Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalan tol mengancam potensi kereta api ?
justru pendapat pribadi yg lg dekat kekuasaan (dan banyak duit tentunya) yg diwaspadai gan, bisa jd kenyataan loch, skrg aja jd dirut PLN, tinggal selangkah lg (kalo beruntung) ancang2 jd calon menteri (mudah2an jgn ada menteri perhubungan atau pekerjaan umum yg mundur saat ini).
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(02-06-2010, 01:39 PM)CC-201-23 Wrote: Itu kan cuma pendapat pribadi,ngapain perlu marah2 segala.

Kalo anda seorang RF ya pasti pantas marah dengan pernyataan dirinya.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Paling juga ntar jalan tol gampang rusak.contohnya tol cipularang pas baru dibangun th 2005 langsung longsor Ngakak
<a href="http://www.totalleh.com" target="_blank"><img src="http://www.totalleh.com/beta153.gif" border="0" alt="www.totalleh.com - click to visit"></a>

Cat and train lovers
Reply
(03-06-2010, 07:50 AM)Joe_cn Wrote:
(02-06-2010, 01:39 PM)CC-201-23 Wrote: Itu kan cuma pendapat pribadi,ngapain perlu marah2 segala.

Kalo anda seorang RF ya pasti pantas marah dengan pernyataan dirinya.

yup..bkan berarti karena itu pendapat pribadi, lantas kita tidak boleh tidak setuju dngan pendapat ituXie Xie
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
Paling ntar tol trans-jawa gak bakal selesai :hNgakaka ha ha: kok di Blog tulisannya PTKIA sih?Bingung
[Image: overstappen.png]
Paling ntar tol trans-jawa gak bakal selesai :hNgakaka ha ha: kok di Blog tulisannya PTKIA sih?Bingung
<a href="http://www.totalleh.com" target="_blank"><img src="http://www.totalleh.com/beta153.gif" border="0" alt="www.totalleh.com - click to visit"></a>

Cat and train lovers
Reply
(06-06-2010, 05:54 PM)rizqi.gusni Wrote: Paling ntar tol trans-jawa gak bakal selesai :hNgakaka ha ha: kok di Blog tulisannya PTKIA sih?Bingung
[Image: overstappen.png]
Paling ntar tol trans-jawa gak bakal selesai :hNgakaka ha ha: kok di Blog tulisannya PTKIA sih?Bingung

Iya dalam penulisan aja uda salah kaprah koq berani2nya ngasih pendapat.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
jalan tol trans jawa pasti jadi. hanya masalah waktu saja. lagipula ini juga proyek negara dalam bidang infrastruktur.

yang penting rel ka jakarta-surabaya tidak bakalan di cabut sesuai keinginan pak DI.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(07-06-2010, 08:47 AM)ady_mcady Wrote: jalan tol trans jawa pasti jadi. hanya masalah waktu saja. lagipula ini juga proyek negara dalam bidang infrastruktur.

yang penting rel ka jakarta-surabaya tidak bakalan di cabut sesuai keinginan pak DI.

yang pasti semuanya itu tidak akan pernha terjadi walaw bagaimana juga.
Yang namanya KA itu mendukung transportasi yang laen bukan memusnahkan.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
silahkan aja tol jadiin sepuas2nya, tambah polusi, tambah macet, tambah sengsara... dasar manusia kok maruk banget...
mending hemat lahan, buat kereta api... polusi yang ditmbulkan rasionya 1 lok = 20 mobil, kalo jalan tol sepanjang 100 Km diisi lebih dari 1000an mobil per hari, wah kalah tingkat polusi kereta kita, lebih banyak polusi mobil... yang terpenting, satu kereta banyak muatan daripada mobil... hemat lahan... hemat lahan...

[Image: kaatapcopy.jpg]

( Shizier...089671371636 )
Jurig Argo Wilis

Reply
Tapi ada juga yang peduli dengan jalan kereta api dibandingkan jalan tol. Contohnya Beliau ini:

Quote:Optimalisasi Rel KA Lebih Efektif Dibanding Tol

Senin, 15 Maret 2010 16:12 WIB

[Image: relganda-160609.jpg]
Semarang (ANTARA News) - Pakar Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, optimalisasi kembali jaringan rel kereta api yang sekarang "mati suri" jauh lebih efektif dibanding membangun banyak jalan tol di Jawa Tengah.

"Potensi jaringan rel kereta api ini cukup besar, terutama untuk angkutan barang," kata Djoko dalam diskusi terbatas yang digelar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, di Semarang, Senin.

Menurut dia, membuka jaringan rel yang mati ini jauh lebih murah jika dibanding membangun jalan tol yang membutuhkan biaya besar serta menyebabkan alih fungsi lahan pertanian cukup besar di provinsi ini.

Ia menjelaskan, jaringan rel yang dibangun Belanda pada masa lalu, hingga saat ini masih ada dan dapat difungsikan kembali.

Ia mengungkapkan, jaringan rel ini menghubungkan seluruh wilayah di Pulau Jawa, kecuali wilayah Salatiga dan Pacitan.

Secara keseluruhan, kata dia, jaringan rel kereta api di Pulau Jawa mencapai panjang 1.130 kilometer dan baru sekitar 502 kilometer di antaranya saja yang beroperasi.

"Jaringan rel yang saat ini digunakan oleh masyarakat dalam status pinjam kepada pemerintah," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika jaringan rel kereta api ini akan dihidupkan kembali, pemerintah tidak perlu melakukan pengadaan lahan, namun cukup dengan menertibkan masyarakat yang tinggal di jaringan rel tersebut.

Menurut dia, pembangunan kembali jaringan kembali rel kereta api ini akan mempermudah distribusi angkutan barang, jika dibanding menggunakan angkutan jalan raya.

Ia mencontohkan, distribusi batu bara atau minyak dengan kapasitas besar akan menyebabkan jalan raya lebih cepat rusak.

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan menghidupkan kembali jalur kereta yang sudah lama mati ini, pemerintah sesungguhnya tidak perlu membangun jalan tol yang membutuhkan biaya tinggi dan mengancam keberadaan lahan pertanian.

"Untuk membangun satu kilometer jalan tol, butuh biaya sekitar Rp80-90 miliar, sementara untuk menghidupkan kembali jaringan rel yang mati hanya akan membutuhkan sekitar Rp10 miliar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah pusat juga telah menyatakan kesanggupannya untuk mengucurkan anggaran untuk penghidupan kembali jalur rel yang mati ini.

Sementara itu, anggota Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DPRD Jawa Tengah M. Haris mengatakan, pihaknya memperhatikan masukan untuk menghidupkan kembali jaringan rel kereta api ini.

Bahkan, lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, pembahasan tentang rel kereta yang "mati suri" ini juga sudah masuk dalam draf pembahasan rencana tata ruang.

"Rencana tata ruang ini berlaku hingga 25 tahun ke depan, namun untuk menghidupkan kembali jalur kereta yang mati ini tentunya tidak perlu menunggu bertahun-tahun," katanya.

(T.I021/S026)

Sumber: Antara News

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)