15-02-2011, 07:21 AM
(11-02-2011, 10:23 PM)gilang pratama Wrote: askum.. Melihat dr ap yg ditulis rekan2 RF sekalian sangat responsif tentang pengadaan KRD yg melayani rute SBY-BL-KTS-JB-SBY atau komuter. Terus terang saya sangat setuju. Mengapa?? Semenjak dinonaktifkan malex beberaapa tahun silam,okupansi dhoho/penataran sangzt tinggi bahkan overload bila libur. Sudah seharusnya dipikirkan oleh daops 8,dimana untuk menciptakan sekaligus menggerakan perekonomian di wilayaha selatan jatim,tentu moda transportasi harus mendukung. Terlebih,pasca luapan lumpur lapindo,praktis mematikan jalur transportasi jalan raya. Bagi saya,ini adalah prospek yg sangat besar bagi daops 8,disini,investasi dapat berkembang. Khusus bagi kota malang,dapat dijadikan tempat tujuan wisata refleksi mengingat banyak resort2 yang exotis seperti layaknya di puncak atau pun lembang. Sy menulis berdasarkan realita di kala saya ke malang ingin joyriding ke sby,tapi melihat penataran penuh sesak,jadi malesssssssssss....
Saya setuju dengan usulan Anda. Tapi apakah KRDE kuat menanjak di petak Bangil-Lawang-Malang? Rute yang menanjak seperti ini, KRDE akan mogok jika dipaksakan (kecuali kalau ditarik lokomotif). Tetang harga tiket, seharusnya berbeda sedikit dengan Penataran. Kalau Penataran SB-ML 4000, maka KRDE tarif kisaranya 3500an. Kalau ke BL, Penataran 5500, tiket KRDE 5000an lah. Jadwal perlu disesuaikan juga.


![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)



