Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar -Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH)
#61
udah ada trit yang semacam ini....
di lebur aja om momod...!

[Image: 5992533437_d244d656ea.jpg]
#62
mark_hopuus Wrote:Mari berhitung. Asumsikan 1 USD = 10.000 IDR.
400 juta USD = 400 juta x 10.000 = 4.000.000 juta IDR alias Rp 4 T/tahun. Ini hitung2an yg keliatan super duper optimis. Optimis itu boleh2 saja, tapi ini mah kelewat mimpi. Pendapatan PT KA (gabungan seluruh DAOP di seluruh Indonesia) tahun 2007 aja dibawah Rp 4 T. Proyek mimpi siang bolong ini menargetkan Rp 4 T hanya dari satu koridor JKT-CRB-BDG? PT KA panjang jalurnya 4000-an km cing, apa yg bisa diharapkan dari proyek mimpi dengan jalur 350an km?? Bangun ah...!

jangan salah bro....
pendapatan PTKA sebesar 1 trilyun itu dihasilkan dari trayek yang hanya menempuh jarak gak sampe 500 KM. dimanakah itu? anda tau lah...
SUMSEL....
jadi pendapatan segitu sih ane rasa mungkin2 aja...
siapa juga yang gak mau jakarta bandung 1 jam... Wek
yang jadi masalah cuma...
KAPAN INI TEREALISASI.... :p
#63
(09-12-2009, 07:47 PM)big bro Wrote:
mark_hopuus Wrote:Mari berhitung. Asumsikan 1 USD = 10.000 IDR.
400 juta USD = 400 juta x 10.000 = 4.000.000 juta IDR alias Rp 4 T/tahun. Ini hitung2an yg keliatan super duper optimis. Optimis itu boleh2 saja, tapi ini mah kelewat mimpi. Pendapatan PT KA (gabungan seluruh DAOP di seluruh Indonesia) tahun 2007 aja dibawah Rp 4 T. Proyek mimpi siang bolong ini menargetkan Rp 4 T hanya dari satu koridor JKT-CRB-BDG? PT KA panjang jalurnya 4000-an km cing, apa yg bisa diharapkan dari proyek mimpi dengan jalur 350an km?? Bangun ah...!

jangan salah bro....
pendapatan PTKA sebesar 1 trilyun itu dihasilkan dari trayek yang hanya menempuh jarak gak sampe 500 KM. dimanakah itu? anda tau lah...
SUMSEL....
jadi pendapatan segitu sih ane rasa mungkin2 aja...
siapa juga yang gak mau jakarta bandung 1 jam... Wek
yang jadi masalah cuma...
KAPAN INI TEREALISASI.... :p

Top Banget

#64
kalau dananya lancar, bisa nggak selesai dalam dua tahun?
#65
(15-12-2009, 09:18 AM)m_ilhami Wrote: kalau dananya lancar, bisa nggak selesai dalam dua tahun?

gw rasa bisa, msh banyak manusia2 Indonesia yang tangguh. Tentunya di tunjang peralatan yg canggih.
OOT
Gw pernah numpang nonton tipi kabel, kalo ngga salah discovery, pembangunan rel KA supercepat untuk TGV di perancis, dari mulai perataan tanah hingga pemasangan rel serta pengetesannya, ternyata hanya menggunakan SDM yg sangat sedikit danwaktu yg relatif singkat. Memang sih kontur tanahnya berbeda juga peralatanya yang canggih banget
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
#66
(15-12-2009, 09:54 AM)bonbon Wrote: gw rasa bisa, msh banyak manusia2 Indonesia yang tangguh. Tentunya di tunjang peralatan yg canggih.
OOT
Gw pernah numpang nonton tipi kabel, kalo ngga salah discovery, pembangunan rel KA supercepat untuk TGV di perancis, dari mulai perataan tanah hingga pemasangan rel serta pengetesannya, ternyata hanya menggunakan SDM yg sangat sedikit danwaktu yg relatif singkat. Memang sih kontur tanahnya berbeda juga peralatanya yang canggih banget

jangan lupa kang....
rel kereta qinghai-tibet sepanjang 1000km lebih yang selesai dibangun kurang dari 7 tahun... Tersenyuum
#67
Kayaknya sih gue agak pesimis sama proyek ini. Malaysia aja gak pernah bikin KA jarak jauh semodel gini, gimana mau jadi investor di Indonesia.
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
#68
(17-12-2009, 09:45 AM)adhitka Wrote: Kayaknya sih gue agak pesimis sama proyek ini. Malaysia aja gak pernah bikin KA jarak jauh semodel gini, gimana mau jadi investor di Indonesia.

ini patungan loh, jadi bisa aje si malay cuman modal duitnye doang
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
#69
Bikin jalur baru nih ??????
Jalur selatan my favorite !!!!!! Gaya Gua
#70
Bandung - Sejarah baru akan diukir Indonesia. Tidak lama lagi Indonesia akan memiliki kereta supercepat yang akan mengambil rute Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 KM. Memorandum of Agreement (MoA) tentang proyek bernilai US$ 3 miliar ini telah ditandatangani di Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Bila impian ini jadi kenyataan, maka Indonesia atau Jawa Barat akan tercatat dalam sejarah menjadi tempat pertama di dunia bagi beroperasinya moda transportasi yang super canggih ini. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (6/1/2010), KJRI Los Angeles memenuhi undangan CAEDZ (The Eco Synesis Group) pada tanggal 4 Januari 2010 di Los Angeles untuk menyaksikan penandatangan MoA beberapa konsorsium perusahaan di AS untuk Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH). KJRI Los Angeles diwakili oleh Konsul Ekonomi Edi Suharto dan Pejabat Promosi Investasi Los Angeles, Heldy S. Putera.

Penandatangan MoA proyek US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 km tersebut merupakan penandatanganan lanjutan dari penandatanganan awal yang dilakukan oleh beberapa konsorsium di Kuala Lumpur tanggal 1 Desember 2009.

Hadir dalam kesempatan acara yang difasilitasi oleh CAEDZ tersebut 20 orang pengusaha dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium seperti Aqua PhyD (California), Inc, McGladrey & Pullen (California), The Interstate Traveller Company LLC (Detroit) dan Copernicus International (California). eCompass Group diharapkan akan menandatangani MoA hari selanjutnya yakni tanggal 5 Januari 2010.

Dengan penandatanganan MoA tersebut, seluruh konsorsium yang terdiri dari 15 perusahaan telah menandatangani MoA dimaksud. Kelima belas perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut terdiri dari Aon Risk Service Inc, Aqua-PhyD Inc, Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen+Beraten, Pembinaan Aktif Gemilang, The Interstate Traveller Company, dan Tum Geotechnical Research.

Menurut Marjorie Hoeh, Director for Investment, Finance and Business Development CAEDZ, proyek tersebut merupakan salah satu proyek dari sejumlah proyek Pembangunan Koridor Ekonomi Jawa Barat yang mencakup wilayah Bandung, Sumedang, Majalengka dan Cirebon atau seluas 7.200 km2 atau kurang lebih seluas Silicon Valley di California (6,539 km2). Keseluruhan proyek yang bernilai US$ 500 miliar tersebut di dalamnya termasuk rencana pembuatan Lapangan Terbang Internasional di Kertajati, Majalengka dan pembangunan serta pengembangan Pelabuhan laut Internasional di Cirebon.

Terkait time table Proyek H2RSH, Marjorie Hoeh menyampaikan bahwa feasibility study proyek tersebut akan mulai dilakukan pada tanggal 11 Januari 2010 yang akan berlangsung selama 90 hari. Setelah itu bila diputuskan feasible, proyek akan mulai dikerjakan dan dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun kereta super cepat tersebut sudah akan mulai beroperasi.

"Bila time table ini berjalan sesuai perencanaan, maka Jawa Barat atau Indonesia akan tercatat dalam sejarah menjadi tempat pertama di dunia bagi beroperasinya moda transportasi yang super canggih ini," kata Edi Suharto.

Menurut Edi, dalam tayangan video digambarkan bagaimana moda transportasi modern tersebut beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles).

H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain. Luar biasa!
Detik.com

Semoga bukan wacana[/quote]


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)