Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur kereta api Cikampek - Cilamaya
#31
(05-01-2010, 12:19 PM)D30180 Wrote: usut punya usut, ternyata loko uap PG Sragi 16 ini adalah eks loko uap jenis TD yg pernah beroperasi di lintas Cikampek - Cilamaya.... perhatikan plat SS di samping loko ini...

Astaga naga ...! Betul mas. Nomor 16 ini di SS bernomor 203T 0-8-0T tahun 1912-1913, buatan Hartmann. Saya baru sadar kalo ini memang eks. lok SS. Selama ini saya ga begitu minat dengan narrow gauge milik pabrik gula seh ...

tambahan, dari meneer Rob Dickinson tahun 2002


[Image: java02217.jpg]


[Image: java02212.jpg]

Jadi penasaran nih, mau ngorek info lok eks. SS dan perusahaan lain yang dioper ke pabrik gula.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#32
ternyata bener dugaan gw ada jalur trem di daerah kerawang...wktu umur 7thn dlo gw pernah liat ada semacem dipo loko gtu tp tempatnya agak jauh dari St.kerawang...gw tnya ke bude gw dy bilang itu kereta punya belanda... dlo klo mw ke sana harus masuk tengah2 kebon orang dlo baru ketemu tuh dipo + lokonya yg kecil2...entah sekarang masih ada atw ga...

jadi pgn mblusukan kesana..
145/146 Brantas, Selalu dihati Selalu dinanti


[Image: Brantas.gif]
Reply
#33

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#34
(08-01-2010, 01:56 PM)Penjelajah Wrote:
(05-01-2010, 12:19 PM)D30180 Wrote: usut punya usut, ternyata loko uap PG Sragi 16 ini adalah eks loko uap jenis TD yg pernah beroperasi di lintas Cikampek - Cilamaya.... perhatikan plat SS di samping loko ini...

Astaga naga ...! Betul mas. Nomor 16 ini di SS bernomor 203T 0-8-0T tahun 1912-1913, buatan Hartmann. Saya baru sadar kalo ini memang eks. lok SS. Selama ini saya ga begitu minat dengan narrow gauge milik pabrik gula seh ...

tambahan, dari meneer Rob Dickinson tahun 2002

Jadi penasaran nih, mau ngorek info lok eks. SS dan perusahaan lain yang dioper ke pabrik gula.
Dulu, di PG Sragi ada 3 buah lok jenis ini yang didatangkan dari Tegal(konon lok ini pernah dipakai untuk mengankut material saat membangun bendungan cacaban). tapi sekarang tinggal 1 yang masih mondar - mandir saat musim giling tiba, menurut orang sana(Sragi) beberapa loko uap ada yang dijual entah dikilokan atau dikoleksi railfans asing, takutnya loko2 yang hampir punah semacam ini bakal hilang untuk selama2nya Nangis

Back on Topic
Semboyan 35
Awas!!! pintu perlintasan tak berpalang...
Reply
#35
(08-01-2010, 06:47 PM)D30180 Wrote: Dulu, di PG Sragi ada 3 buah lok jenis ini yang didatangkan dari Tegal (konon lok ini pernah dipakai untuk mengankut material saat membangun bendungan cacaban). tapi sekarang tinggal 1 yang masih mondar - mandir saat musim giling tiba, menurut orang sana(Sragi) beberapa loko uap ada yang dijual entah dikilokan atau dikoleksi railfans asing, takutnya loko2 yang hampir punah semacam ini bakal hilang untuk selama2nya Nangis

Back on Topic

Menurut catatan kang Indra Krishnamurti, 4 ekor ..

A number of ex-SS 600 mm gauge locomotives found their way to Sragi sugar mill:
- SS 201T became Sragi 13, currently stored
- SS 202T became Sragi 12
- SS 203T became Sragi 16
- SS 301T became Sragi 18, currently stored

Sumber : keretapi.tripod.com

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#36
(08-01-2010, 06:54 PM)Penjelajah Wrote:
(08-01-2010, 06:47 PM)D30180 Wrote: Dulu, di PG Sragi ada 3 buah lok jenis ini yang didatangkan dari Tegal (konon lok ini pernah dipakai untuk mengankut material saat membangun bendungan cacaban). tapi sekarang tinggal 1 yang masih mondar - mandir saat musim giling tiba, menurut orang sana(Sragi) beberapa loko uap ada yang dijual entah dikilokan atau dikoleksi railfans asing, takutnya loko2 yang hampir punah semacam ini bakal hilang untuk selama2nya Nangis

Back on Topic

Menurut catatan kang Indra Krishnamurti, 4 ekor ..

A number of ex-SS 600 mm gauge locomotives found their way to Sragi sugar mill:
- SS 201T became Sragi 13, currently stored
- SS 202T became Sragi 12
- SS 203T became Sragi 16
- SS 301T became Sragi 18, currently stored

Sumber : keretapi.tripod.com
Betul, terakhir sekitar tahun 1993an ketika saya cuma melihat ada 3 unit saja... trus sekitar tahun 2000an tinggal 2 unit yaitu SR 12 dan SR 16, dan sekarang tinggal 1 unit. Mungkin lok yang 1 unit (SR 18) didatangkan dari jalur Banyuwangi - lumajang yang juga terdapat spoor dgn lebar 600mm...
Semboyan 35
Awas!!! pintu perlintasan tak berpalang...
Reply
#37
Sta. Cilamaya masih ada ko, bentuknya masih tetep cuma dah beralih fungsi jadi rumah tinggal. Klo soal relnya kecil kemungkinan masih ada, tp jalurnya sama kya jalur mobil cuma nyimpang di daerah............ (lupa tepatnya dimana)
Klo ada waktu nanti saya upload sisa2 jalur-nya
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
#38
(27-08-2010, 10:53 PM)van Baso Wrote: Sta. Cilamaya masih ada ko, bentuknya masih tetep cuma dah beralih fungsi jadi rumah tinggal. Klo soal relnya kecil kemungkinan masih ada, tp jalurnya sama kya jalur mobil cuma nyimpang di daerah............ (lupa tepatnya dimana)
Klo ada waktu nanti saya upload sisa2 jalur-nya

di tunggu fotonya gan....

Reply
#39
Klo sejarahnya saya ga tau, yg saya tau dahulu ada jalur Cikampek-Cilamaya dan ditutup antara tahun 1975-1990 (saya ga tauNgeledek)
lebar gauge yg dipake narrow gauge (antara 600-800 ga tau pastinya da belon pernah liat)
bahan bakar pertama yg dipakai, menggunakan kayu bakar. lalu diganti batu bara, lalu diganti minyak bakar, terakhir lokomotif diganti dengan yg bermesin diesel
model kereta yg dipakai tidak umum alias beda dari yg lain. posisi tempat duduk dibuat saling membelakangidengan di ujung kiri dan kanan terdapat tiang penahan atap kereta
seiring membaiknya keadaan jalan raya, KA Cilamaya kehilangan pamor (gimana engga, kecepatan oplet & angkutan umum yg lain bisa 60kpj, KA cuma 20-40kpj walau diganti loko diesel keadaannya 11-12 alias ga ada bedanya) akhirnya dengan pertimbangan merugi jalur Cikampek-Cilamaya wafat (inalillahi......)Sedih
[spoiler]
(05-01-2010, 12:19 PM)D30180 Wrote: Loko uap eks jalur Cikampek - Cilamaya...

[Image: 3616855550_924ace749a_b.jpg]
usut punya usut, ternyata loko uap PG Sragi 16 ini adalah eks loko uap jenis TD yg pernah beroperasi di lintas Cikampek - Cilamaya.... perhatikan plat SS di samping loko ini...
[/spoiler]

Setelah di cek ke nyokap saya, ternyata memang bener itu lokomotif yg pertama beroperasi dan semua lokomotif yg ada di jalur Cilamaya-Cikampek bentuknya sama tp ga tau ada berapa jumlahnya. untuk sisa rel & jembatan saya belon mblusukan tp tadi pagi (04-09-2010) pulang ke rumah mertua nyempetin foto bekas rel berpijak:

[spoiler]
[Image: 4956340539_b3095b5792.jpg]
keterangan; bahu jalan sebelah kiri dulunya ditempatin ama rel KA lalu belok menyambung di foto kedua. posisi jalan raya dahulu aga ke sebelah kanan dan bukan menggunakan aspal, tetapi masih jalan tanah


[Image: 4956355561_a73f9c3bac.jpg]
keterangan; lanjutan foto yg diatas. bahu jalan sebelah kanan tempat rel berpijak tp saya ga tau ujung, turn table, wesel, jumlah spoor ada dimana n ada berapa (jalur mati pas nyokap saya pindah ke Bogor)


[Image: 4956953068_c73e2f91eb.jpg]
keterangan; rumah yg cat kuning dulunya adalah stasiun cilamaya, perhatikan bagian tembok yg cat-nya krem, tinggal itu sisa dari stasiunnya [/spoiler]

Catatan; buat yg mau mblusukan jalur Cikampek - Cilamaya, sebelum foto-foto ada baiknya minta ijin terlebih dahulu ke RT/RW setempat, orang di daerah itu aga sensitif untuk urusan yg berhubungan ama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (mereka takut tanah & bangunan yg mereka tempati digusur, karena sampai sekarang ternyata kepemilikan tanah masih atas nama PT. Kereta Api Indonesia (Persero))

kalo kualitas foto kurang memuaskan mohon dimaafkan karena pake hp U5i
kalo kegedean mohon dimaafkan juga karena belon sempet ngedit (ga punya PC ini juga pake PC kantor upload ama postingnya)

Ampir lupa.... klo diliat dari posisi ujung rel yg mengarah ke utara, kemungkinan besar tadinya rel akan diteruskan ke laut n dibuat pelabuhan di Cilamaya tp belandanya keburu diusir
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
#40
(04-09-2010, 09:19 PM)van Baso Wrote: Klo sejarahnya saya ga tau, yg saya tau dahulu ada jalur Cikampek-Cilamaya dan ditutup antara tahun 1975-1990 (saya ga tauNgeledek)
lebar gauge yg dipake narrow gauge (antara 600-800 ga tau pastinya da belon pernah liat)
bahan bakar pertama yg dipakai, menggunakan kayu bakar. lalu diganti batu bara, lalu diganti minyak bakar, terakhir lokomotif diganti dengan yg bermesin diesel
model kereta yg dipakai tidak umum alias beda dari yg lain. posisi tempat duduk dibuat saling membelakangidengan di ujung kiri dan kanan terdapat tiang penahan atap kereta
seiring membaiknya keadaan jalan raya, KA Cilamaya kehilangan pamor (gimana engga, kecepatan oplet & angkutan umum yg lain bisa 60kpj, KA cuma 20-40kpj walau diganti loko diesel keadaannya 11-12 alias ga ada bedanya) akhirnya dengan pertimbangan merugi jalur Cikampek-Cilamaya wafat (inalillahi......)Sedih

Setelah di cek ke nyokap saya, ternyata memang bener itu lokomotif yg pertama beroperasi dan semua lokomotif yg ada di jalur Cilamaya-Cikampek bentuknya sama tp ga tau ada berapa jumlahnya. untuk sisa rel & jembatan saya belon mblusukan tp tadi pagi (04-09-2010) pulang ke rumah mertua nyempetin foto bekas rel berpijak:

keterangan; bahu jalan sebelah kiri dulunya ditempatin ama rel KA lalu belok menyambung di foto kedua. posisi jalan raya dahulu aga ke sebelah kanan dan bukan menggunakan aspal, tetapi masih jalan tanah


[Image: 4956355561_a73f9c3bac.jpg]

09042010036 by Mario van Baso, on Flickr

keterangan; lanjutan foto yg diatas. bahu jalan sebelah kanan tempat rel berpijak tp saya ga tau ujung, turn table, wesel, jumlah spoor ada dimana n ada berapa (jalur mati pas nyokap saya pindah ke Bogor)


[Image: 4956953068_c73e2f91eb.jpg]

09042010037 by Mario van Baso, on Flickr

keterangan; rumah yg cat kuning dulunya adalah stasiun cilamaya, perhatikan bagian tembok yg cat-nya krem, tinggal itu sisa dari stasiunnya

Catatan; buat yg mau mblusukan jalur Cikampek - Cilamaya, sebelum foto-foto ada baiknya minta ijin terlebih dahulu ke RT/RW setempat, orang di daerah itu aga sensitif untuk urusan yg berhubungan ama PT. Kereta Api (Persero) (mereka takut tanah & bangunan yg mereka tempati digusur, karena sampai sekarang ternyata kepemilikan tanah masih atas nama PT. Kereta Api (Persero))

kalo kualitas foto kurang memuaskan mohon dimaafkan karena pake hp U5i
kalo kegedean mohon dimaafkan juga karena belon sempet ngedit (ga punya PC ini juga pake PC kantor upload ama postingnya)

Ampir lupa.... klo diliat dari posisi ujung rel yg mengarah ke utara, kemungkinan besar tadinya rel akan diteruskan ke laut n dibuat pelabuhan di Cilamaya tp belandanya keburu diusir
[/quote]

Kalau lihat keadaan dilapangan sepertinya kecil peluang untuk mengaktifkan jalur ini.Sedih
Bekas relnya apakah 100% telah raib atau masih bisa ditemui di beberapa titik bekas rel?
Orang tuanya pindah ke abesin ya..Ngikik
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)