Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bedanya Kereta Eksekutif dengan KA Argo Apa Aja Yah?
#21
(30-07-2011, 12:28 PM)kemal reza Wrote: menurut saya bedanya gak terlalu Signifikan,,

1. beda HARGA --> Ini yang mencolok
2. beda fasilitas --> LCD, Toilet lebih bersih Argo timbang EKSEKUTIF,
3. beda striping
4. beda Prama/i --> klo Argo Prami (kadang2), klo EKSEKUTIF Prama (kadang2)

Nb : Correct Me If I'm Wrong Sad

senja kediri ada prama/praminya meski bisnisBig Grin
Reply
#22
(05-09-2011, 03:26 PM)januar ari Wrote: nah klo taksaka termasuk argo apa eksekutif... Big Grin

Masih Satwa mas, karena Daop VI punya Argo Lawu dan Dwipangga sebagai kelas Argo...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#23
(27-07-2011, 08:13 PM)Dana Komuter Wrote: Teman - teman mungkin bisa berbagi cerita segimana banyaknya perbedaan antara rangkaian KA Klas Eksekutif dengan rangkaian KA Argo sih? Ingat lho... KA Eksekutif atau Klas Eksekutif, bukan Eksekutif campuran dengan Bisnis atau pun Ekonomi spt Malabar lho...

Adapun persamaan - persamaannya :
1. Dahulu dinobatkan lok - lok CC 203 oleh Presiden kita terdahulu alm. HM. Soeharto sebagai lok khusus KA Argo. Tapi kini, KA barang pun juga bisa dan malahan sering kita lihat.
2. Bisa saling pinjam - meminjam, bahkan untuk seterusnya... Seperti kejadian ABA kala itu pasca bermasalahnya si stripping pinky boy alias merah muda.
3. Gak Taksaka, gak Sancaka pula yg notabene campur dg Klas Bisnis malahan bodinya K-9 yg notabene utk KA Argo. Begitupun Harina khan?
4. Sama - sama ketika masuk ke keretanya kita duduk, memandang layar TV plasma, joknya sama saja dg KA - KA Eksekutif (termasuk Argo) umumnya, pasca awal keberangkatan para prami terlebih dahulu dr prama utk menawarkan menu makanan - minuman yang ada dan sama - sama memandang indahnya atau pun monotonnya pemandangan di sepanjang perjalanan.
5. Menu - menunya standar seperti di banyak KA mana pun. Hanya saja yang gak ada di Klas Bisnis dan Ekonomi berupa menu bistik dan zupa sup.
6. Sama2 menerima selimut dan handuk hangat dikala menempuh perjalanan malam.

Lalu, apa aja perbedaan yang ada yah???
Berharap sih... yah... lebih dari Klas Eksekutif non Argo pada umumnya... Yah... sebut saja itu mungkin seperti kebanyakan KA Klas Premium di luar negeri, adanya ruang atau kereta untuk pemandangan dengan banyaknya jendela, mini bar di ruangan khusus tanpa segan membayangkan seperti kereta Makan Eksekutif sekalipun yg di Indonesia, seperti di Jepang kalau gak salah ada kereta khusus bermain anak2 khan yah... dan lain sebagainya.
Tapi, apa itu semua bisa terwujud di kemudian hari yah?

gini mas, jadi perbedaan yang paling mendasar ada waktu tempuh dari kedua kereta tersebut. Jika argo rata2 waktu tempuhnya ada sekitar 90-100 KM/H sedangkan eksekutif biasa rata2 adalah 70-90 KM/H. Perbedaan itu lah yang paling mencolok. Coba bandingkan kereta Taksaka (Jakarta-Jogja) dan Argo Dwipangga (jakarta-solo). Jika kita naik taksaka menuju jogja pasti waktu tempuhnya sekitar 10 jam-an. Nah kalo Dwipangga yang sama sama jakarta- jogja (solo tidak diteruskan) pasti lebih cepat sekitar 7 setengah jam-an. Jadi walau sama sama Jakarta_jogja pasti lebih cepat Argo Dwipangga karena Taspat Argo berbeda dengan eksekutif.

CMIIW Xie Xie

[Image: 11854949193_f4066c0b84.jpg]
Reply
#24
Perbedaan secara aslinya, saat pengklasifikasian KA masih tertata rapi

Argo :

- Stripping ombak, warna abu - abu & putih
- Pintu interior KA tidak di tengah - tengah & kaca segi-4 dengan salah satu ujungnya sudut lancip
- Tidak ada penggabungan dengan KA kelas bisnis atau ekonomi

Eksekutif (Eksa - K1) :

- Stripping garis, warna Abu - abu (Eksa) / biru (K1) & putih
- Pintu interior KA tepat di tengah - tengah & kaca segi-4 di semua sudutnya
- Ada penggabungan dengan KA kelas bisnis atau ekonomi (KA-KA K1+K2)

Kalau sekarang sudah campur aduk, Argo digandeng K2 = GoPar ...

Mohon diralat kalau ada yang salah ... Xie Xie
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#25
(06-09-2011, 09:25 AM)bagas_alqadri Wrote:
(27-07-2011, 08:13 PM)Dana Komuter Wrote: Teman - teman mungkin bisa berbagi cerita segimana banyaknya perbedaan antara rangkaian KA Klas Eksekutif dengan rangkaian KA Argo sih? Ingat lho... KA Eksekutif atau Klas Eksekutif, bukan Eksekutif campuran dengan Bisnis atau pun Ekonomi spt Malabar lho...

Adapun persamaan - persamaannya :
1. Dahulu dinobatkan lok - lok CC 203 oleh Presiden kita terdahulu alm. HM. Soeharto sebagai lok khusus KA Argo. Tapi kini, KA barang pun juga bisa dan malahan sering kita lihat.
2. Bisa saling pinjam - meminjam, bahkan untuk seterusnya... Seperti kejadian ABA kala itu pasca bermasalahnya si stripping pinky boy alias merah muda.
3. Gak Taksaka, gak Sancaka pula yg notabene campur dg Klas Bisnis malahan bodinya K-9 yg notabene utk KA Argo. Begitupun Harina khan?
4. Sama - sama ketika masuk ke keretanya kita duduk, memandang layar TV plasma, joknya sama saja dg KA - KA Eksekutif (termasuk Argo) umumnya, pasca awal keberangkatan para prami terlebih dahulu dr prama utk menawarkan menu makanan - minuman yang ada dan sama - sama memandang indahnya atau pun monotonnya pemandangan di sepanjang perjalanan.
5. Menu - menunya standar seperti di banyak KA mana pun. Hanya saja yang gak ada di Klas Bisnis dan Ekonomi berupa menu bistik dan zupa sup.
6. Sama2 menerima selimut dan handuk hangat dikala menempuh perjalanan malam.

Lalu, apa aja perbedaan yang ada yah???
Berharap sih... yah... lebih dari Klas Eksekutif non Argo pada umumnya... Yah... sebut saja itu mungkin seperti kebanyakan KA Klas Premium di luar negeri, adanya ruang atau kereta untuk pemandangan dengan banyaknya jendela, mini bar di ruangan khusus tanpa segan membayangkan seperti kereta Makan Eksekutif sekalipun yg di Indonesia, seperti di Jepang kalau gak salah ada kereta khusus bermain anak2 khan yah... dan lain sebagainya.
Tapi, apa itu semua bisa terwujud di kemudian hari yah?

gini mas, jadi perbedaan yang paling mendasar ada waktu tempuh dari kedua kereta tersebut. Jika argo rata2 waktu tempuhnya ada sekitar 90-100 KM/H sedangkan eksekutif biasa rata2 adalah 70-90 KM/H. Perbedaan itu lah yang paling mencolok. Coba bandingkan kereta Taksaka (Jakarta-Jogja) dan Argo Dwipangga (jakarta-solo). Jika kita naik taksaka menuju jogja pasti waktu tempuhnya sekitar 10 jam-an. Nah kalo Dwipangga yang sama sama jakarta- jogja (solo tidak diteruskan) pasti lebih cepat sekitar 7 setengah jam-an. Jadi walau sama sama Jakarta_jogja pasti lebih cepat Argo Dwipangga karena Taspat Argo berbeda dengan eksekutif.

CMIIW Xie Xie

Kalau taspat mah tergantung relnya,karena di lintas selatan taspatnya rendah.
Trus,tau dari mana Taksaka GMR-YK 10 jam?Taksaka GMR-YK selama 7jam 47 menit itu aja Taksaka udah berhenti di Cirebon,Prupuk,Purwokerto dan Gombong.
Kalau Argo Dwipangga GMR-YK selama 7jam 15 menit dan cuma berhenti di Cirebon dan Purwokerto.
Perbedaan perjalanan antara Taksaka dan Argo Dwipangga cuma 32 menit kalau tepat waktu.
Jadi,Taksaka GMR-YK bukan 10 jam.
:p Big Grin
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#26
(06-09-2011, 01:30 PM)CC203 35 Wrote: Kalau taspat mah tergantung relnya,karena di lintas selatan taspatnya rendah.
Trus,tau dari mana Taksaka GMR-YK 10 jam?Taksaka GMR-YK selama 7jam 47 menit itu aja Taksaka udah berhenti di Cirebon,Prupuk,Purwokerto dan Gombong.
Kalau Argo Dwipangga GMR-YK selama 7jam 15 menit dan cuma berhenti di Cirebon dan Purwokerto.
Perbedaan perjalanan antara Taksaka dan Argo Dwipangga cuma 32 menit kalau tepat waktu.
Jadi,Taksaka GMR-YK bukan 10 jam.
:p Big Grin

Heran
Yg dibold itu waktu tempuh taun kpn tuch, Om...?

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#27
(06-09-2011, 01:30 PM)CC203 35 Wrote:
(06-09-2011, 09:25 AM)bagas_alqadri Wrote:
(27-07-2011, 08:13 PM)Dana Komuter Wrote: [spoiler]Teman - teman mungkin bisa berbagi cerita segimana banyaknya perbedaan antara rangkaian KA Klas Eksekutif dengan rangkaian KA Argo sih? Ingat lho... KA Eksekutif atau Klas Eksekutif, bukan Eksekutif campuran dengan Bisnis atau pun Ekonomi spt Malabar lho...

Adapun persamaan - persamaannya :
1. Dahulu dinobatkan lok - lok CC 203 oleh Presiden kita terdahulu alm. HM. Soeharto sebagai lok khusus KA Argo. Tapi kini, KA barang pun juga bisa dan malahan sering kita lihat.
2. Bisa saling pinjam - meminjam, bahkan untuk seterusnya... Seperti kejadian ABA kala itu pasca bermasalahnya si stripping pinky boy alias merah muda.
3. Gak Taksaka, gak Sancaka pula yg notabene campur dg Klas Bisnis malahan bodinya K-9 yg notabene utk KA Argo. Begitupun Harina khan?
4. Sama - sama ketika masuk ke keretanya kita duduk, memandang layar TV plasma, joknya sama saja dg KA - KA Eksekutif (termasuk Argo) umumnya, pasca awal keberangkatan para prami terlebih dahulu dr prama utk menawarkan menu makanan - minuman yang ada dan sama - sama memandang indahnya atau pun monotonnya pemandangan di sepanjang perjalanan.
5. Menu - menunya standar seperti di banyak KA mana pun. Hanya saja yang gak ada di Klas Bisnis dan Ekonomi berupa menu bistik dan zupa sup.
6. Sama2 menerima selimut dan handuk hangat dikala menempuh perjalanan malam.

Lalu, apa aja perbedaan yang ada yah???
Berharap sih... yah... lebih dari Klas Eksekutif non Argo pada umumnya... Yah... sebut saja itu mungkin seperti kebanyakan KA Klas Premium di luar negeri, adanya ruang atau kereta untuk pemandangan dengan banyaknya jendela, mini bar di ruangan khusus tanpa segan membayangkan seperti kereta Makan Eksekutif sekalipun yg di Indonesia, seperti di Jepang kalau gak salah ada kereta khusus bermain anak2 khan yah... dan lain sebagainya.
Tapi, apa itu semua bisa terwujud di kemudian hari yah?[/spoiler]

gini mas, jadi perbedaan yang paling mendasar ada waktu tempuh dari kedua kereta tersebut. Jika argo rata2 waktu tempuhnya ada sekitar 90-100 KM/H sedangkan eksekutif biasa rata2 adalah 70-90 KM/H. Perbedaan itu lah yang paling mencolok. Coba bandingkan kereta Taksaka (Jakarta-Jogja) dan Argo Dwipangga (jakarta-solo). Jika kita naik taksaka menuju jogja pasti waktu tempuhnya sekitar 10 jam-an. Nah kalo Dwipangga yang sama sama jakarta- jogja (solo tidak diteruskan) pasti lebih cepat sekitar 7 setengah jam-an. Jadi walau sama sama Jakarta_jogja pasti lebih cepat Argo Dwipangga karena Taspat Argo berbeda dengan eksekutif.

CMIIW Xie Xie

Kalau taspat mah tergantung relnya,karena di lintas selatan taspatnya rendah.
Trus,tau dari mana Taksaka GMR-YK 10 jam?Taksaka GMR-YK selama 7jam 47 menit itu aja Taksaka udah berhenti di Cirebon,Prupuk,Purwokerto dan Gombong.
Kalau Argo Dwipangga GMR-YK selama 7jam 15 menit dan cuma berhenti di Cirebon dan Purwokerto.
Perbedaan perjalanan antara Taksaka dan Argo Dwipangga cuma 32 menit kalau tepat waktu.
Jadi,Taksaka GMR-YK bukan 10 jam.
:p Big Grin

tapi walau tergantung lintas rel, taspat kereta juga berbeda. Kalau misal Taksaka melewati wilayah perbukitan jelas sekiranya kecepatan max 50-60 nah kalo Argo sekiranya 60-65 an mas tetap berbeda jadi bukan hanya karena lintas karena taspat kereta itu sendiri berbeda mas. Nah Taksaka GMR-YK itu 10 jam-an karena saya memang pernah mengalami sendiri kalo tak salah rata rata waktunya sekitar 9-10 jam-an tidak pernah dalam catatan 7 jam 47 menit dan saya ingatkan Taksaka hanya berhenti di Stasiun Cirebon, Purwokerto, dan langsung YK sama saja seperti Pangga mas wong saya udah pernah coba sendiri pake taksaka kok Ngakak

[Image: 11854949193_f4066c0b84.jpg]
Reply
#28
Ma'af nih awam... Sejauh ini, apa KA Cireks pagi dr Jakarta masih disusul ama Argo Dwipangga? Entah di Pegaden Baru atau Haurgeulis gitu... Soalnya... hehe... ngalamin waktu terjadi penyusulan gitu pas Cikampek - Haurgeulis masih rel tunggal...
Jadi... Intinya taspat enggak mempengaruhin klas dalam KA yah... terlebih Klas Eksekutif dengan Eksekutif Argo yah... Kalau memang medannya cuma bisa dilampaui dg kec. segitu yah segitu aja... Apalagi bedanya Klas Eksekutif Argo itu cuma berhenti / singgah di beberapa stasiun aja yah... Terlebih Klas Eksis bisa lebih dr sekedar KA yg full Klas Eksekutif yg non Argo yah... Maksudnya untuk singgah di beberapa stasiun.

Reply
#29
(06-09-2011, 01:30 PM)CC203 35 Wrote: Kalau taspat mah tergantung relnya,karena di lintas selatan taspatnya rendah.
Trus,tau dari mana Taksaka GMR-YK 10 jam?Taksaka GMR-YK selama 7jam 47 menit itu aja Taksaka udah berhenti di Cirebon,Prupuk,Purwokerto dan Gombong.
Kalau Argo Dwipangga GMR-YK selama 7jam 15 menit dan cuma berhenti di Cirebon dan Purwokerto.
Perbedaan perjalanan antara Taksaka dan Argo Dwipangga cuma 32 menit kalau tepat waktu.
Jadi,Taksaka GMR-YK bukan 10 jam.
:p Big Grin

Beneran neh Taksaka waktu tempuhnya segitu?
Nyobain ah....Ngakak
Sekarang Taksaka berhenti normal di PPK kah?

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#30
(06-09-2011, 07:19 PM)bagas_alqadri Wrote: tapi walau tergantung lintas rel, taspat kereta juga berbeda. Kalau misal Taksaka melewati wilayah perbukitan jelas sekiranya kecepatan max 50-60 nah kalo Argo sekiranya 60-65 an mas tetap berbeda jadi bukan hanya karena lintas karena taspat kereta itu sendiri berbeda mas. Nah Taksaka GMR-YK itu 10 jam-an karena saya memang pernah mengalami sendiri kalo tak salah rata rata waktunya sekitar 9-10 jam-an tidak pernah dalam catatan 7 jam 47 menit dan saya ingatkan Taksaka hanya berhenti di Stasiun Cirebon, Purwokerto, dan langsung YK sama saja seperti Pangga mas wong saya udah pernah coba sendiri pake taksaka kok Ngakak

just sharing aja..kalo pengalaman gw naik taksaka pagi relasi Yk-Gmr...berangkat Yk jam 10.00 masuk Jng sktar 17.40an mas..itu pas februari 2010 seh.
yang jadi pertanyaan gw apa waktu tempuh Yk-Gmr n Gmr-Yk beda?(sama2 taksaka pagi)

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)