07-03-2011, 07:11 PM
baguslah kalo kebijakan ini dicabut...haha...
|
Persilangan tajam dihapus, tak akan ada kereta tepat waktu...
|
|
07-03-2011, 07:11 PM
baguslah kalo kebijakan ini dicabut...haha...
09-03-2011, 12:59 PM
ngatur KERETA ko coba coba !
tapi saya cukup bangga ! saya menjadi saksi hidup dan ini tidak akan lepas dari memori saya selama saya hidup, bahwa di era pak MENHUB saat ini lah era kemunduran kereta api dari semenjak kereta api menggelinding di bumi indonesia sejak tahun 1873 .padahal dahulu kereta sangat di andalkan oleh para petinggi kolonial belanda untuk berpergian kemanapun dengan perasaan bangga dan aman juga nyaman tidak seperti saat ini yang seolah olah akan terjadi tabrakan lagi entah itu di kasih kereta aling aling,menghilangkan persilangan tajam yang sangat berimplikasi terhadap bertmbahnya waktu keterlamabatan kereta api.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang ! http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
10-03-2011, 09:31 AM
Sdar ato g, kyk nya sya setuju dengan kebijakan ini..
Ternyata sya sdar yang bikin kereta telat selama ini karena harus menunggu bersilang dengan waktu yang sangat lama, pengalaman waktu naek Bima ke Surabaya hmpir menunggu 30 menit di Purwokerto, gila emang, dan stelah ditelusuri ternyata masinis ngebutin kereta untuk masuk ke stasiun berikutnya, sehingga tak pelak kreta harus menunggu lama untuk kereta yang akan datang dari arah sebaliknya.. Mngkin saya bisa menyebutkan bahwa permainan logika harus dipergunakan dalam mengendalikan kereta,di jalur manakah kereta harus ngebutin kereta dimana kereta harus dipelanin, jangan asal ngebutin kereta mendekati taspat justru hal itu membuat kereta berhenti lebih lama saat persilangan. Contoh, Kreta Bima dan Gajayana harus ngeebutin kereta di Jakarta - Prupuk, itu haruz, melebihi taspat pun gpp, dari Prupuk - Patuguran disinilah kuncinya, masinis harus bisa mengatur kecepatan kereta dan disarankan jgn terlalu cepat supaya bisa terus ngacir mak 50km/jam lah. Selanjutnya di petak Kroya - Kutoarjo, yng sya tahu Bima lebih sedikit bersilangan dri Gajayana, karena Bima berpasan dengan Turangga dan Gajayana dari Timur di DT Kutoarjo - Yogya..
10-03-2011, 01:38 PM
Kalo untuk Kereta Barang biasanya malah memperlambat diri sebelum masuk stasiun tempat dia bersilang, jadi saat nunggu silang ga terlalu lama bangetz, malahan kadang pas jadi ga usah menunggu...........
![]() ![]()
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah ! ![]() Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
11-03-2011, 02:29 AM
(10-03-2011, 01:38 PM)Warteg Wrote: Kalo untuk Kereta Barang biasanya malah memperlambat diri sebelum masuk stasiun tempat dia bersilang, jadi saat nunggu silang ga terlalu lama bangetz, malahan kadang pas jadi ga usah menunggu klo KA barang, terutama 1000an yg panjangnya kadang bisa melebihi kewajaran bukannya emank sengaja menyiapkan diri dari lama supaya dia bisa prepal rangkaiannya yg panjang ya kang?
11-03-2011, 02:59 PM
(11-03-2011, 02:29 AM)Andrew_CN Wrote:Yups, Anda Benar........(10-03-2011, 01:38 PM)Warteg Wrote: Kalo untuk Kereta Barang biasanya malah memperlambat diri sebelum masuk stasiun tempat dia bersilang, jadi saat nunggu silang ga terlalu lama bangetz, malahan kadang pas jadi ga usah menungguklo KA barang, terutama 1000an yg panjangnya kadang bisa melebihi kewajaran bukannya emank sengaja menyiapkan diri dari lama supaya dia bisa prepal rangkaiannya yg panjang ya kang? ![]() Kalo KA Barang serebuan emang begitu.... Saking panjangnya (sepur weselnya ga cukup) biasanya ketahan dan berhenti di sinyal masuk atau malahan sebelum sinyal muka.......... ![]() ![]() UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah ! ![]() Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|