Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kpan da passenger locomotiv di Indonesia
#21
U18C, U20C, C20EMP adalah lokomotif barang dengan tenaga dan kecepatan kecil bukan lokomotif penumpang makanya kereta di Indonesia ini kecepatannya rendah, dgn mudah dibantai oleh bus2 scania, mercy...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#22
(25-02-2010, 06:16 PM)JaY Wrote: Passenger loc memang bda dr loc pda umum x, slain pda sistem x jga pda kabin. Kabin masinis passenger loc lebih manusiawi dan fleksibel. Saya dulu mengira cc204 spt ni tp sma aja. Oalah !!

Dulu kabin loko CC203 yang awal-awal dipasangi AC demi kenyamanan masinis. Malah dulu saya sering lihat masinis KA Argo yang nyetir pakai CC203 dinesan sambil pakai jas resmi dan topi.
Reply
#23
(26-02-2010, 08:22 PM)bagus70 Wrote:
(25-02-2010, 06:16 PM)JaY Wrote: Passenger loc memang bda dr loc pda umum x, slain pda sistem x jga pda kabin. Kabin masinis passenger loc lebih manusiawi dan fleksibel. Saya dulu mengira cc204 spt ni tp sma aja. Oalah !!

Dulu kabin loko CC203 yang awal-awal dipasangi AC demi kenyamanan masinis. Malah dulu saya sering lihat masinis KA Argo yang nyetir pakai CC203 dinesan sambil pakai jas resmi dan topi.

Itu dulu!!!

Btw freight locomotive buatan GE kayak Evolution series bukannya dilengkapi AC dan ad toilet di kabin massinisnya ya??
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#24
nunggu beberapa lok roti tawar di upgrade aja dulu. katanya bisa sampai 1800 HP. siapa tahu larinya bisa lebih banter ketimbang lok2 GE. Ngiler
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#25
Apa yang membuat railfans terkesan bisa membuat perusahaan KA resah.

Maksudnya begini:

Dulu di jaman loko uap banyak sekali variasi lokomotif uap. Ada yang khusus untuk KA penumpang ekspress, ada yang khusus KA barang, ada yang khusus jalur tanjakan, ada yang khusus jalur cabang, ada yang khusus langsir, dan lain sebagainya. Dan ini membuat para railfans takjub melihatnya. Seakan-akan colorful begitu.
Tapi bagi perusahaan KA, ini akan menjadi beban keuangan dan teknis, karena rating untuk masing-masing lokomotif berbeda. Selain itu ketidak tersediaan satu jenis lokomotif tidak bisa digantikan oleh jenis lokomotif yang lain. Mempelajari teknik perawatan akan jadi hal yang sangat memusingkan.
Belum lagi alokasi biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing jenis loko, serta kehilangan pendapatan karena perbedaan jenis loko.

Dengan standardisasi, pekerjaan bagi perusahaan KA akan lebih mudah. Selain itu generalisasi jenis loko berarti satu jenis loko bisa melakukan segala jenis tugas. Perawatan lebih mudah karena spare part bisa interchangeable. Dan secara teknis tidak memusingkan karena hanya satu jenis loko yang dipelajari.
Otomatis biaya bisa ditekan, dan pendapatan bisa maksimal karena kekurangan loko bisa ditekan.

Tapi bagi railfans itu terkesan sangatlah membosankan....

Sebuah ironi memang....
Reply
#26
(27-02-2010, 10:39 AM)bagus70 Wrote: Dulu di jaman loko uap banyak sekali variasi lokomotif uap. Ada yang khusus untuk KA penumpang ekspress, ada yang khusus KA barang, ada yang khusus jalur tanjakan, ada yang khusus jalur cabang, ada yang khusus langsir, dan lain sebagainya. Dan ini membuat para railfans takjub melihatnya. Seakan-akan colorful begitu.
Tapi bagi perusahaan KA, ini akan menjadi beban keuangan dan teknis, karena rating untuk masing-masing lokomotif berbeda. Selain itu ketidak tersediaan satu jenis lokomotif tidak bisa digantikan oleh jenis lokomotif yang lain. Mempelajari teknik perawatan akan jadi hal yang sangat memusingkan.
Belum lagi alokasi biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing jenis loko, serta kehilangan pendapatan karena perbedaan jenis loko.

Dengan standardisasi, pekerjaan bagi perusahaan KA akan lebih mudah. Selain itu generalisasi jenis loko berarti satu jenis loko bisa melakukan segala jenis tugas. Perawatan lebih mudah karena spare part bisa interchangeable. Dan secara teknis tidak memusingkan karena hanya satu jenis loko yang dipelajari.
Otomatis biaya bisa ditekan, dan pendapatan bisa maksimal karena kekurangan loko bisa ditekan.

Tapi bagi railfans itu terkesan sangatlah membosankan....

Sebuah ironi memang....

Bukannya memang seharusnya begitu??! mn ada operator kereta api di dunia yg lokomotif utk penumpang, barang, dan langsiran berbeda??!
Scr kebutuhan masing2 jg beda, lokomotif penumpang butuh kecepatan, lokomotif barang butuh tenaga besar, lokomotif langsiran butuh fleksibilitas...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#27
(27-02-2010, 11:06 AM)brantas Wrote: Bukannya memang seharusnya begitu??! mn ada operator kereta api di dunia yg lokomotif utk penumpang, barang, dan langsiran berbeda??!
Scr kebutuhan masing2 jg beda, lokomotif penumpang butuh kecepatan, lokomotif barang butuh tenaga besar, lokomotif langsiran butuh fleksibilitas...

dan perusahaan kereta juga butuh efisiensi.... Ngakak
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#28
Kalo menurut ane pribadi, ane lebih seneng freight locomotive daripada pasengger locomotive, alasannya adalah pertama freight locomotive lebih fleksibel, bisa narik KA barang ataupun penumpang (karena HPnya bakal lebih gede daripada pasengger locomotive), kedua, single cab lebih efisien (coba bayangin kalo dobel cab dan diisi kambing, bisa bahaya), ketiga freight locomotive lebih keren tampilannya daripada pasengger locomotive. Coba bandingkan freight loco CC201 dengan pasengger loco CC200. Menurut ane lebih efisien CC201, karena HP lebih gede dan fleksibel untuk KA barang OK, KA penumpang OK. Sekali lagi, itu menurut ane Xie Xie
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#29
Lok cc200 kan sudah 50 tahun yang lalu. Kalau passanger lok sekarang sudah lebih canggih dan modelnya juga bagus. Kalau kecepatan jelas beda sama tipe freight meskipun HP lebih gede tapi pelan kalau pada passanger da beberapa komponen yang dikurangi.
Sebenarnya lok kita seperti c1, c3 tu mampu sampe 150 km/jam cuma tahu sendiri kan, sarana2 seperti bogie kereta belum mampu dipacu dengan kecepatan tersebut. Saya cuma ingin bilang bahwa manusia itu bukan barang. Kalau kereta pelan atau tibanya tidak sesuai jadwal, manusia pasti ngomel seperti saya kalau barang ya tergantung. Setidaknya kita juga butuh perubahan yang tentunya positif bagi kita semua.
Reply
#30
Kalau dilihat dari kebutuhan PT KA di jawa sekarang ya yang paling cocok C4, C3, C1 yang bisa narik KA barang sama penumpang, kalo di Sumatra ya C2 karna memang dikhususkan untuk menarik KA batubara. Pembelian loko di Indonesia memang tidak dibedakan antara loko barang dan loko penumpang, supaya biaya perawatan dan biaya2 lain karena perbedaan loko bisa ditekan.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)