Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prihatin dengan K3...
#1
setelah beberapa kali naik K3 Jaman sekarang seperti GBMS,progo,bengawan,kutojaya,tawang jaya, saya merasa prihatin dengan kondisi kenyamanan di K3 Sakit
,kenapa PT KA tidak membatasi tiket yg di jual,tujuannya supaya penumpang itu nyaman selama perjalanan, tidak umpel2an dan tidak ada pedagang asongan wara-wiri mulai dari st pemberangkatan sampai st akhir....
saya kl naik K3 kadang suka nyengkat kaki pedagang asongan, udah tau kondisi kereta penuh sesak malah masuk...Batu Bata

yuuuk diskusikan bersama....
Tersenyuum

Reply
#2
PT KA suka aji mumpung ... sering memanfaatkan momen ... seperti lebaran dan Week End untuk mencari keuntungan sebanyak-banyak dari penumpang K3 dengan menanggalkan SE-JAUH-JAUHNYA aspek kenyamanan, sudah tahu KA penuh full ... tiket tetap dijual ... penumpang disuruh umpel-umpelan bak pepes ikan ... adanya K3 tambahan/fakultatif ... tetap saja tak memadai ...
Reply
#3
Inilah gambaran dari PT KA yang hanya memandang sebelah mata k3. Pernah kejadian di sbi.. Kalau ndak salah kejadian tanggal 2 april 2010. Sore hari jam 13.30 saya pergi ke surabaya dengan naik krd bojonegoro sbi dengan loko BB30118. Loko mulai bermasalah ketika memasuki stasiun lamongan . Akhirnya krd masuk di sepur belok untuk bersilang dengan rajawali. Dari sini loko simbah BB301 di paksakan jalan dengan kecepatan 30km/jam mulai stasiun lamongan hingga stasiun cerme yang berjarak sekitar 27km. Bisa di bayangkan waktu yang di tempuh hampir 2jam. Akhirnya sang BB30118 wassalam. Setelah memaksakan sisa sisa tenaganya. Sang masinis dan stroker berusaha memperbaiki loko hampir 1jam lebih tapi apa daya sang loko tetap gak mau hidup mesinnya.akhirnya datang LOKPEN dari SBI. Akhirnya krd berjalan lagi dari stasiun cerme jam 17.15. Nyampe sbi jam 18.20. Weleh2 babat surabaya di tempuh 5jam. Setelah nyampe sbi para penumpang yang mau ke babat sudah menumpuk di stasiun sbi. Padahal jadwal krd ini berangkat dari sbi menuju babat jam 16.30. Harusnya kereta segera di berangkatkan kembali setelah sembrani jalan.tapi apa daya kereta harus menunggu loko di perbaiki dulu padahal waktu itu ada 4 loko CC DI DIPO SBI. Maaf saya agak kasar bicara inilah kurang ajarnya pt ka. Mereka tega dan rela membuat sengsara para penumpang krd. Mereka harus keleleran di SBI hingga jam 22.10 menit. Buat penumpang pria gak masalah karena banyak kereta barang yang mau ke barat tapi kalau ibu ibu wanita dan anak anak mereka sampai keleleran di sbi hingga jam 10malam dan akhirnya krd jalan nyampe babat jam 24.00.
Reply
#4
Maklum lah K3 kan sperti anak tiri di negeri sndiri tp sbnrnya mnghasilkan bayak pemasukan buat PT. KA
Reply
#5
Yang jadi biang kerok k3 kayak gini ini pt ka. Soalnya k3 adalah pemasok terbesar pendapatan tapi habis buat perawatan k1. Wakakakakakakakakakak
Reply
#6
betul, malah bisa ngalahin pendapatan k2, apalagi k1 yg harus full perawatan teknis, yg k3 kaca bolong/pecah aje dicuekin sampe lama, biar kata di kompalin sampe mulut berbusa, sabodo teuing...
gw yakin tuh pendapatan k3 malah ngesubsidi k1
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#7
wah, biaya perawatan K3 = 0 ya? alias tidak dirawat, jadinya untung.

soal jumlah penunmpang, kalau di tanah abang, kereta bengawan kadang diumumkan tiket tidak dijual lagi karena sudah melebihi kapasitas. Padahal belum penuh-penuh amat tuh.
Reply
#8
K3 punya nya KA Tegal Arum juga over penumpangnya...............Ngambek
tapi kayaknya PT.KAI itu bukan "melayani penumpang" tapi lebih mengarah ke "mengantar penumpang" Pisss ahhh...
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#9
Nampak mereka para pejabat dephub atau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan pola pikir atau slogan khas penumpang K3 yg simple n' nggak ribet juga ngga terlalu banyak menuntut yaitu "Yg penting sampai ditujuan dgn selamat".
Pembeda kelas ini bukannya dari jaman belanda dah diterapin yah, kenapa sekarang msh di pakai ? apalagi sampai komuter jg di kelas²in gitu
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#10
Saya pribadi juga tiap hari naik kertajaya dan krd babat sore hari. Saya memang gak menuntut terlalu muluk muluk asal penumpang gak berdiri dan tidur di toilet dan bordes itu saja saya sudah bersyukur. Beda pada jaman perumka yang mana jumlah k3 lebih banyak dari pada k1/k2. Saya ambil contoh: jalur sby-jkt waktu itu punya 3k3di jalur utara dan 1k3 di jalur selatan. Pada waktu itu okupansinya 100%GBMU,KERTAJAYA,PARCEL dan 150%untuk okupansi GBMS. Setelah berubah jadi PT KA. semua di merger jadi 1k3 di jalur utara ini yang bikin penumpang overload.soalnya dalam pemikiran PT KA mengapa kami menjalankan 3kereta kalau 1kereta saja hasil yang di peroleh sama. Contoh dulu GBMU FORMASINYA BB203+7K3+1KMP LALU KERTAJAYA BB203+9K3+1KMP DAN PARCEL CC201+8B+2K3 akhirnya di merger jadi kertajaya CC201+11K3+1KMP akhirnya overload 200%. Ini kan akhirnya keuntungan yang besar dengan biaya operasional cuma 1kereta yang jalan.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)