Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
lokomotif mallet
kalau mana mallet yg beneran sama mana yg tidak , harus dilihat spesifikasi yg telah dipatenkan oleh Anatole Mallet. karena kalau bicara mallet tidak hanya membicarakan bentuk bogie saja tapi juga sistem uapnya, jadi satu paket dilihatnya.

ada 2 prinsip utama dari lokomotif mallet
pertama :
sistem bogie terlihat seperti di gambar, mempunyai 4 silinder ( 2 silinder penggerak belakang , 2 di depan ) dan hanya bogie bagian depan yg bisa berputar

[Image: 2enajqw.gif]

kedua :
memanfaatkan uap tekanan rendah

[Image: xkzmns.gif]
warna merah uap tekanan tinggi masuk silinder bagian belakang , sisa uap tekanan rendahnya yang warna biru diolah lagi untuk dipakai oleh silinder di bagian depan, sisanya dibuang lewat knalpot yg warna hijau, tentunya pengaturan uap tekanan tinggi dan rendah ini butuh sistem yg agak rumit untuk sinkronisasi buka tutup katup agar pergerakan roda bisa selaras. disini bisa dilihat ciri khas silinder bagian depan lebih besar dari silinder bagian belakang, dan ini sesuai dengan bentuk silinder yg ada pada seri CC50,CC10,dan DD52 untuk DD50/51 mohon yg punya gambarnya bisa sharing.

namun ada juga lokomotif yg sistem bogie nya memenuhi prinsip pertama mallet namun tidak mengimplementasikan prinsip kedua seperti gambar berikut

[Image: 13ynz9u.gif]
disini uap tekanan tinggi langsung di salurkan ke silinder bagian belakang dan juga bagian depan (yg gambar warna merah), dan masing masing silinder mempunyai knalpot (warna hijau). dengan begitu tidak perlu ada perbedaan ukuran silinder belakang dan depan karena fungsinya sama yaitu mengolah uap tekanan tinggi.

kalau menurut saya lokomotif disebut mallet jika mengimplementasikan 2 prinsip diatas, jika hanya salah satu saja yg dipenuhi tentu tidak bisa disebut mallet atau kalau boleh ya disebut semi mallet.

lalu apakah CC50,CC10,DD50/51/52 ini benar benar mallet , harus kita lihat spesifikasi dari pabriknya mungkin , cuman kalau dilihat fisik ukuran silinder depan belakang kuat dugaan itu mallet tapi apakah sistem bogienya hanya bisa berputar yg bagian depan ini saya yang gak tahu harus lihat dia waktu melewati belokan atau kita oprek langsung di TKP TMII/Ambarawa.

Reply
(01-09-2010, 10:04 AM)jokotingkir Wrote: kalau mana mallet yg beneran sama mana yg tidak , harus dilihat spesifikasi yg telah dipatenkan oleh Anatole Mallet. karena kalau bicara mallet tidak hanya membicarakan bentuk bogie saja tapi juga sistem uapnya, jadi satu paket dilihatnya.

ada 2 prinsip utama dari lokomotif mallet
pertama :
sistem bogie terlihat seperti di gambar, mempunyai 4 silinder ( 2 silinder penggerak belakang , 2 di depan ) dan hanya bogie bagian depan yg bisa berputar

[Image: 2enajqw.gif]

kedua :
memanfaatkan uap tekanan rendah

[Image: xkzmns.gif]
warna merah uap tekanan tinggi masuk silinder bagian belakang , sisa uap tekanan rendahnya yang warna biru diolah lagi untuk dipakai oleh silinder di bagian depan, sisanya dibuang lewat knalpot yg warna hijau, tentunya pengaturan uap tekanan tinggi dan rendah ini butuh sistem yg agak rumit untuk sinkronisasi buka tutup katup agar pergerakan roda bisa selaras. disini bisa dilihat ciri khas silinder bagian depan lebih besar dari silinder bagian belakang, dan ini sesuai dengan bentuk silinder yg ada pada seri CC50,CC10,dan DD52 untuk DD50/51 mohon yg punya gambarnya bisa sharing.

namun ada juga lokomotif yg sistem bogie nya memenuhi prinsip pertama mallet namun tidak mengimplementasikan prinsip kedua seperti gambar berikut

[Image: 13ynz9u.gif]
disini uap tekanan tinggi langsung di salurkan ke silinder bagian belakang dan juga bagian depan (yg gambar warna merah), dan masing masing silinder mempunyai knalpot (warna hijau). dengan begitu tidak perlu ada perbedaan ukuran silinder belakang dan depan karena fungsinya sama yaitu mengolah uap tekanan tinggi.

kalau menurut saya lokomotif disebut mallet jika mengimplementasikan 2 prinsip diatas, jika hanya salah satu saja yg dipenuhi tentu tidak bisa disebut mallet atau kalau boleh ya disebut semi mallet.

lalu apakah CC50,CC10,DD50/51/52 ini benar benar mallet , harus kita lihat spesifikasi dari pabriknya mungkin , cuman kalau dilihat fisik ukuran silinder depan belakang kuat dugaan itu mallet tapi apakah sistem bogienya hanya bisa berputar yg bagian depan ini saya yang gak tahu harus lihat dia waktu melewati belokan atau kita oprek langsung di TKP TMII/Ambarawa.

untuk CC10 saya kurrang tahu tapi kemungkinan boggie depan bergerak, dan untuk Cc50 dan DDseries boggie depan bergerak dan boggie belakang rigid.karena lok2 tersebut beroperasi didaerah pegunungan dan banyak belokan sehingga selain bertenaga tetapi juga bisa bergerak lebih baik
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
kalau yang ini sepertinya masuk golongan mallet juga lagi di buka cassing nya


[Image: 20100901143927_Copy_of_g31_4c7e032ff1e27.gif]

[Image: overstappen.png]
on the track

[Image: 20100901144701_Copy_of_g34_4c7e04f5b1a68.gif]
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
Sekedar info, Uni Soviet juga pernah membuat lokomotif mallet sendiri yaitu kelas P34 2-6-6-2 dan P38 2-8-8-4 yg dibuat oleh Kolomna Locomotive Works. Termasuk sukses dioperasikan tapi tdk bertahan lama karena tdk lama kemudian CC-PKUS menyetop produksi lok uap dan diganti dgn lok diesel... Sedih
Reply
oow berarti lok mallet itu yg huruf depannya [CC/DD/BB] dobel yah.'
misal CC5012 atau DD1021
kalo C5021/D1021 itu bukan lok mallet yah?
Reply
Sepertinya paten dari Anatole Mallet memang menyatakan bahwa lokomotif Mallet memiliki perangkat penggerak belakang yang rigid dan perangkat penggerak depan yang bisa bergerak mengikuti kurva rel.

Petikan dari Wikipedia:
[In the Mallet locomotive, there are two powered trucks. The rear is rigidly attached to the main body and boiler of the locomotive, while the front powered (◣_◢)┌∩┐ is attached to the rear by a hinge, so that it may swing from side to side. The front end of the boiler rests upon a sliding bearing on the swinging front (◣_◢)┌∩┐.]

Sedangkan lokomotif Meyer memang memiliki 2 perangkat penggerak (depan dan belakang) yang duduk di bogie dan bisa berayun mengikuti kurva rel.

Petikan dari Wikipedia:
[No wheels are rigidly affixed to the boiler, all are mounted on bogies placed directly under the boiler/cab unit (comparable with a modern diesel or electric locomotive). This compares with a Mallet, where the rear set of wheels are attached to the frame, and only the front set swivels as a bogie.]

Gambar2nya sudah ada di posting2 sebelumnya. Paling2 yang membedakan Mallet dengan articulated locomotive dengan simple expansion ya itu tadi, distribusi uap ke silinder2nya.

Omong2 ada yang pernah lihat gambar Mallet dengan triple expansion (3 perangkat penggerak? Berikut saya sertakan linknya di Wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/2-8-8-8-2

Mudah2an posting ini tidak menjadi pengulangan dari posting sebelumnya dan bisa berkenan bagi rekan2 semua.
Terima kasih.


Wassalam
Ade
Reply
Nambah lagi lok Mallet-nya Uni Soviet, P34 dan P38

P34-0001 (Kolomna 2-6-6-2)

[Image: p34-0001.jpg]

P38-0001 (Kolomna 2-8-8-4)

[Image: p38_1.jpg]

P38-0002 (Kolomna 2-8-8-4)

[Image: p38_2.jpg]

Pd P38 bedanya cuma pd bentuknya saja, tapi performa tetap sama
Sumber
Reply
(26-09-2010, 03:56 PM)sepur_lori Wrote: P38-0001 (Kolomna 2-8-8-4)

[Image: p38_1.jpg]

itu bagian terdepan atas itu smokedeflector?
koq bentuknya aneh ya?Bingung
Reply
(27-09-2010, 10:55 PM)Narendro Anindito Wrote:
(26-09-2010, 03:56 PM)sepur_lori Wrote: P38-0001 (Kolomna 2-8-8-4)

[Image: p38_1.jpg]

itu bagian terdepan atas itu smokedeflector?
koq bentuknya aneh ya?Bingung

Betul itu P38-0001 punya smoke deflector yg bentuknya rada aneh. Di bawah adl rancang bangunnya P38-0001

[Image: 800px-Parovoz_38_razmeri.jpg]
Reply
(28-08-2010, 04:46 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote:
(24-08-2010, 03:17 PM)sepur_lori Wrote:
DT lok uap CC 10 menarik KA barang (cara lama sblm digantikan lok mallet kelas DD)

[Image: scan106em9.jpg]

Wagen der Niederländisch-Indischen Bahnen (VI) (m10B)

Itu dimana yah??? Bingung

Kok baru liat ada jembatan sepur yang kayak gitu?

Kalo ga salah itu loko SS500 (CC10) yang memang buat di Hindia-Belanda (Indonesia Jadul) yang lagi ditest drive di negara daerah Eropa... makanya jembatannya unik/aneh karena memang ini bukan di Indonesia... Tersenyuum CMIIW
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)