Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
mau tanya, itu rel cabang ke cibarusa mengarah ke barat atau ke timur lemahabang?
oot: menurut kabar kabur, dryport jababeka relnya bercabang di lemahabang, bukan cikarang seperti yang direncanakan sebelumnya.
benarkah?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
2
(08-10-2010, 02:52 PM)ady_mcady Wrote: oot: menurut kabar kabur, dryport jababeka relnya bercabang di lemahabang, bukan cikarang seperti yang direncanakan sebelumnya.
benarkah?
malah dryport jababeka terhubung dengan jalur Nambo.
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
ternyata saya salah 
jalur Lemah Abang Cibarusa ternyata berdampingan dengan jalan raya
garis hitam bersirip jalur KA
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 997
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
17
(10-10-2010, 06:40 AM)van Baso Wrote: ternyata saya salah 
jalur Lemah Abang Cibarusa ternyata berdampingan dengan jalan raya
garis hitam bersirip jalur KA
![[Image: 20101010063530_LACBS_4cb0fc4229e50-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20101010063530_LACBS_4cb0fc4229e50-t.jpg)
wah, baru tahu saya,
ternyata percabangan nya pas di tikungan sebelah barat sta.LMB ya...
disekitar sini:
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
10-10-2010, 07:59 AM
(This post was last modified: 10-10-2010, 08:01 AM by van Baso.)
(10-10-2010, 07:02 AM)Kazuya Wrote: wah, baru tahu saya,
ternyata percabangan nya pas di tikungan sebelah barat sta.LMB ya...
disekitar sini:
![[Image: 18839_1188467354374_1309023358_30482930_25237_n.jpg]](http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs161.snc3/18839_1188467354374_1309023358_30482930_25237_n.jpg)
kemungkinan besar seperti itu, tp diliat dari Gmaps, jejak didekat sta. Lemah Abang dah ga ada (ralat ternyata masih ada walau dah jadi gang posisi di Gmaps di sini
yg keliatan di Gmaps mulai dari sini trus keatas ke arah Lemah Abang.
klo yg ke arah Cibarusah gambar satelitnya ga jelas tp ujung relnya kalo mau ke sana ada di belakang toko mainan/kelontong kurang-lebih 50meter setelah pertigaan pasar Cibarusah (bukan pertigaan cibucil/jonggol)
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 997
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
17
(10-10-2010, 07:59 AM)van Baso Wrote: (10-10-2010, 07:02 AM)Kazuya Wrote: wah, baru tahu saya,
ternyata percabangan nya pas di tikungan sebelah barat sta.LMB ya...
disekitar sini:
![[Image: 18839_1188467354374_1309023358_30482930_25237_n.jpg]](http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs161.snc3/18839_1188467354374_1309023358_30482930_25237_n.jpg)
kemungkinan besar seperti itu, tp diliat dari Gmaps, jejak didekat sta. Lemah Abang dah ga ada (ralat ternyata masih ada walau dah jadi gang posisi di Gmaps di sini
yg keliatan di Gmaps mulai dari sini trus keatas ke arah Lemah Abang.
klo yg ke arah Cibarusah gambar satelitnya ga jelas tp ujung relnya kalo mau ke sana ada di belakang toko mainan/kelontong kurang-lebih 50meter setelah pertigaan pasar Cibarusah (bukan pertigaan cibucil/jonggol)
nah,
saya jadi bingung, sebenernya jalur ini nyambung apa nggak sama jalur jakarta-cikampek?
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
nyambung di stasiun lemah abang tp ga dibikin dual gauge alias ada di spoor 5. spoor 1-4 1067 (bener ga nulisnya?)
sebetulnya ane pengen nunjukin posisinya, tp ga tau cara ngambil foto di gmaps
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 997
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
17
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
iya, dulunya itu tempat nongkrongnya narrow gauge (katanya)
![[Image: 20101010225401_la_cb_1_4cb1e1991216c-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20101010225401_la_cb_1_4cb1e1991216c-t.jpg)
yg digaris item itu dulu jalurnya atau lebih kurang 2 meter dari situ
mungkin sisa jalur yg paling jelas cuma foto di bawah ini doank
ujung jalur yg di Cibarusa yg dilingkerin sori gambarnya ga bisa lebih deket, mbah googlenya pelit ga mau moto lebih deket
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 3,387
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
2
[spoiler=Tambahan Artikel lagi]
Quote:SAAT melakukan liputan jurnalistik ke kampung-kampung di Kecamatan Serang dan Cibarusah sekitar enam tahun lalu, saya sempat dibuat melongo-longo. Di sana, saya menyaksikan gundukan tanah memanjang ratusan meter di tepi sawah dan jalan.
Warga sekitar menyebutnya, itu bekas rel kereta api. “Dulunya, ini bagian dari rel kereta api dari Lemah Abang ke Cibarusah. Tapi mati justru setelah Indonesia merdeka,†kata seorang warga Serang, yang umurnya sekitar 60 tahun.
Lelaki tua yang saya lupa namanya itu cuma mengungkapkan sepenggal kisah masa kejayaan rel, yang menurut saya kurang masuk akal. Alasannya, rel justru dibangun pada masa perang kemerdekaan 1945-1949. “Pernah diidupin (dihidupkan) lagi oleh tentara waktu jaman revolusi,†katanya.
Belakangan, saya merasa menyesal telah mengabaikan sebuah informasi yang amat berharga tersebut. Mengapa? Rupanya, rel Lemah Abang-Cibarusah yang dikerjaan Hindia Belanda paska pembangunan rel Manggarai-Kedunggedeh pada 1887-1890 itu pernah “dimatikan†oleh Pememerintah Pendudukan Militer Jepang pada 1942-1945.
Lantas dihidupkan kembali oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 1946. Kisah tersebut terkuak cukup danta dalam biografi mantan Komandan Resimen V Letnan Kolonel Moeffreni Moe’min.
Riwayat hidup yang disusun Dien Majid dan Darmiati tersebut berjudul “Jakarta-Karawang-Bekasi dalam Gejolak Revolusi: Perjuangan Moeffreni Moe’min†(Keluarga Moeffreni Moe’min, Jakarta, 1999).
Berawal dari ketidaksengajaan. Moeffreni dan anak buahnya yang pada akhir 1945 terpaksa mundur ke Bekasi hingga Tambun, Cikarang, Lemah Abang, Karawang, Cikampek, dan Purwakarta, merasa kesulitan dalam berkoordinasi dengan pasukannya di sekitar Cibarusah hingga Jonggol dan Cileungsi.
Juga, dengan harapan, “Segala hasil produksi tani dapat diangkut ke tengah desa atau kota,†kata Moeffreni. Dari para tokoh masyarakat setempat, dia mendapat cerita bahwa antara Lemah Abang hingga Cibarusah pernah ada rel kereta api, namun pernah dibongkar dan dimatikan oleh Jepang.
Komandan yang mau menyerap gagasan para anak-buahnya itu mendengarkan presentasi dari bagian zeni, terutama Mayor Sugiran (lulusan Technische Hogeschool--ITB), Kapten Darmawan dan Letnan Wahono (lulusan Sekolah Teknik Jakarta).
Moeffreni mengambil keputusan, menghidupkan kembali rel sepanjang 30 meter tersebut, karena ketiga insinyur pejuang itu menjamin bahwa proses pembangunannya tidaklah rumit.
Alasannya, jalur rel yang dibangun oleh perusahaan perkebunan tersebut masih tersedia, meski sudah tidak memiliki rel lagi. Untunglah, rel-rel yang telah terpotong-potong tersebut masih utuh dan teronggok di perkebunan karet Cibarusah. “Kemungkinan Jepang belum sempat mengangkutnya,†kata Moeffreni.
Mengenai lokomotif dan gerbongnya, dapat diminta dari Jakarta. Moeffreni dan anak-buahnya menilai proyek darurat itu bisa dikerjakan, dengan alasan Cibarusah dan sekiarnya merupakan daerah penghasil beras yang paling produktif. Di Cibarusah juga terdapat ladang-ladang luas milik rakyat yang ditanami palawija dan sayur-mayur.
Moeffreni membentuk panitia kecil yang diketuai Mayor Sugiran. “Panitia kecil ini dalam menyusun perencanaan sampai detail sekali,†ujar Moeffreni. Panitia ini, kata dia, merumuskan kebutuhan yang betul-betul memberi manfaat bagi rakyat, terutama bagi pengangkutan rakyat, bahan makanan, tentara yang akan berjaga digaris depan.
Saat dilaksanakan pembangunan, setiap desa yang dilewati jalur kereta api, rakyat menyumbang tenaga, bergotong-royong, dan suka-rela memasang relnya. Mereka dengan hati tulus mengerjakannya, walaupun di tengah terik matahari. “Sebagian besar mereka menggunakan topi anyam yang terbuat dari daun rumbia.â€Â
Saat rakyat sibuk bergotong-royong, Moeffreni memerintahkan stafnya ke stasiun pusat di Jakarta untuk meminta lokomotif dan gerbong yang banyak tersedia untuk ditarik ke Cikampek. “Itulah yang namanya berperang. Kita mengasah strategi, siasat sedemikian rupa supaya banyak menguntungkan bagi rakyat,†kata Moeffreni.
Karena dikerjakan secara bergotong-royong, “Pekerjaan tidak lama, sudah dapat dipakai,†ujarnya. Moeffreni mendeskripsikan, lokomotif kereta api Lemah Abang-Cibarusah berukuran kecil, hanya mampu menarik lima gerbong setiap perjalanan.
Satu gerbong memuat sekitar 20 orang, sehingga dalam satu perjalanan mengangkut sekitar 100 orang. Pengiriman tentara ke Cileungsi menjadi amat mudah. “Rakyat sangat gembira, karena setelah lamaâ€â€selama zaman Jepangâ€â€tidak melihat kereta api lewat,†Moeffreni mengenang.
Ironisnya, kalau pada masa perang kemerdekaan rel mampu dihidupkan kembali, justru pada masa paska perang, rel Lemah Abang-Cibausah malah kembali dimatikan.
Kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat kebanyakan ini seiring dengan proses nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, pada akhir 1950-an. Mungkinkah rel Lemah Abang-Cibarusah dihidupkan kembali?
Sumber[/spoiler]
Met mbaca....
|