(05-03-2011, 12:28 PM)nikmuracell Wrote: (05-03-2011, 11:45 AM)arif96 Wrote: Pantesan, semua KA di Daop VIII pada telat semua. Ternyata berawal dari persilangan tajam dihapus. Pasti, para penumpang mengalami kerugian karena sistim ini.
Kerugian kalo uang ane mah bisa cari2 walopun ngamen tapi kalo nyawa...??? ada benarnya dikembalikan ke jaman PJKA lagi.... tapi kurang tepat gt aja (*Pinjem bahasanye Orde BAru)....
Betul, positifnya sih seputar keamanan...
Tapi, dilihat dari segi bisnis, jelas negatif, kuadrat lagi.
Kenapa?
(05-03-2011, 09:58 AM)Warteg Wrote: He he he he OOTers dulu ah.....
Kalo saya malah suka, karena bisa bersilangan jadi selama kereta nunggu silang bisa jalan2 sekitar stasiun tersebut..... tak lupa kalo pas bawa kamera ya candit sana candit sini....


Lain halnya dengan mereka para Eksekutif Muda alias esmud (buka es klapa muda ya....) mereka merasa jenuh dan paling benci ketika kereta berhenti tertahan sinyal karena nunggu silangan....
Kalo saya sih Happy aja.......
Maaf kalo minjem pendapatnya Mas Warteg, tapi inilah dampak negatif dari dihapusnya persilangan tajam.
Khususnya KA jarak "dekat" seperti GoPar. Pada week-day, penumpangnya kebanyakan eksekutif muda yg menganut paham "time is money".
Sebagai contoh, bos A akan meeting dengan bos B di Marriott Kuningan jam 11. Setelah diperhitungkan, A berencana naik GoPar jam 6:30 dari BD, biar nyampe GMR dibawah jam 10. Taunya, kereta baru masuk GMR jam 10:30. Setelah bersusah payah mengejar keterlambatan akhirnya si A tiba di Marriott jam 11:15, tapi si B keburu terbang ke Singapura... A terpaksa kehilangan suatu proyek besar dengan B. Akibatnya, A kehilangan kepercayaan menggunakan jasa GoPar sebagai moda yang aman, cepat, dan nyaman...
BTT, okelah kalo cuma kehilangan 1 pelanggan. Tapi kalo 5? Itu sudah 300rb sendiri (patokan tiket Eksekutif 60rb/orang)...
Memang betul ada faktor keamanan yg harus diutamakan, tapi apa ga ada kebijakan penunjang untuk tidak mengurangi ketepatan waktu tempuh seiring dihapusnya persilangan waktu? Masak GoPar harus terus (bahkan makin) kalah cepat dengan travel, dan Turangga harus selalu telat 2,5-3 jam?