Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Persilangan tajam dihapus, tak akan ada kereta tepat waktu...
#41
Astaghfirullah hal Adziii...mmmm....
apalagi sih yang ada di kereta api..... koq rasa-rasa nya kereta api makin ga bisa diandalkan aja ya....Bethe... jaman maikin canggih, koq insan perkeretaapian, jangankan jalan di tempat... yg ada malah berlari mundur...Bethe

kalo udah kaya gini..... ngga berlaku lagi dunk, hukum ekonomi dalam transportasi... bayar makin mahal makin nyaman dan tepat waktu.... lah kalo kaya gini, apa ndak sama aja, perusahaan tersebut telah gagal dalam mengupayakan transportasi yang aman, nyaman dan tepat waktu....

trus apalagi kebijakan aneh yg mo dikeluarkan nih..... sekarang aja, penumpang KA udah banyak yg milih untuk maburrrr...... lah tarif KA udah ngga rasional lagi dengan apa yg didapat konsumen, bahkan tak jarang tarif KA (eksekutif) lumayan jauh di atas tariff motor mabur

kalo memang harus menjalankan kebijakan ini, alangkah baiknya dilakukan langkah2 sbb:
1. segera rubah gapeka... dan buatlah se realistis mungkin... jangan GapeKA yg seolah2 KA sangat bisa diandalkan... tapi kenyataannya...Bethe itu kan sama saja dengan penipuan konsumen

2. berikan konsumen kompensasi dari KA yg makin ngga bisa diandalkan, misalnya penurunan tariff..... ato kembalikan lagi fasilitas tuslah.... soalnya kalo kaya gini kepercayaan penumpang udah berada pada titik kritis.....

kalo KA udah ngga bisa diandalkan lagi..... ya mohon maaf, meskipun saya adalah orang yg sangat senang dengan sepur, saya musti realistis.... saya juga mempertimbangkan tingkat valuabilitas uang yang saya keluarkan dengan apa yang saya peroleh dalam menggunakan moda transportasi.....





















"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#42
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#43
Saya percaya petinggi di KAI adalah orang2 yg sangat sangat cerdas. Mungkin saking cerdasnya mereka, kaki mereka sudah tidak berpijak di bumi lagi. Karena setiap kali bikin kebijakan mereka cuma liat dari mata mereka sendiri, coba kalo mereka menempatkan diri sebagai konsumen dan pelanggan kereta api, mungkin kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan realistis. Mencari solusi dengan eksperimen sah sah aja kok, asal semua baik baik saja.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#44
Makin mundur saja perkeretaapian kita ini... Sad

Keselamatan memang nomor satu tetapi tolong ambil solusi yg gak terlalu merugikan KA itu sndri...
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#45
hari ini ka jalur selatan pada telat semua (malabar baru masuk BD jam 11Bethe), apakah ini akibat dari kebijakan konyol ini? ga kebayang saya klo kebijakan ini terus berlanjut, kasihan para penumpang makin lama di atas KA. Pertama penomoran lok, kedua aling-aling, ketiga penghapusan persilangan tajam, besok kebijakan "menghancurkan KA" apalagi yg bakal dikeluarkan????????Sakit
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...
Reply
#46
(05-03-2011, 01:59 PM)phepe_ph Wrote:
(05-03-2011, 01:17 PM)kemal reza Wrote:
(05-03-2011, 12:49 PM)see_204XX Wrote: Kira2 besok ada kebijakan apa lagi yak...? Membunuh perkeretapian di Indonesia koq coba2.... Ngakak

wkwkwkwkwk, kita tunggu aja om kebijakan apalagi yang mereka buat..
kita mah cuma bisa senyum(nyolot) mengenai kebijakan2 aneh..
NgeledekNgeledek

Karena kita cuma rakyat jelata yg suaranya ga akan didenger pejabat
[Image: 14.gif]
good but that only classic reason ..

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#47
(05-03-2011, 10:26 PM)nikmuracell Wrote: good but that only classic reason ..

Yang penting kebijakan konyol ini udah dihapus
[Image: jempol2.gif]
Reply
#48
pertama pembunuhan KA-KA yg okupansinya mulai menguntungkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
kdua penggabungan parahyangan & argo gede yg sbenernya ampir ga beda kbrangkatannya padahal tujuannya justru meminimalis trip JAK-BD
ketiga menyalahkan mass tanpa adanya pembelaan dari perusahaan padahal mreka ujung tombak perusahaan
keempat penurunan jam kerja mass yg mempengaruhi keprofessionalan ujung tombak persusahaan
kelima penurunan taspat karna takut PLH lagi
keenam penomeran lok untuk membuka aib PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg 70% nya masi mesin lama
ketujuh gerbong tameng (d susul pencabutan bangku d dalemnya) yg sbenernya justru membuat rangkaian lebi rawan anjlok
kedelapan penghapusan persilangan tajam

adanya kebijakan hilangnya persilangan tajam bgini masa ya taspat bisa d kembaliin sperti semula, karna coba d rekap ulang lagi pemikiran secara logis yg kita mengerti dengan si 'setengah bodoh' itu
KA uda ga bole berburu-buru masuk k sta untuk bersilang lagi, dari post pembuka menjelaskan KA dari kdua arah saat akan bersilang dari 2 petak sblomnya artinya suda harus menurunkan taspatnya (karna d bilang saling tunggu masuk d sta tempat bersilang kan, bukan sala 1 d buru2 dulu masuk k suatu sta supaya si lawan bisa langsung jalan) dari kronologi ini malah saat bersilang, KA dari kdua arah harus sama2 brenti
klo yg jalur utara mungkin tempat persilangannya masi lebi luas tergolongnya, tapi bagaimana pada jalur selatan (BMA-CN) yg biasanya KA ini skli bersilang itu lawannya ga cuma 1 tapi ada 2 dalem skli persilangan?

masi cukup banyak hal rumit lainnya yg bisa d bahas karna kekurang logisan dari hal2 sperti ini & rasanya jauh dari slesai klo ga d bahas langsung ma mreka2 itu.
untuk itu sambil menunggu waktu kapan diantara kita, para RF bisa mengeluarkan argument kita pada mreka...
well, gw cuma bisa bilang d sini:

"put your hillarious sarcasticly comment here"
Ngakak
Reply
#49
(06-03-2011, 02:01 AM)Andrew_CN Wrote: pertama pembunuhan KA-KA yg okupansinya mulai menguntungkan PT. Kereta Api (Persero)
kdua penggabungan parahyangan & argo gede yg sbenernya ampir ga beda kbrangkatannya padahal tujuannya justru meminimalis trip JAK-BD
ketiga menyalahkan mass tanpa adanya pembelaan dari perusahaan padahal mreka ujung tombak perusahaan
keempat penurunan jam kerja mass yg mempengaruhi keprofessionalan ujung tombak persusahaan
kelima penurunan taspat karna takut PLH lagi
keenam penomeran lok untuk membuka aib PT. Kereta Api (Persero) yg 70% nya masi mesin lama
ketujuh gerbong tameng (d susul pencabutan bangku d dalemnya) yg sbenernya justru membuat rangkaian lebi rawan anjlok
kedelapan penghapusan persilangan tajam

adanya kebijakan hilangnya persilangan tajam bgini masa ya taspat bisa d kembaliin sperti semula, karna coba d rekap ulang lagi pemikiran secara logis yg kita mengerti dengan si 'setengah bodoh' itu
KA uda ga bole berburu-buru masuk k sta untuk bersilang lagi, dari post pembuka menjelaskan KA dari kdua arah saat akan bersilang dari 2 petak sblomnya artinya suda harus menurunkan taspatnya (karna d bilang saling tunggu masuk d sta tempat bersilang kan, bukan sala 1 d buru2 dulu masuk k suatu sta supaya si lawan bisa langsung jalan) dari kronologi ini malah saat bersilang, KA dari kdua arah harus sama2 brenti
klo yg jalur utara mungkin tempat persilangannya masi lebi luas tergolongnya, tapi bagaimana pada jalur selatan (BMA-CN) yg biasanya KA ini skli bersilang itu lawannya ga cuma 1 tapi ada 2 dalem skli persilangan?

masi cukup banyak hal rumit lainnya yg bisa d bahas karna kekurang logisan dari hal2 sperti ini & rasanya jauh dari slesai klo ga d bahas langsung ma mreka2 itu.
untuk itu sambil menunggu waktu kapan diantara kita, para RF bisa mengeluarkan argument kita pada mreka...
well, gw cuma bisa bilang d sini:
[Image: I-Luv-Indonesia.gif]

"put your hillarious sarcasticly comment here"
Ngakak
Iya iya, udahlah bro.. kn udah dihapus..
Reply
#50
Sepertinya mesin kaya loko emang dibuat agar tahan lama, jadi biar tua kalo masih bagus dan aman ya dipake aja...cmiiw.
Kalo emang bener2 ketakutan bakal ada PLH lagi, mestinya ya infrastrukturnya dibenahi, ya ga? Bikin dobel trek, pasang sensor2 pengaman, kalo alesan ga ada duit, negara kemana aja? Masa iya ga sayang sama rakyatnya yg udah hidup susah, naik KA desekan setengah mati(efek aling2), molor pula (efek penurunan taspat + penghapusan silang tajam) .. amit2 dah... Masa iya buat urusan hajat dan nyawa orang banyak pemerintah masih mikir soal duit en balik modal cepet...
Jadi sebenernya takut ada PLH lagi? Atau takut duitnya kepake buat rakyat? Gak selamanya pribahasa "tak ada rotan akarpun jadi" bisa diterapkan.
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)