Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) VS Keretapi Tanah Melayu (KTMB)
#21
(15-04-2011, 12:39 PM)cc 204 18 Wrote: [spoiler=Thread ini dibuat sbg sarana agr PT.KAI bsa memperbaiki manajemennya sehingga bsa mnjadi Operator KA trbaik di ASEAN
Ini ad lnjtnnya tentang interior gerbong]

KTMB


Kelas Bisnis

[Image: KTM_ASC.JPG]
Kelas Ekonomi

[Image: KTM_AEC_ASC.JPG]
[/spoiler]

coba perhatikan detail eko dengan bisnis. malah saya cenderung lebih bagus eko kmtb dibanding bisnis. dilihat dari handrest. bisnis punya udah tidak terawat. hanya jok biru yang membuatnya tidak terlihat kumal.

overall.... komposisi seat dibuat menyerupai bus.

kelas eko dengan recleaning seat.. (kapan indonesia punya)Bethe

mungkin ada detail perbedaaan kelas eko dengan bisnis kmtb dari rekan sekalian
Reply
#22
(15-04-2011, 01:38 PM)Gege Wrote: Ok...

Let's take a bright side...

Sampai dimana thread ini berjalan dan apa saja yang mau disandingkan.
Kalau bisa ada member atau 'at least' statement RF seberang yang mewakili dan bisa dipertanggungjawabkan informasinya mengenai keadaan sarana, prasarana dan manajemen operator KA....

Satu lagi...
Perihal manajemen tidak tercermin dari baik-buruknya sarana, tetapi kebijakan dan regulasi yang antisipatif!!!!


Feb kemarin saya sempat mencoba jaringan KTMB ini dari ETS train ( they said this is the fastest comutter train in ASEAN ) , komuter train , intercity train alias KA antar bandar yg seat formasi nya 2 -1 ( kalo disini special class ) termasuk kereta yg menjadi kebanggaan warga sana KLIA Express.
poto poto bisa dilihat di flickr saya di set " Premium Bus ( Solitaire class ) from SG – MY “
Overall conclusion saya bisa tarik kenapa kondisi pelayanan di PT KA kurang bagus jika dibandingkan dengan KTMB karena kondisi culture dan hukum yg berlaku saja.
kita tahu gimana culture bangsa sana jika dibandingkan disini,
contoh simple disana gak ada penumpang dorong dorongan saat masuk / keluar dari kereta saat rush hour , disana gak ada sampah berceceran di dalam kereta, di stasiun, di peron bahkan dijalanan.
dan disana hukum bener bener dijalankan tanpa terkecuali.
Coba aja disini hukum bener bener ditegakan dan dijalankan dan tidak ada hukum yg bisa dibeli dengan uang .
niscaya bisa berimbas ke semua sektor termasuk sektor perkereta apian Indonesia.
kalo ada yg koment lah apa hubungan nya pelayanan ama culture dan hukum? ya ada dong , kalo culture "Konsumen adalah raja" bisa diterapkan di KTMB kenapa disini gak bisa? apa karena PT KA single fighter ? gak ada pesaing?
disana juga KTMB single fighter juga.

Nah kalo soal jaringan, jumlah armada , dll jelas PT KA masih unggul dibanding KTMB . yg pasti KTMB bisa mengefisiensikan kekurangan armada nya tanpa mengorbankan pelayanan .

Saya gak memihak siapa siapa , kalo bagus saya puji, kalo jelek saya cela, just my 2 cen sebagai konsumen PT KA sekaligus RF .






Reply
#23
(15-04-2011, 08:32 AM)Gege Wrote: Kalo memang untuk perbandingan, harus ada sumber yang sahih atau kalau perlu ada member dari Malaysia sana yang juga memberikan info real dan sahih agar berimbang...

So, gimana?

Maaf oom Gege, saya kalau nggak salah pernah dengar dulu ada railfans Malaysia join ke forum ini, tapi kemudian diban karena....beliau orang Malaysia. Entah itu benar atau tidak....

Bagusan mana? Malaysia atau Indonesia? Wah, itu susah karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kebetulan oom saya kerja di Malaysia, dan sering membawakan pernak-pernik berbau kereta api buat oleh-oleh ke saya kalo lagi pulang ke Indonesia.

Kebetulan salah seorang rekan oom saya juga mengaku railfans dan terkadang mengunjungi Indonesia. Kebetulan kawan oom saya (tahu kalau saya suka kereta) juga pernah ngobrol sama saya.

Beliau berkata, baginya susah untuk mengatakan mana yang lebih baik diantara Indonesia sama Malaysia. Karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Malah kawan oom saya, terkadang bilang kalo masih bagusan di Indonesia, karena di Indonesia variasi KA banyak, dan variasi pemandangan lebih banyak.

Faktor karena di Indonesia ada korupsi, pungli, orangnya tidak tertib, atau susah diatur, kawan oom saya menyanggah semuanya.

Kata beliau, di Malaysia sana, namanya korupsi juga ada (disana disebut rasuah). Pungli di Malaysia juga ada (itu dialami bapak saya waktu ketahuan membawa KA model dari Indonesia, disana masih diminta dengan alasan "belikan teh tarik, bang!"). Dan sewaktu saya diajak jalan-jalan ke Malaysia oleh orang tua saya, saya juga melihat orang masih ada saja yang ugal-ugalan di jalan atau di fasilitas umum.

Yang membuat Malaysia kelihatan lebih baik dari Indonesia hanya karena mereka jago marketing, penduduk lebih sedikit (jadi lebih mudah diatur).....
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Reply
#24
(17-04-2011, 04:32 PM)Hendrix Wrote:
(17-04-2011, 01:12 PM)masukangin Wrote: itu di malaysia yang ekonomi sama bisnis apa bedanya?

sama kang, saya juga Bingung..apa bedanya ya..?
Trus yg punya indo itu interior kelas bisnis & ekonominya bagusan yg ekonomi yak.Xie Xie

mungkin yg beda jumlah tempat du2k dlm 1 gerbong gan,.,.,Xie Xie

MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU


SETELAH ISTIRAHAT PANJANG
Senang
Reply
#25
(18-04-2011, 01:17 PM)paul_foxdemon Wrote: Maaf oom Gege, saya kalau nggak salah pernah dengar dulu ada railfans Malaysia join ke forum ini, tapi kemudian diban karena....beliau orang Malaysia. Entah itu benar atau tidak....

Eh lah dalah.....
Salah dengar tuh, selama jabatan saya jadi moderator sejak awal, ndak pernah ngebanned member karena alasan sepele dan dibuat-buat (beda agama, nasionalisme) dan sebelum ngebanned pun kami punya SOP yang jelas untuk itu, ndak asal ngebanned....

Trus mengomentari post saya yang ditanggapi oleh rekan² :
(16-04-2011, 07:57 AM)WOODWARD Wrote: bukannya baik buruknya sarana itu karena kebijakan ya? coba teliti lagi
di KTM kebijakannya lok sebagian besar leasing terutama lok Road
jadi perawatan semua urusan leasing, KTM sebagai user tinggal mengoperasikan saja.

Kalo diliad latar belakang struktur organisasi PT. KAI bagaimana yah OOm?
Kalo ngga salah PT. KAI ada dibawah Dirjen Perhubungan Darat yah?
Trus sumber dananya dari APBD/APBN?
Trus kebijakan umum soal KA ada ditangan siapa?
Lalu Malaysia bagaimana?

Kalo pertanyaan² ini dijawab kita akan paham mengapa oparator KA di Indonesia berbeda dengan Malaysia, baik sarana dan kebijakan, makanya saya menekankan sarana dan prasarana bukan gambaran baik-buruknya manajemen, tapi dari kebijakan makro perkeretapian dan sinerginya dengan kebijakan pemerintah.

(16-04-2011, 01:07 PM)bonbon Wrote: anggep aja ini sebuah referensi, bukanlah pembanding, kalo sayah boleh berucap "ohh sono lebih bagus, paling nggak kitapun harus bisa seperti mereka". Sebuah referensi yang menguntungkan konsumen maupun operator....

Betul bukan pembanding, namun TS memberikan judul yang provokatif dan ketidakjelasan maksud dan tujuan, jadi saya agak bingung thread ini mau dibawa kemana.

Okehlah soal itu ndak usah dibahas karena sang TS sudah memberikan klarifikasi. Namun seperti yang teman² katakan di post sebelumnya bahwa setiap operator KA di negara manapun tidak bisa dibandingkan dengan yang lainnya.

Kalo mau membandingkan sekarang kita liad :
  1. Sistem manajemen masing² operator
  2. Sistem struktural departemen yang menangani transportasi berbasis rel masing²
  3. Sumber dana
  4. Kebijakan mengenai sistem penggajian, pembelian dan penggunaan sarana dan prasarana, dll.

Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan nilai² lebih mana yang bisa kita ambil dan (kalau cocok) diterapkan di operator KA yang merasa dirinya kurang.

Ada yang bisa share?

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#26
Kalo berdasarkan pengamatan saya, KTMB itu tidak ubahnya kereta api Indonesia di jaman PNKA atau PJKA.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Reply
#27
(21-04-2011, 11:27 AM)paul_foxdemon Wrote: Kalo berdasarkan pengamatan saya, KTMB itu tidak ubahnya kereta api Indonesia di jaman PNKA atau PJKA.

kog bisa?Bingung
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#28
(17-04-2011, 01:23 PM)pardjono Wrote: Dalam hal tertentu Indonesia memang kalah dari Malaysia. Tapi Indonesia punya PT INKA dan PT GE Lokindo. Menurut TVONE beberapa hari lalu, saat ini PT INKA sedang mengerjakan order gerbong untuk Malaysia senilai Rp.41.000.000.000,-
Oh ternyata Made In Indonesia Tohhhh ... ttetp dong the best is Indonesia Production Housenya Xie Xie tancep bendera dulu ah ... Indonesia
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#29
(24-04-2011, 11:18 AM)nikmuracell Wrote:
(17-04-2011, 01:23 PM)pardjono Wrote: Dalam hal tertentu Indonesia memang kalah dari Malaysia. Tapi Indonesia punya PT INKA dan PT GE Lokindo. Menurut TVONE beberapa hari lalu, saat ini PT INKA sedang mengerjakan order gerbong untuk Malaysia senilai Rp.41.000.000.000,-
Oh ternyata Made In Indonesia Tohhhh ... ttetp dong the best is Indonesia Production Housenya Xie Xie tancep bendera dulu ah ... Indonesia

Indonesia gitu lho! Udan telek nggone dewek. Ngakak Top Banget
Reply
#30
Kalau saya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) vs KTMB memang susah dilihat mana yang baik dan jelek, tapi kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) vs PT INKA nah....ini jelas bagaikan bumi dan langit....
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)