27-12-2011, 01:58 AM
Kenapa RF Indonesia tidak mau tahu dunia kereta api di luar negeri?
|
Kereta Luar Negeri
|
|
27-12-2011, 01:58 AM
Kenapa RF Indonesia tidak mau tahu dunia kereta api di luar negeri?
27-12-2011, 07:24 AM
(21-12-2011, 08:39 AM)pardjono Wrote: @ TS betul pakdhe. tapi karena sudah terlanjur berjalan, dan saya perhatikan isinya cenderung seputar info2 ka di luar negeri, bagaimana jika thread ini judulnya dibuat seperti thread berita2 seputar kereta api di kamar ppka, tapi khusus luar negeri. bagaimana mas bravo?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
27-12-2011, 10:58 AM
Kesannya seperti menganggap dunia kereta api di luar negeri lebih kecil dan tidak signifikan jika dibandingkan dengan yang di Indonesia.
27-12-2011, 11:14 AM
(27-12-2011, 01:58 AM)mas_bagus_ajah Wrote: Kenapa RF Indonesia tidak mau tahu dunia kereta api di luar negeri? (27-12-2011, 10:58 AM)mas_bagus_ajah Wrote: Kesannya seperti menganggap dunia kereta api di luar negeri lebih kecil dan tidak signifikan jika dibandingkan dengan yang di Indonesia. Bukan begitu mas Bagus.... kebanyakan informasi yang didapat perihal KA di luar negeri oleh RF lokal karena terbatas pada informasi via internet dan belum pernah melihat langsung keadaan serta 'mencicipi' pelayanannya. Dan lagi kereta lokal beserta plus minusnya belum dieksplorasi maksimal, jadi belum bisa 'menikmati' ka luar seperti rekan² lain. Demikian. Mari ke topiknya.... ![]()
05-01-2012, 01:08 PM
mungkin ini buat perbandingan aja, nantinya ka di Indonesia bakalan seperti apa di masa mendatang
dan mungkin kalo ada yg lebih baik akan membuat kita terpacu untuk lebih maju kalo ada yg lebih jelek akan membuat kita bersyukur bahwa apa yg kita punya sudah lebih baik
07-01-2012, 03:19 PM
Quote:Satu Rangkaian Kereta Bermuatan Etanol Terbakar.
08-01-2012, 08:13 PM
Quote:Arab Saudi Tandatangani Kontrak Senilai 2,3 Miliar Riyal.
08-01-2012, 08:31 PM
Quote:Salju Halangi Perjalanan Kereta di Austria.
08-01-2012, 09:00 PM
(27-12-2011, 11:14 AM)Gege Wrote: Bukan begitu mas Bagus.... Maksud saya, mengapa topik-topik tentang KA luar negeri tidak pernah berkembang di forum ini? Apa RF kita cuek terhadap keadaan di luar sono?
09-01-2012, 09:01 AM
[spoiler=Menjajal Kilatnya Arlanda Express]
![]() Kereta Api Arlanda Express menghubungkan Arlanda International Airport dan pusat kota Stockholm dalam 20 menit. Pada saat Indonesia masih bergulat dengan tender pembangunan kereta api bandara, mari sejenak kita berkunjung ke Swedia, menikmati kilatnya Arlanda Express. Kereta api bandara ini menghubungkan Arlanda International Airport dan pusat kota Stockholm hanya dalam 20 menit.
Pertengahan November, saat berkunjung ke Swedia, Kompas menjajal kereta api bandara ekspres itu. Begitu tiba di terminal kedatangan di Arlanda International Airport, terdapat gerai untuk membeli tiket Arlanda Express menuju Central Station di Stockholm. â€Harganya 260 Kronor,†kata petugas di konter tiket. Harga itu kira-kira setara Rp 348.000 untuk sekali jalan. Setelah mengulurkan tiket, petugas menunjukkan lift yang membawa penumpang menuju stasiun di bawah tanah, tempat Arlanda Express memulai perjalanannya. Lantai berwarna merah terbentang, dengan pilar-pilar yang dikelilingi tempat duduk untuk menunggu. Angin dingin menerpa dari terowongan. Suhu udara sekitar 5 derajat Celsius pada musim gugur itu. Tak lebih dari lima menit menunggu, deru Arlanda Express terdengar. Rangkaian kereta berwarna kuning terang itu berhenti, siap mengangkut penumpang ke Stockholm. Interiornya sederhana, tetapi nyaman dan terkesan lapang. Jarak antartempat duduk juga lebar. Di dekat pintu masuk disediakan tempat semacam rak untuk barang bawaan. Tidak berapa lama, kereta segera melaju. Terowongan gelap menyambut. Sekitar lima menit kemudian, kereta keluar dari terowongan dan berjalan di atas tanah. Padang rumput hijau dan barisan pohon-pohon yang mulai kehilangan daunnya menyambut mata. Petugas memeriksa tiket penumpang dari gerbong ke gerbong. Penumpang yang belum memiliki tiket bisa membayar dengan kartu kredit. Penumpang juga bisa membeli tiket secara online. Jarak antara Arlanda International Airport dan pusat kota Stockholm 37 kilometer. Dengan waktu tempuh 20 menit, kecepatan rata-rata Arlanda Express mencapai 111 kilometer per jam. Papan elektronik di atas pintu setiap gerbong menginformasikan kecepatan kereta api. Pada satu titik, lajunya mencapai 176 kilometer per jam. Guncangannya sedikit terasa karena kereta melaju cepat. Benar, 20 menit kemudian, Arlanda Express sudah tiba di Central Station. Dari sana, pusat kota Stockholm bisa dicapai hanya dengan jalan kaki. Langkah besar. Dalam situsnya, www.arlandaexpress.se, disebutkan, Arlanda Express diresmikan pada November 1999. Jaringan kereta yang menghubungkan dua titik itu sudah lama digagas. Memasuki tahun 1990, Swedia menyadari akan semakin banyak perjalanan udara. Selain itu, tuntutan untuk mengurangi kemacetan di jalan menuju bandara dengan membangun jaringan rel semakin meningkat. Itu sejalan pula dengan kebijakan untuk mengurangi zat polutan berbahaya di udara. Akhirnya, Pemerintah Swedia memutuskan untuk membangun jaringan kereta bandara. Sebagian besar pembangunan dibiayai swasta. Sejumlah bank besar internasional â€dibujuk†untuk menyediakan pinjaman dengan imbalan pemasukan dari tiket sebagai jaminannya. Pembangunan jalur Arlanda Express diserahkan kepada Swedish Rail Administration untuk menangani tambahan lintasan dari dua menjadi empat lintasan antara Ulriksdal dan Rosersberg. Total investasi proyek ini mencapai 6 miliar Kronor (Rp 8,076 triliun). Rangkaian kereta Arlanda Express tiba pertama kali di Swedia pada Juni 1998. Warna kuning terang dipilih sebagai simbol kecepatan, ketepatan waktu, kenyamanan, dan keselamatan. Setidaknya tiga badan pemerintah mengawasi uji coba : Dewan Keselamatan Listrik Nasional, Otoritas Perkeretaapian Nasional, dan Inspektorat Perkeretaapian. Seusai uji coba panjang selama satu tahun, Arlanda Express melaju untuk pertama kali pada November 1999. Kereta dioperasikan empat kali per jam atau setiap 15 menit sekali. Pada jam-jam sibuk, perjalanan ditambah menjadi lima kali per jam. Kapan Indonesia menyusul? Sumber : kompas.com[/spoiler] |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|