Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Toalet terpanjang di Indonesia
#61
(31-08-2010, 09:07 AM)bonbon Wrote: Sip2...mudah2an KA lainnya menyusul...daya tampungya brp ton yah Big Grin
Bisa ga tuh nanti di jadikan biogas, jd KM ga perlu lagi beli LPG dari Pertamina

Tepuk Tangan


[Image: overstappen.png]
(31-08-2010, 09:07 AM)bonbon Wrote: Sip2...mudah2an KA lainnya menyusul...daya tampungya brp ton yah Big Grin
Bisa ga tuh nanti di jadikan biogas, jd KM ga perlu lagi beli LPG dari Pertamina

Tepuk Tangan

Ane setujuu!! Kado


[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#62
(31-08-2010, 09:07 AM)bonbon Wrote: Sip2...mudah2an KA lainnya menyusul...daya tampungya brp ton yah Big Grin
Bisa ga tuh nanti di jadikan biogas, jd KM ga perlu lagi beli LPG dari Pertamina

Bisa, tinggal ditampung dan diberi mikroorganisme.
Di Cina juga sudah dimanfaatkan untuk memasak.
Reply
#63
Thread ini lucu juga ya Ngikik

semua kembali pada perilaku penumpang kalo menggunakan wc 'keluar dan jatuh'..

saya pernah liat tu ranjau gede di peron CN. Tadinya mau makan jadi kurang berselera Sakit Bethe

kalo buat bahan bakar alternatif boleh juga. Ga cuma buat Reska aja tapi bisa buat listrik juga. Ya walaupun ga seberapa Xie Xie
Reply
#64
Quote:Aduuuhhh... Kasian PT. KAI-nya dong kalo mesti mbikin sistem pembuangan limbah segala... sekarang aja sering minus, palagi dtambah operasional sistem pembuangan limbah...New_sedihtisue

Kaya'nya mang yang paling bagus tuh WC cemplung... bisa buat pupuk alami juga kan di sekitar daerah bantaran rel...

Wah mas, itu udah menjadi tanggung jawab perusahaan lah, kenapa musti kasian. Lagipula kata siapa kotoran manusia itu bisa jadi pupuk alami? Kotoran manusia tidak otomatis menjadi pupuk alami tanpa pengolahan, karena kotoran manusia mengandung bakteri e-coli yang mencemari air tanah. Bakteri ini yang menjadi sumber penyakit diare. Dan jangan salah, diare adalah salah satu penyakit mematikan. Sekarang hampr 70 juta orang Indonesia masih BAB sembarangan (di sawah, kebon, sungai, dll). Masa iya kita mau ikut berkontribusi mencemari lingkungan gara2 BAB di kereta yang toiletnya cemplung begitu.

Saya salut sama langkah awal PTKA buat bikin toilet baru ini. Semoga semua armadanya segera dilengkapi dengan toilet berpenampungan. Dan semoga kotoran2 dari penampungan itu gak dibuang sembarangan, tapi tetep diolah -atleast masuk septictank atau diangkut ke IPLT setibanya di setasiun akhir.
Reply
#65
Ada info bagus nih tmn2. baru baca d salah satu situs.

[spoiler]PT KA Luncurkan Kereta Bebas Tinja
Senin, 13 September 2010 | 10:54 WIB
Besar Kecil Normal
foto

Kereta Khusus Wanita. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kereta api di Indonesia sebentar lagi akan tampak lebih ramah lingkungan. Setidaknya, tidak akan ada lagi kereta api yang membuang tinja sembarangan di sepanjang jalur rel.

Saat ini PT KA telah mulai merintis pemakaian kereta api yang memiliki WC atau toilet yang dilengkapi bak penampungan sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke jalur rel kereta. Bukan hanya itu, bak penampung juga akan diisi dengan mikroba sebagai bahan penghancur dan penetralisasi kotoran.

Mikroba akan mengubah kotoran di bak penampung itu menjadi air, sehingga saat dibuang tidak lagi berbentuk kotoran tapi air yang tidak mencemari lingkungan, sedangkan bagian padatnya nanti bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. "Setiap tiga bulan sekali bak penampung akan diganti," kata Kepala Humas PT Kereta Api (Persero) Pusat, Sugeng Priyono saat dihubungi Tempo, Senin (13/9).

Kereta api pertama yang memiliki toilet dengan teknologi pengolahan kotoran itu adalah Kereta Api Argo Lawu, jurusan Jakarta-Solo yang baru dilucurkan Ahad (12/9) malam. "Baru tadi malam, sekitar pukul 21.05 WIB, diresmikan dan langsung dipergunakan untuk kereta tambahan angkutan penumpang di arus balik," kata Sugeng.

Kereta Api Argo Lawu yang merupakan kereta kelas Eksekutif itu terdiri dari 8 gerbong kereta api. Setiap satu gerbong memiliki kapasitas 50 orang penumpang, sehingga total kapasitas seluruh gerbong mencapai 400 orang. Keseluruhan gerbong kereta itu adalah produksi dalam negeri.

"Diproduksi oleh PT INKA (PT Industri Kereta Api) pada 2010 ini, termasuk teknologi toilet pengolah kotoran juga produksi INKA," ujarnya.

Menurut Sugeng, langkah pembuatan toilet berteknologi pengolah kotoran itu merupakan salah satu wujud komitmen PT KA untuk memberikan layanan lebih baik. Diharapkan nanti seluruh kereta api mulai dari kelas eksekutif hingga ekonomi akan memiliki toilet dengan teknologi tersebut.

"Seluruh kereta, termasuk kereta ekonomi kami targetkan dalam 2 tahun ke depan sudah bisa memiliki toilet yang ramah lingkungan," katanya.[/spoiler]
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
#66
makanya klo lg hunting jangan dket2 KA nanti kena air pipis org yg lg pipis heheee Pisss ahhh...Pisss ahhh...
KA PURWOJAYA Lok Merah Biru PURWOKERTO BERJAYA
Reply
#67
tapi saya seneng kalau model yang lansung jatuh ke rel,,,

enak buat hajat di kereta ada seninya Ngeledek liatin rel Ngeledek
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#68
sepupu saya pernah kena air waktu liat kereta dari bawah jembatan Ngakak
saya sih curiga kalo itu air keluaran manusia Curiga Baget
Reply
#69
(03-07-2009, 02:25 PM)bonbon Wrote: Bingung Kenapa Toilet KA penumpang kalo e'ek dan pipis pembuangannya langsung ke bawah gerbong dan langsung ke rel dan ballast Big Grin

Kayaknya GoWu (Argo Lawu) Pake Tangki Disitu Ada Bahan Mikroba Untuk Menghancurkan Kotoran Manusia Lalu Hasilnya Cair Dan Ramah Lingkungan

Sumber : MKA Edisi Eh iya lupa...
Make yourself usefull to other.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)