Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prihatin dengan K3...
#11
k3 + nya Malabar gimana?
apa tetep sampe ada penumpang yang bejubel untuk k-3nya....
gatau neh ntar kalo musim lebaran Malabar jadi kayak apa...


Emang seperti yang dikatakan TS, saya juga sangat kesal karena kelebihan muatannya, kalo fasilitas ya okelah karena memang harga segitu orang mau ngomong apa ada harga ada fasilitas pastinya, pernah terjadi PLH oleh Bengawan di lintas Karang Gandul ya gara2 over penumpang ini.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#12
bagi saya K3 yang cocok untung mengabadikan moment selama perjalanan adalah KA Kutojaya Utara, sebab kereta ini suka kosong tidak penuh sesak.....(pengalaman beberapa kali baik wekend ataupun liburan)

Reply
#13
(18-05-2010, 02:41 PM)m_ilhami Wrote: wah, biaya perawatan K3 = 0 ya? alias tidak dirawat, jadinya untung.

soal jumlah penunmpang, kalau di tanah abang, kereta bengawan kadang diumumkan tiket tidak dijual lagi karena sudah melebihi kapasitas. Padahal belum penuh-penuh amat tuh.

ada juga yg naik dari JNG,BKS, udah online mas, jadi bisa ke monitor jumlah tiket yang terjual dari JNG, BKS, dan stasiun yg lain (ke arah timur)
Big Grin

Reply
#14
saran untuk PT.KAI untuk gerbong K3 Ada Ide..!
tolong perhatikan toilet di gerbong K3, ko bau nya ga enak banget ya....Mabok apa gak dibersiin ? Bingung jangan mentang2 kita bayar murah, kan pemasukan lebih besar utamanya dari K3 Asik..
naik K3 murah meriah...... K3 Tegal Arum TG-JAK Rp.16.000,- Gak Punya Uang
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#15
(18-05-2010, 12:21 PM)eling Wrote: setelah beberapa kali naik K3 Jaman sekarang seperti GBMS,progo,bengawan,kutojaya,tawang jaya, saya merasa prihatin dengan kondisi kenyamanan di K3 Sakit
,kenapa PT KA tidak membatasi tiket yg di jual,tujuannya supaya penumpang itu nyaman selama perjalanan, tidak umpel2an dan tidak ada pedagang asongan wara-wiri mulai dari st pemberangkatan sampai st akhir....
saya kl naik K3 kadang suka nyengkat kaki pedagang asongan, udah tau kondisi kereta penuh sesak malah masuk...Batu Bata

yuuuk diskusikan bersama....
Tersenyuum

mungkin begini kang..klo menurut ane,,berdesak2kannya K-3 tidak lepas dari kenyataan klo memang demand untk K--3 ini jauh lebih besar daripada supply ( armada ygt tersedia ),,akibatnya ya K-3 hampir selalu berdesak2an,,klo tiket di batasi, konsekuensinya banyak penumpang yg bakal tidak terangkut sementara gerbong dan jadwal KA terbatas,,menurut ane, solusinya agar tidak berdesakkan tapi tetep mampu mengangkut semua penumpang ya ditambah kapasitas KA, dngan menambah panjang rangkaian sampai maksimal dan menambah jadwal keberangkatan,, tapi dilemanya kyaknya memang jumlah gerbong Sakitterbatas, dan juga belum semua jalur KA DT, sehingga kapasitas traffic KA terbatas, dan akibatnya jadwal KA pun tidak bisa terlalu padatSakit..
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#16
(19-05-2010, 07:04 AM)Joe_cn Wrote: k3 + nya Malabar gimana?
apa tetep sampe ada penumpang yang bejubel untuk k-3nya....
gatau neh ntar kalo musim lebaran Malabar jadi kayak apa...


Emang seperti yang dikatakan TS, saya juga sangat kesal karena kelebihan muatannya, kalo fasilitas ya okelah karena memang harga segitu orang mau ngomong apa ada harga ada fasilitas pastinya, pernah terjadi PLH oleh Bengawan di lintas Karang Gandul ya gara2 over penumpang ini.

Kalo Malabar K3 nya masuk kategori komersil, tiket bisa dipesan online layaknya K2 or K1, dari pengalaman ane, nggak ada penumpang yg berdiri meskipun tmpt duduk terisi penuh, udah gitu pengamanan oke 'n gak ada pedagang berani masuk. Tapi harganya juga diatas K3 biasa, mungkin kedepan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mo kembangin K3 model kayak gini, denger2 kedepan semua K3 bakal pake AC, itu juga mungkin jadi bikin isu kalo K2 mo dihapus
Reply
#17
(19-05-2010, 05:00 PM)Adolph Wrote: [spoiler]
mungkin begini kang..klo menurut ane,,berdesak2kannya K-3 tidak lepas dari kenyataan klo memang demand untk K--3 ini jauh lebih besar daripada supply ( armada ygt tersedia ),,akibatnya ya K-3 hampir selalu berdesak2an,,klo tiket di batasi, konsekuensinya banyak penumpang yg bakal tidak terangkut sementara gerbong dan jadwal KA terbatas,,menurut ane, solusinya agar tidak berdesakkan tapi tetep mampu mengangkut semua penumpang ya ditambah kapasitas KA, dngan menambah panjang rangkaian sampai maksimal dan menambah jadwal keberangkatan,, tapi dilemanya kyaknya memang jumlah gerbong Sakitterbatas, dan juga belum semua jalur KA DT, sehingga kapasitas traffic KA terbatas, dan akibatnya jadwal KA pun tidak bisa terlalu padatSakit..[/spoiler]

menurut saya boleh2 aja ada tiket berdiri, misalnya Progo bawa 10 K3, nah jumlah penumpang yg berdiri itu di batasi 100 orang saja, jadinya tiap 1 K3 yg berdiri 10 orang, kan rada mending gak berjubel-jubel banget.

atau supaya bisa fokus ke pelayanan K3, PT KA (persero) bikin anak perusahaan lagi yg khusus menangani K1-K2, PT KA (persero) ngurusin Loko dan perawatan Kereta....
Big Grin

Reply
#18
sebenarnya K3 itu milik Pemerintah yang dikelola oleh PT.KA. Jadi tiket K3 itu murah karena memang disubsidi oleh pemerintah dalam bentuk PSO yang tiap tahun dikasihkan ke PT.KA. Namun menurut PT.KA , kadang PSO tidak sesuai dengan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan dan operasional, sehingga PT.KA sendiri cenderung mengutamakan KA Komersil ( K2 + K1 ) untuk menutup biaya2 tersebut...

dalam periode 4 tahun terakhir , pemerintah melalui Direktorat Jenderal perkereta-apian terus membeli K3 baru. tahun 2006 aku kurang tahu jumlahnya, tapi yang jelas skrg dipakai KA Kutojaya dan beberapa Ka di Daop 5 PWT, th 2007 ada sekitar 20-an K3 Baru, tahun 2008 ada 20-an lagi, dan tahun 2009 ada 3 set ( 30 K3 + 3 KMP3 ) dan di tahun ini rencana ada 3 Set lagi....

sekarang semua K3 mempunyai logo DEPHUB di bogie-nya disamping logo INKA, hehehePlayboy

[Image: banner.jpg]
Reply
#19
(19-05-2010, 05:52 PM)eling Wrote: menurut saya boleh2 aja ada tiket berdiri, misalnya Progo bawa 10 K3, nah jumlah penumpang yg berdiri itu di batasi 100 orang saja, jadinya tiap 1 K3 yg berdiri 10 orang, kan rada mending gak berjubel-jubel banget.

atau supaya bisa fokus ke pelayanan K3, PT KA (persero) bikin anak perusahaan lagi yg khusus menangani K1-K2, PT KA (persero) ngurusin Loko dan perawatan Kereta....
Big Grin

Kalo saya sich pinginnya K3 nggak ada tiket berdiri, kalo dah habis terjual ya sudah tinggal berangkat ajah. Nggak tega kalo ngeliat penumpang yg berdiri, terutama Ibu2 ato Nenek2. Sedih
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#20
(19-05-2010, 06:01 PM)Logawa_exp Wrote: [spoiler]
sebenarnya K3 itu milik Pemerintah yang dikelola oleh PT.KA. Jadi tiket K3 itu murah karena memang disubsidi oleh pemerintah dalam bentuk PSO yang tiap tahun dikasihkan ke PT.KA. Namun menurut PT.KA , kadang PSO tidak sesuai dengan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan dan operasional, sehingga PT.KA sendiri cenderung mengutamakan KA Komersil ( K2 + K1 ) untuk menutup biaya2 tersebut...

dalam periode 4 tahun terakhir , pemerintah melalui Direktorat Jenderal perkereta-apian terus membeli K3 baru. tahun 2006 aku kurang tahu jumlahnya, tapi yang jelas skrg dipakai KA Kutojaya dan beberapa Ka di Daop 5 PWT, th 2007 ada sekitar 20-an K3 Baru, tahun 2008 ada 20-an lagi, dan tahun 2009 ada 3 set ( 30 K3 + 3 KMP3 ) dan di tahun ini rencana ada 3 Set lagi....

sekarang semua K3 mempunyai logo DEPHUB di bogie-nya disamping logo INKA, hehehePlayboy[/spoiler]
kalo begitu pemerintah bikin perusahaan kereta api satu lagi khusus melayani K3....xixixixxi.....

(19-05-2010, 06:02 PM)see_204XX Wrote: [spoiler]
(19-05-2010, 05:52 PM)eling Wrote: menurut saya boleh2 aja ada tiket berdiri, misalnya Progo bawa 10 K3, nah jumlah penumpang yg berdiri itu di batasi 100 orang saja, jadinya tiap 1 K3 yg berdiri 10 orang, kan rada mending gak berjubel-jubel banget.

atau supaya bisa fokus ke pelayanan K3, PT KA (persero) bikin anak perusahaan lagi yg khusus menangani K1-K2, PT KA (persero) ngurusin Loko dan perawatan Kereta....
Big Grin

Kalo saya sich pinginnya K3 nggak ada tiket berdiri, kalo dah habis terjual ya sudah tinggal berangkat ajah. Nggak tega kalo ngeliat penumpang yg berdiri, terutama Ibu2 ato Nenek2. Sedih[/spoiler]
saya juga setuju dgn ide sampeyan....

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)