 sehingga kalau se-waktu2 dinas dapatnya CC 204 tdk kagok Ngakak
Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.
AFAIK,CC 204 dirancang utk pegunungan,ehingga komponennya disesuaikan sedemikian rupa.Klo jln datar terus mlh bs rusak komponennya dia (CMIIW,mungkin ada teman yg bs menjelaskan lebih lanjut.)
(07-09-2010, 08:09 PM)bagus70 Wrote: Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.
Gak kebayang narik 15 K3/B ke SBI/MN via SMC selama lebaran iniNgikik
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
(07-09-2010, 08:09 PM)bagus70 Wrote: Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.

setuju mas harus bawa lebih dari 11 gerbong, kayanya C 410 di daerah panas cepet overheat ga kaya di bandung sini...
(08-09-2010, 11:00 AM)ebret_cc20191 Wrote:
(07-09-2010, 08:09 PM)bagus70 Wrote: Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.

setuju mas harus bawa lebih dari 11 gerbong, kayanya C 410 di daerah panas cepet overheat ga kaya di bandung sini...

pantesaan,sekarang CC20410 sering dines Senja utama SMT yg notabene berjalan pada malam hariBye Bye
CC20411 oh C20411Patah Hati
(07-09-2010, 08:09 PM)bagus70 Wrote: Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.

setuju ... tapi apakah kondisi track jalur utara memungkinkan untuk bawa sampai 15 gerbong (GEPERANJANG: Gerbong Penumpang Rangkaian Panjang) ... ? Xie XieXie Xie
(08-09-2010, 11:31 AM)Eko Budy Santoso Wrote:
(07-09-2010, 08:09 PM)bagus70 Wrote: Jadinya kemanakah CC204 18 sekarang? Dan kapan dia dikirim?

Menurut saya, CC204 di Semarang baru kelihatan tajinya kalau dia bisa menarik 15 gerbong penumpang sendirian di jalur datar. Kalau cuman menarik 10-11 gerbong Argo ya rasanya mubazir juga.

Dia adalah kuda beban, bukan kuda balap kaya CC203, atau BB304.

setuju ... tapi apakah kondisi track jalur utara memungkinkan untuk bawa sampai 15 gerbong (GEPERANJANG: Gerbong Penumpang Rangkaian Panjang) ... ? Xie XieXie Xie

kondisi tracknya si siap2 aja.....wong tiap hari juga selalu dlaui 19-20 PPCW yg notabene lebih berat daripada kereta penumpang.....
yang jadi masalah hanya panjang emplasemennya......

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
(08-09-2010, 10:12 AM)CC-201-23 Wrote: AFAIK,CC 204 dirancang utk pegunungan,ehingga komponennya disesuaikan sedemikian rupa.Klo jln datar terus mlh bs rusak komponennya dia (CMIIW,mungkin ada teman yg bs menjelaskan lebih lanjut.)

Walah mas, ini kok terdengar menyesatkan? Bethe
Apa logikanya?

Wong BB204 yang spesialis jalur gigi nggak masalah kalau terus-terusan dioperasikan di jalur datar.

CC204 memang jago jalur pegunungan, tapi bukan berarti "haram" untuk dioperasikan di jalur datar.

Sekali lagi CC204 itu kuda beban, bukan kuda balap. Jadi kalau urusan kecepatan dia nggak seberapa. Tapi kalau urusan beban, dia OK punya.


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)