Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rencana Pembangunan Rel KA di Sulawesi
#71
Saya lebih setuju 1067 saja, kita sudah terlanjur memakai 1067 maka sebaiknya jangan tanggung kita standarisasi semua saja jadi 1067. Apalagi rata2 dataran di Indonesia bergunung-gunung, hanya Kalimantan saja yang relatif datar. Contohlah Jepang yg kukuh dg gauge 1067 di semua wilayahnya, kecuali jalur khusus 1435 untuk shinkasen.

Saya rasa Belanda sudah mikir jauh kenapa memakai 1067 di Jawa dan Sumatera padahal sudah terlanjur pasang 1435 dari Semarang - Ambarawa - Solo - Yogya yang akhirnya di copotin semua. Toh di Malaysia pun gauge 1000 bisa dipacu sampai 150kmh dan kalau memang mau super cepat mending ya pakai pesawat saja.
Reply
#72
Mending gauge rel 1067 jdi seandainya ada proyek pembangunan rel nasional lebih mudah
Dan tentu menghemat biaya operasional kan?
Menerima pemesanan Tiket KA Online Tersenyuum
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih Xie Xie
Reply
#73
Ga bisa bayangin kalao Sumatera sebagian 1435 sebagian 1067, Jawa full 1067, Sulawesi 1435, Kalimantan 1435, Papua 1067, Bali 1067. Kan lucu, ga ada standarisasi dalam satu negara. Apalagi operatornya cuma 1, jelas ini memberatkan operator, lalu gimana seumpama PT. KAI ga mau operasikan KA di gauge 1435 karena biaya investasinya terlalu tinggi karena harus beli semua baru dan aset kereta di Jawa dan Sumatera miliknya ga bisa dioperasikan di 1435.

Saya juga sadar keunggulan 1435 dibanding 1067, tapi apa mau dikata kita sudah terlanjur menerapkan 1067 dan gauge 1435 sulit diterapkan di semua wilayah Indonesia. Ya yg paling pas 1067 menurut saya untuk negara kepulauan yg berkontur pegunungan. Toh menurut saya kita ga perlu KA yg super cepat, yg penting bisa diandalkan dan kapasitasnya banyak. Kalau mau super cepat naek pesawat terbang saja, hehehe....
Reply
#74
^^

@rapih_dhoho, jalur 1435 semarang-ambarawa semarang-solo-yogya punya NIS yang copoti jepang untuk keperluan perang. semua rolling stock terutama lokomotif dibawa ke china dan banyak yang tidak kembali. jadi tidak benar kalau belanda yang mengganti gauge 1435 ke 1067. semua akibat krisis perang dunia.

unifikasi gauge itu boleh2 saja. seperti india yang akan mengkonversi seluruh gauge yang beragam ke indian gauge 1676. tapi harus dilihat konektivitasnya. di india hampir seluruh jaringan relnya terhubung karena satu mainland utuh. di indonesia kalau yang memungkinkan adalah sumatera-jawa-madura-bali dibuat seragam 1067 (jika semua sudah terhubung jembatan), sementara pulau lainnya bebas mau 1067 atau 1435. alasannya sederhana, gak mungkin menghubungkan kalimantan dan sulawesi ke rel yang ada di jawa atau sumatera. jadi meskipun dibuat sama gaugenya, tetap tidak ada konektivitas langsung. mending dibuat gauge 1435 sekalian yang punya banyak nilai plusnya.

pt. kai tidak mau jadi operator gauge 1435? lha memangnya mesti pt. kai yang jadi operatornya di kalimantan atau sulawesi? perusahaan lain bisa toh? Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#75
(07-08-2014, 02:53 PM)ady_mcady Wrote: ^^

@rapih_dhoho, jalur 1435 semarang-ambarawa semarang-solo-yogya punya NIS yang copoti jepang untuk keperluan perang. semua rolling stock terutama lokomotif dibawa ke china dan banyak yang tidak kembali. jadi tidak benar kalau belanda yang mengganti gauge 1435 ke 1067. semua akibat krisis perang dunia.

unifikasi gauge itu boleh2 saja. seperti india yang akan mengkonversi seluruh gauge yang beragam ke indian gauge 1676. tapi harus dilihat konektivitasnya. di india hampir seluruh jaringan relnya terhubung karena satu mainland utuh. di indonesia kalau yang memungkinkan adalah sumatera-jawa-madura-bali dibuat seragam 1067 (jika semua sudah terhubung jembatan), sementara pulau lainnya bebas mau 1067 atau 1435. alasannya sederhana, gak mungkin menghubungkan kalimantan dan sulawesi ke rel yang ada di jawa atau sumatera. jadi meskipun dibuat sama gaugenya, tetap tidak ada konektivitas langsung. mending dibuat gauge 1435 sekalian yang punya banyak nilai plusnya.

pt. kai tidak mau jadi operator gauge 1435? lha memangnya mesti pt. kai yang jadi operatornya di kalimantan atau sulawesi? perusahaan lain bisa toh? Big Grin

Oh gitu ya, makasih pencerahnnaya ternyata dicabuti Jepang. Tapi pada akhirnya Belanda memutuskan pembangunan selanjutnya memakai 1067, sedang 1435 terbatas pada yg sudah dibangun saja mulai dari Semarang sampai Yogya.

Seumpama KA di Sulawesi jadi dibangun 1435 yang jadi masalah utama adalah investor operator KA-nya, PT. KAI ga punya KA 1435, ready stocknya 1067, tapi seumpama bukan PT. KAI semoga ada investor lain yang mau, atau kalau ga gitu pemerintah yang melakukan pengadaan loko dan rangkaiannya. Sedang kalau seumpama yg digunakan 1067 setelah selesai dibangun ane yakin PT. KAI bisa langsung jadi operator disana, tinggal mutasi beberapa loko dan rangkaian dari Jawa untuk dioperasikan di Sulawesi.

Tapi bagi ane sendiri ane lebih sreg kalau dalam 1 negara gaugenya di unifikasi saja, untuk Indonesia 1067 saja. Lebih murah investasinya, lebih cepat pengenjaannya, lebih cocok untuk dataran tinggi, dan mau mutasi kereta dan lokomotif dari pulau mana saja bisa. Toh di Malaysia pake gauge 1000 aja KA-nya bisa dipacu sampai 160km pake KA penumpang yg dirancang khusus.
Reply
#76
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#77
Reply
#78
Denger denger diberita katanya lebih canggih dr sumatra dan jawa
Reply
#79
maaf saya mw tanya, apa kwn2 ada yg tahu kr2 nanti loko yang dioperasikan di trans sulawesi railway seri berapa n modelx kr2 gmnBingungsy baca di berita lebar spoorx 1435 mm n speedx max 200 kphHeran
Reply
#80
(26-08-2014, 10:29 AM)adji pamungkas Wrote: maaf saya mw tanya, apa kwn2 ada yg tahu kr2 nanti loko yang dioperasikan di trans sulawesi railway seri berapa n modelx kr2 gmnBingungsy baca di berita lebar spoorx 1435 mm n speedx max 200 kphHeran

Saat ini sepertinya belum waktunya untuk membahas sarananya secara rinci, lha wong prasarananya aja belum jadi Xie XieXie Xie
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)