18-01-2010, 09:35 PM
Mantap jaya laporannya kang asep benar benar trenyuh kalo baca laporan blusukan dari sampean di tunggu kisah selanjutnya thank berat
|
Jalur mati Purwokerto-Wonosobo
|
|
18-01-2010, 09:35 PM
Mantap jaya laporannya kang asep benar benar trenyuh kalo baca laporan blusukan dari sampean di tunggu kisah selanjutnya thank berat
19-01-2010, 05:56 PM
(18-01-2010, 08:48 PM)asep_0907 Wrote: SAMBUNGAN : sama kang saya juga terheran heran dngan ini jalur, atpi sayang saya dulu nebeng motor.. jadi ga brhenti
SAMBUNGAN.......
Kemudian jalan rel menghilang dari pandangan. Kami melihat lagi jalan rel saat menyeberang Kali Serayu (atau Kali Galuh menurut warga). Jembatan ini sekarang menjadi jembatan jalan setapak yang digunakan oleh warga. Bentuk fondasi jembatan ini unik karena berupa 2 fondasi sumuran yang sangat besar. Kamipun memotret2 di sana. [spoiler] Bekas Jembatan di atas kali Galih (Serayu) kapanlagi 20100203130124_IMG_0563_copy_4b6911348270d.jpg Setelah itu, perjalanan dilanjutkan. Jalan rel selalu berdampingan dengan jalan raya. Kadang di atas, kadang di bawah. Jalur jalan rel di antara Wonosobo-Banjarnegara sebenarnya sangat indah. Jalan rel sering melewati jalur tinggi dan beberapa kali menyilang jalan raya secara overpass. Beberapa jembatan di tepi jalan raya juga sangat bagus karena letaknya yang tinggi. [spoiler] jalur menuju Wonosobo kapanlagi 20100203130124_IMG_0570_copy_4b69113495e3b.jpg kapanlagi 20100203130124_IMG_0571_copy_4b6911349d358.jpg Memasuki kota Banjarnegara, jalan rel berada di sebelah kiri jalan raya dan melalui jalur tinggi. Kami sempat lewat di depan Stasiun Banjarnegara, kami makan siang sambil menunggu rekan yang lain yang akan gabung di Banjarnegara. Saat makan siang selesai, hujan turun dengan sangat deras, sehingga kami harus menunggu beberapa saat. Setelah agak reda, kami menuju bekas Stasiun banjarnegara. Di Stasiun Banjarnegara terdapat sisa sinyal tebeng, gudang, bangunan stasiun, sisa depo, dan satu ketel. Stasiun ini lumayan bagus, karena gentengnya sudah diganti baru dan bentuk aslinya masih terlihat jelas. Hujan yang masih rintik-rintik tidak menghalangi semangat kami dalam hunting di stasiun ini. [spoiler] Bekas sinyal tebeng kapanlagi 20100203131013_IMG_0579_copy_4b6913450a548.jpg kapanlagi 20100203130124_IMG_0580_copy_4b691134bd32b.jpg kapanlagi 20100203130124_IMG_0594_copy_4b691134ce0e8.jpg kapanlagi 20100203130124_IMG_0583_copy_4b691134c6b85.jpg kapanlagi 20100203131247_IMG_0574_4b6913df9af06.jpg [spoiler] Bekas ketel pengangkut Residu kapanlagi 20100203130124_IMG_0573_copy_4b691134ac6f7.jpg
03-02-2010, 01:27 PM
wow keren poto2 na
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
03-02-2010, 01:39 PM
Komplit laporannya...jadi terharu melihat keadaan jalur mati ini dan kelihatan tikungan2nya tajam pasti berderit bila dilaluhi roda-roda kereta....
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING Salam Kereta, Nuwun
03-02-2010, 01:53 PM
1000jempol wat kang asep
03-02-2010, 06:57 PM
Puas di Stasiun Banjarnegara, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Klampok. Di Purwonegoro kami sempat melihat sinyal tebeng, namun bekas stasiun maupun emplasemen sudah tidak terlihat lagi. Akhirnya kami sampai di Klampok. Stasiun sudah berubah menjadi ruko, namun bekas-bekas bahwa ini bekas stasiun masih bisa dilihat, diantaranya :
bekas menara air [spoiler] kapanlagi 20100203183231_IMG_0598_copy_4b695ecf3ceff.jpg Di belakang stasiun terdapat beberapa bangunan yang dulunya adalah rumah dinas (KS Klampok). [spoiler] kapanlagi 20100203184700_IMG_0599_4b696234d2c86.jpg Bekas Kamar Mandi/WC [spoiler] kapanlagi 20100203185439_IMG_0601_4b6963ff94f57.jpg Bekas putaran sinyal??? dan dinding serta pintu [spoiler] kapanlagi 20100203183231_IMG_0607_copy_4b695ecf46b64.jpg dan sisa-sisa rel [spoiler] kapanlagi 20100203184700_IMG_0597_4b696234c69fd.jpg
04-02-2010, 05:46 AM
Dari Stasiun Klampok kami menuju ke Purbalingga. Jalan rel dari Klampok menuju Sokaraja jauh dari jalan raya sehingga tidak terdeteksi.
Antara Klampok-Purbalingga tidak ada jalan rel yang dapat kami lihat. Akhirnya kami sampai di Purbalingga. Awalnya sulit menemukan letak stasiunnya, sehingga atas usul sdr. Anton, kami menuju ke arah terminal, Pak ADL juga menanyakan pada Wasiop Daop V, dan atas informasi beliau, posisi stasiun adalah di jalan raya dekat dengan Terminal Purbalingga dan sekarang menjadi pusat penjualan tiket. Kami menyusuri jalan raya tersebut dan benar ada patok-patok rel dan bekas BH yang masih terlihat bantalan dari kayu. [spoiler] kapanlagi 20100204053948_IMG_0612_4b69fb3419791.jpg Namun hingga lewat terminal, bangunan stasiun belum ditemukan. Akhirnya kami memutar lagi dan kamipun melihat ada bangunan dengan lambang PT KA. Kamipun kesana dan benar di situ memang terdapat tulisan Stasiun Purbalingga. [spoiler] kapanlagi 20100204053948_IMG_0616_4b69fb3434510.jpg kapanlagi 20100204053948_IMG_0613_4b69fb342d06c.jpg Namun, kami semua sebagai railfan sangat tidak percaya bahwa dulunya bangunan ini adalah stasiun. Dilihat dari bentuknya dan juga posisinya (ternyata di dekat bangunan itu terdapat wesel). [spoiler] kapanlagi 20100204053948_IMG_0615_4b69fb3425ad3.jpg Akhirnya kami berjalan menyusuri jalan raya dan mencari bangunan yang dulunya benar-benar stasiun. Benar saja, dari informasi penduduk yang diperoleh oleh Mas Kris, ternyata bangunan stasiun dulunya ada di dekat Kawasan Industri Boyang (Boyang Industrial) yang sekarang merupakan warung gudeg dan terminal mikrobus dan ujung rel ada sekitar 100 m dari situ, yang kini berupa warung. Sisa bangunan sendiri sudah tidak terlihat sama sekali, hanya ada rumah kos yang bentuk rangka atapnya mirip dengan gudang di Stasiun Banjarnegara. Kamipun sepakat bahwa Stasiun Purbalingga "baru" bukan berlokasi pada bekas stasiun aslinya.
04-02-2010, 07:37 AM
kang asep, stasiun sokaraja nya di upload dong
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Dari Purbalingga, kami menuju ke Stasiun Sokaraja. Pada perjalanan ke sana sebenarnya kami melewati Stasiun Banjarsari, namun tidak sempat hunting. Stasiun Banjarsari merupakan tempat dimana terdapat percabangan ke Purbalingga. Stasiun ini terletak di sisi kanan jalan (arah Purwokerto), di dekat tikungan jalan raya dan sekarang menjadi tempat kayu lapis.
Stasiun Sokaraja merupakan stasiun yang besar juga. Ada paling tidak 6 sepur. Bentuk stasiun masih jelas terlihat. Sisa menara air juga masih ada, namun kompleks emplasemen sudah disesaki oleh rumah warga. Kami sempat ditanya apakah sedang survei untuk menghidupkan kembali jalur tersebut. Menurut informasi dari Bapak bersepeda ontel, di Stasiun ini terdapat percabangan ke Pabrik Gula, Pabrik Keramik dan Pabrik Terigu atau Tapioka ya?. Beliau juga dulu sering naik kereta dengan karcis abodemen. Selain Stasiun Sokaraja, terdapat juga Stasiun atau Halte di Sangkal Putung (perempatan dari/ke arah Terminal Purwokerto di Sokaraja). Dulunya Sokaraja memang banyak pabrik gula dan terdapat banyak jalur lori. Kami memang melihat sisa baan ke arah pabrik gula (PG Kalibagor). Di dekat stasiun terdapat masjid, sehingga beberapa dari kami dapat menyempatkan sholat Ashar. [spoiler] Bekas Talang Air kapanlagi 20100204103326_IMG_0617_4b6a40063f8d2.jpg kapanlagi 20100204103326_IMG_0622_4b6a40067a40c.jpg kapanlagi 20100204103326_IMG_0623_4b6a400686570.jpg kapanlagi 20100204103326_IMG_0619_4b6a400662f9a.jpg kapanlagi 20100204103326_IMG_0620_4b6a40066df05.jpg Dari Stasiun Sokaraja kami langsung meluncur ke Stasiun Purwokerto Timur. Kami lewat Jalan Jend. Soedirman di Berkoh, dimana jalan rel berada di sebelah kanan kami. Jalan rel menyilang di perempatan depan SriRatu Plaza. Akhirnya kami sampai di Stasiun Purwokerto Timur. Tumben hari itu tidak ada GGW yang biasanya mangkal di dekat gudang, namun terdapat bekas rel baru dilewati (ternyata 2 hari sebelumnya baru dilewati oleh lori). Stasiun Purwokerto Timur terletak di depan Kantor Daop V. Bangunan utama kini menjadi restoran Pizza Papa Ron's. Namun tetengernya adalah Wartel yang bernama Stasiun Timur. Bekas spur 1 di Stasiun Purwokerto Timur kini ditimbun bangunan. Di sana ada 3GW, 1 GW yang menjadi rumah tunawisma, dan 2 lainnya dalam posisi yang tidak wajar. Sisa timbangan juga masih terlihat. Ada satu buah wesel yang unik, namun sayang sudah tidak berfungsi. Sebuah sisa sinyal tebeng juga masih dapat dijumpai. Mengakhiri perjalanan kami, kamipun berfoto di dekat PJL. Alhamdulillah perjalan selesai juga. Setelah ini kami beramah tamah dengan Wasiop Daop V Purwokerto. Thanx to God, ALLAH SWT atas kemudahan dan keselamatan kami selama trekking, Alhamdulillah perjalanan kami berjalan lancar. [spoiler] Bekas opo ya??? kapanlagi 20100204105406_IMG_0629_copy_4b6a44de10f6b.jpg kapanlagi 20100204105406_IMG_0630_copy_4b6a44de1ab5a.jpg kapanlagi 20100204105406_IMG_0634_4b6a44de24b7b.jpg kapanlagi 20100204105406_IMG_0639_copy_4b6a44de30c71.jpg kapanlagi 20100204105406_IMG_0652_copy_4b6a44de3a8f5.jpg |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|