Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kompetitor PTKA
#31
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#32
Untuk Angkutan umum terdiri atas
1. Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP)
2. Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP)
3. Angkutan Kota

Mobil Murah yg diluncurkan kalo gak salah adalah model City Car, dimana mobil ini kalo digunakan utk jarak jauh sangat riskan. Jadi Kalo untuk angkutan umum AKAP mungkin tidak akan terancam demikian juga dgn KA Jarak Jauh.

Kalo untuk transportasi umum utk wilayah jakarta, kayaknya masyarakat lebih cendrung naik kereta api. Masyarakat yg tinggal diperumahan2 di pinggiran kota jakarta seperti serpong, tanggerang, depok sekarang kecendrungannya memarkir mobil di stasiun kemudian naik CL ke Jakarta.
Reply
#33
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
#34
Bisa jadi kompetitor....bisa juga bukan.....
Reply
#35
Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#36
(29-12-2013, 05:48 PM)brantas Wrote: Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?

Kalo dibilang babak belur saya rasa nggak jg sich, buktinya Gopar masih segar bugar sampai sekarang... :p
Andai saja manajemen KAI di tahun sebelum 2009 bs membaca arah kebijakan politik Pemerintah yg mengutamakan jalan tol & kendaraan pribadi, saya rasa gak akan ada 2 kereta digabung jadi 1 nama yaitu Gopar. Buru2 ajah "membuang" penumpang K2 (Parahyangan) ke moda transportasi lainnya Ngakak

Dulu kereta api dijadikan moda transportasi unggulan, tp oleh manajemen KAI yg sekarang sdh digeser jd moda transportasi alternatif. Bila jalan tol Ciawi - Sukabumi sdh jadi kereta api koridor BOO-SI saya rasa akan baik2 saja, kan fungsinya hanya sebagai alternatif. Lgpl nantinya jalan tol tsb isinya kebanyakan Avanzah, Xeniah, Ertigah, Agyah & Aylah. Nggak yakin jg bis akan sebanyak populasi ke 5 kendaraan tsb.

Nah, kalo jalan raya atau jalan tol sdh mulai macet baru KAI bs bikin slogan trus ditempel di KM. Macet...? Bukan urusan gue gitu looh...! Ngakak
Reply
#37
(30-12-2013, 12:12 AM)Logawa_ATB Wrote:
(29-12-2013, 05:48 PM)brantas Wrote: Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?

Kalo dibilang babak belur saya rasa nggak jg sich, buktinya Gopar masih segar bugar sampai sekarang... :p
Andai saja manajemen KAI di tahun sebelum 2009 bs membaca arah kebijakan politik Pemerintah yg mengutamakan jalan tol & kendaraan pribadi, saya rasa gak akan ada 2 kereta digabung jadi 1 nama yaitu Gopar. Buru2 ajah "membuang" penumpang K2 (Parahyangan) ke moda transportasi lainnya Ngakak

Dulu kereta api dijadikan moda transportasi unggulan, tp oleh manajemen KAI yg sekarang sdh digeser jd moda transportasi alternatif. Bila jalan tol Ciawi - Sukabumi sdh jadi kereta api koridor BOO-SI saya rasa akan baik2 saja, kan fungsinya hanya sebagai alternatif. Lgpl nantinya jalan tol tsb isinya kebanyakan Avanzah, Xeniah, Ertigah, Agyah & Aylah. Nggak yakin jg bis akan sebanyak populasi ke 5 kendaraan tsb.

Nah, kalo jalan raya atau jalan tol sdh mulai macet baru KAI bs bikin slogan trus ditempel di KM. Macet...? Bukan urusan gue gitu looh...! Ngakak

Tapi saya yakin jumlah penumpang GMR - BD saat ini masih kalah dibanding tahun 2001
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#38
(30-12-2013, 07:42 AM)brantas Wrote:
(30-12-2013, 12:12 AM)Logawa_ATB Wrote:
(29-12-2013, 05:48 PM)brantas Wrote: Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?

Kalo dibilang babak belur saya rasa nggak jg sich, buktinya Gopar masih segar bugar sampai sekarang... :p
Andai saja manajemen KAI di tahun sebelum 2009 bs membaca arah kebijakan politik Pemerintah yg mengutamakan jalan tol & kendaraan pribadi, saya rasa gak akan ada 2 kereta digabung jadi 1 nama yaitu Gopar. Buru2 ajah "membuang" penumpang K2 (Parahyangan) ke moda transportasi lainnya Ngakak

Dulu kereta api dijadikan moda transportasi unggulan, tp oleh manajemen KAI yg sekarang sdh digeser jd moda transportasi alternatif. Bila jalan tol Ciawi - Sukabumi sdh jadi kereta api koridor BOO-SI saya rasa akan baik2 saja, kan fungsinya hanya sebagai alternatif. Lgpl nantinya jalan tol tsb isinya kebanyakan Avanzah, Xeniah, Ertigah, Agyah & Aylah. Nggak yakin jg bis akan sebanyak populasi ke 5 kendaraan tsb.

Nah, kalo jalan raya atau jalan tol sdh mulai macet baru KAI bs bikin slogan trus ditempel di KM. Macet...? Bukan urusan gue gitu looh...! Ngakak

Tapi saya yakin jumlah penumpang GMR - BD saat ini masih kalah dibanding tahun 2001


Apakah keunggulan KA itu karena tdk macet doang.....?Bingung
Untuk jurusan Bandung - Jakarta (gambir) yg di hapus sebenarnya kelas bisnisnya (parahyangan). Kalo di liat utk penumpang kelas eksekutif sampe sekarang masih tetap eksis...

Kasus Parahyangan kayaknya menjadi pelajaran bagi Manajemen PT KA untuk;
1. Menata lagi bisnis transportasi KA nya, menetapkan standar kelas penumpang, pentarifan.
2. melihat, menciptakan terobosan2 baru dalam transportasi KA.
3. dll

Masih banyak jalur2 KA yg menyimpan potensi yg bisa dikembangkan..
Reply
#39
(30-12-2013, 08:05 AM)yusirwan Wrote:
(30-12-2013, 07:42 AM)brantas Wrote:
(30-12-2013, 12:12 AM)Logawa_ATB Wrote:
(29-12-2013, 05:48 PM)brantas Wrote: Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?

Kalo dibilang babak belur saya rasa nggak jg sich, buktinya Gopar masih segar bugar sampai sekarang... :p
Andai saja manajemen KAI di tahun sebelum 2009 bs membaca arah kebijakan politik Pemerintah yg mengutamakan jalan tol & kendaraan pribadi, saya rasa gak akan ada 2 kereta digabung jadi 1 nama yaitu Gopar. Buru2 ajah "membuang" penumpang K2 (Parahyangan) ke moda transportasi lainnya Ngakak

Dulu kereta api dijadikan moda transportasi unggulan, tp oleh manajemen KAI yg sekarang sdh digeser jd moda transportasi alternatif. Bila jalan tol Ciawi - Sukabumi sdh jadi kereta api koridor BOO-SI saya rasa akan baik2 saja, kan fungsinya hanya sebagai alternatif. Lgpl nantinya jalan tol tsb isinya kebanyakan Avanzah, Xeniah, Ertigah, Agyah & Aylah. Nggak yakin jg bis akan sebanyak populasi ke 5 kendaraan tsb.

Nah, kalo jalan raya atau jalan tol sdh mulai macet baru KAI bs bikin slogan trus ditempel di KM. Macet...? Bukan urusan gue gitu looh...! Ngakak

Tapi saya yakin jumlah penumpang GMR - BD saat ini masih kalah dibanding tahun 2001


Apakah keunggulan KA itu karena tdk macet doang.....?Bingung
Untuk jurusan Bandung - Jakarta (gambir) yg di hapus sebenarnya kelas bisnisnya (parahyangan). Kalo di liat utk penumpang kelas eksekutif sampe sekarang masih tetap eksis...

Kasus Parahyangan kayaknya menjadi pelajaran bagi Manajemen PT KA untuk;
1. Menata lagi bisnis transportasi KA nya, menetapkan standar kelas penumpang, pentarifan.
2. melihat, menciptakan terobosan2 baru dalam transportasi KA.
3. dll

Masih banyak jalur2 KA yg menyimpan potensi yg bisa dikembangkan..

Gopar bisa bersaing dgn roda karet karena waktu tempuh ban karet bisa molor di GT Pondok Gede Timur & Pasteur, yg cenderung macet pada masa liburan
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#40
(30-12-2013, 06:17 PM)CC-201-23 Wrote:
(30-12-2013, 08:05 AM)yusirwan Wrote:
(30-12-2013, 07:42 AM)brantas Wrote:
(30-12-2013, 12:12 AM)Logawa_ATB Wrote:
(29-12-2013, 05:48 PM)brantas Wrote: Yang pasti kl di koridor GMR-BD PTKA babak belur di koridor BOO-SI jaya raya.
Tp kl jalan tol ciawi-sukabumi udh jd gmn ya?

Kalo dibilang babak belur saya rasa nggak jg sich, buktinya Gopar masih segar bugar sampai sekarang... :p
Andai saja manajemen KAI di tahun sebelum 2009 bs membaca arah kebijakan politik Pemerintah yg mengutamakan jalan tol & kendaraan pribadi, saya rasa gak akan ada 2 kereta digabung jadi 1 nama yaitu Gopar. Buru2 ajah "membuang" penumpang K2 (Parahyangan) ke moda transportasi lainnya Ngakak

Dulu kereta api dijadikan moda transportasi unggulan, tp oleh manajemen KAI yg sekarang sdh digeser jd moda transportasi alternatif. Bila jalan tol Ciawi - Sukabumi sdh jadi kereta api koridor BOO-SI saya rasa akan baik2 saja, kan fungsinya hanya sebagai alternatif. Lgpl nantinya jalan tol tsb isinya kebanyakan Avanzah, Xeniah, Ertigah, Agyah & Aylah. Nggak yakin jg bis akan sebanyak populasi ke 5 kendaraan tsb.

Nah, kalo jalan raya atau jalan tol sdh mulai macet baru KAI bs bikin slogan trus ditempel di KM. Macet...? Bukan urusan gue gitu looh...! Ngakak

Tapi saya yakin jumlah penumpang GMR - BD saat ini masih kalah dibanding tahun 2001


Apakah keunggulan KA itu karena tdk macet doang.....?Bingung
Untuk jurusan Bandung - Jakarta (gambir) yg di hapus sebenarnya kelas bisnisnya (parahyangan). Kalo di liat utk penumpang kelas eksekutif sampe sekarang masih tetap eksis...

Kasus Parahyangan kayaknya menjadi pelajaran bagi Manajemen PT KA untuk;
1. Menata lagi bisnis transportasi KA nya, menetapkan standar kelas penumpang, pentarifan.
2. melihat, menciptakan terobosan2 baru dalam transportasi KA.
3. dll

Masih banyak jalur2 KA yg menyimpan potensi yg bisa dikembangkan..

Gopar bisa bersaing dgn roda karet karena waktu tempuh ban karet bisa molor di GT Pondok Gede Timur & Pasteur, yg cenderung macet pada masa liburan

Bapak saya dulu sering ke Bandung nai mobil, sekarang lebih suka naik GoPar, alasannya menghindari macetNgeledek

Semenjak munculnya titik kemacetan di sepanjang jalan tol Cipularangleunyi + Cawang-Cikampek, saya melihat banya orang yangkini condong naik GoPar demi menghindari kemacetan. Mungkin salah satu buktinya adalah banyaknya Gopar tambahan yang kini beroperasi semenjak pertengahan 2013, menunjukkan antusiasme penumpang untuk naik GoPr kini mulai tumbuh kembali, semoga GoPar bisa merintis kembali kejayaan Jalur Parahyangan (tapi entahlah jika KA Cepat Jakarta-Surabaya benar2 bakal lewat Bandung, nasib GoPar bakal mati)
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)