Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Stasiun Gambir
#91
Saya sih sangat setuju dengan ide ini, tapi apa masih ada lahan yang bisa dipake untuk lebarin area Tasyun GMR (dibikin layang tentunya)

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#92
Seharusnya jalur KRL dengan KA jarak jauh harus dipisah tetapi gmana ya? Kayaknya itu butuh biaya besar banget dehh!!
Reply
#93
jalur ini bisa ditambah kalau ada biaya, khan halaman Gambir masih luas ya kiri tambah 1 sepur kanan tambah 1 atau 2 (parkiran motor+Damri)

Reply
#94
Menurut saya, lebih baik ditambah 1 track dikanan dan kiri stasiun yang hanya berfungsi untuk jalur langsir.., ga usah bikin bikin platform tambahan.., jadi pelebaran stasiun ga terlalu banyak..,
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#95
menurut pendapatku sbgai orang awam lebih baik st.gambir dijadikan stasiun transit saja..jadi ka terus ke jakk jadi 4 jalur yg ad walaupun terisi tdk memakan waktu lama..misal ka bandung tujuan akhirnya di jakk yg memiliki 12 jalur dan andaikan penuh rangkaian bisa disimpan di jak.gudang/manggarai..
Reply
#96
Gambir tambah 2 jalur aje disisi kanan arah JAKK (areal parkir taxi/damri) khusus KRL komuter sampai diluar batas langsiran loko arah MRI & JAKK, jd KRL ga keganggu langsiran
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#97
dengan canggihnya teknologo, sangat mungkin ditambah jalur lagi. sebelum melakukan itu harus dibenahi dl jadwal-jadwal yg amburadul shg bs hemat uang.
Keep Fighting Never Give
Reply
#98
Kalau menurut aku pribadi, nampaknya kurang setuju dengan mas Kurnianto. Karena stasiun Jakarta Kota ada beberapa kendala ;
Sisi negatif :
1. Sisi utara yang cukup luas bisa dibanjirin angkutan umum yang bikin semrawut arus lalin kendaraan bermotor. Di sisi selatannya aja buat para pejalan kaki masih sangat sempit. Ditambah Mikrolet2 yang ngetem gak karuan dg suara sumbang para kenek Mikrolet yang 1/2 memaksa kita utk masuk ke dalam Mikrolet dan sebangsanya.
2. Kalau pengandaian rangkaian KA Argo juga termasuk yang mengakhiri dan mengawai perjalanan, tentu akan memadatkan arus perjalanan KA. Karena begitu bentang rel ke arah Tj. Priok dihidupin nanti, maka perjalanan KA bakal jadi 4 arah. Tentu jadi crowded.
3. Tentu saja maslaha penodongan. Bayangin aja, 1 KRL Ekonomi tiba dari arah Bekasi, terus dateng pula dari arah Manggarai semisal KA Argo Muria. Semua sama2 keluar dan menuju pintu keluar. Bentrok dg keduanya, pasti ada aja beberapa penumpang yang kecopetan.

Sisi positif :
1. Palingan kebersihan tetap terjaga. Karena tiap sudut sudah dijaga para petugas kebersihan.
2. Kalau lagi bokek bisa mampir ke beberapa ATM dan lagi ada juga Yomart sebagai satu2nya mini market yang ada.
3. Takut tergiur dg belanjaan yang melimpah di Yomart? Kita bisa cukup mampir ke SPG / Kadang juga laki2 sih... yang jaga kulkas mesin utk beli minuman botol plastik. Kalau di negara2 maju tentu dg masukin koin, teken tombol semisal Fanta, maka si kaleng Fanta terjun ke bawah. Siap kita ambil. Kalau di sini... gak dijaga SPG pula... bisa bablas diambil maling deh...

Reply
#99
Waktu ada thread soal proyek DDT Manggarai - Cikarang, saya pertanyakan ke om momod kenapa sampai Manggari. Sebaiknya (menurut saya pribadi) :

Cikarang - Jatinegara = DDT
Jatinegara - Manggarai = DT
Manggarai - Beos = DDT
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
(10-11-2009, 03:17 PM)Dana Komuter Wrote: Kalau menurut aku pribadi, nampaknya kurang setuju dengan mas Kurnianto. Karena stasiun Jakarta Kota ada beberapa kendala ;
Sisi negatif :
1. Sisi utara yang cukup luas bisa dibanjirin angkutan umum yang bikin semrawut arus lalin kendaraan bermotor. Di sisi selatannya aja buat para pejalan kaki masih sangat sempit. Ditambah Mikrolet2 yang ngetem gak karuan dg suara sumbang para kenek Mikrolet yang 1/2 memaksa kita utk masuk ke dalam Mikrolet dan sebangsanya.
2. Kalau pengandaian rangkaian KA Argo juga termasuk yang mengakhiri dan mengawai perjalanan, tentu akan memadatkan arus perjalanan KA. Karena begitu bentang rel ke arah Tj. Priok dihidupin nanti, maka perjalanan KA bakal jadi 4 arah. Tentu jadi crowded.
3. Tentu saja maslaha penodongan. Bayangin aja, 1 KRL Ekonomi tiba dari arah Bekasi, terus dateng pula dari arah Manggarai semisal KA Argo Muria. Semua sama2 keluar dan menuju pintu keluar. Bentrok dg keduanya, pasti ada aja beberapa penumpang yang kecopetan.

Sisi positif :
1. Palingan kebersihan tetap terjaga. Karena tiap sudut sudah dijaga para petugas kebersihan.
2. Kalau lagi bokek bisa mampir ke beberapa ATM dan lagi ada juga Yomart sebagai satu2nya mini market yang ada.
3. Takut tergiur dg belanjaan yang melimpah di Yomart? Kita bisa cukup mampir ke SPG / Kadang juga laki2 sih... yang jaga kulkas mesin utk beli minuman botol plastik. Kalau di negara2 maju tentu dg masukin koin, teken tombol semisal Fanta, maka si kaleng Fanta terjun ke bawah. Siap kita ambil. Kalau di sini... gak dijaga SPG pula... bisa bablas diambil maling deh...

hal yang paling pas buat beos untuk jadi st. sentral adalah karena semua koridor krl simpulnya disini. jadi dari serpong/tangerang/bekasi/bogor/depok, penumpang hanya sekali naik krl tanpa ganti krl lagi langsung bisa transit ke ka jarak jauh.

lagian kan dulu perjanjiannya pas bikin flyover jakk-mri hanya buat krl. kok itu lok2 disel masih keluyuran di sana? apalagi krl eko gak boleh singgah di gambir. padahal banyak yang mau ke sana tuh.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)