Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
(29-09-2009, 01:29 PM)karang_bedono Wrote:
(26-09-2009, 12:04 PM)katyusha Wrote: katanya waktu jalanin punakawan ga laku..makanya balik lagi ke KA feeder..
CMIIW

Dikira lebih mahal kali harganya soalnya kan kereta wisata!

sebenarnya KA Punokawan hanya berjalan hari minggu sebagai KA Wisata, jadi KA Punokawan ama HA Freder beda, harganya tiketnya kalau ndak salah 5000an

Reply
Laporan tambahan lage dari petak ini :

Quote:Rekan-rekan sekalian,

Dalam kesempatan menjalankan tugas pertengahan Oktober 2009, saya menyempatkan diri naik KA Fider (seperti ini yang tertulis di jadwal stasiun Purwosari) ke Wonogiri. Ada 3 postingan yang saya kirim, mudah mudahan dapat menjadi tambahan informasi.

Dalam laporan saya bagian pertama ini, dapat digambarkan pembenahan rel yang membujur di tengah kota Solo, dari stasiun Wonosari sampai Solokota. Tergambar dalam foto-foto yang saya posting, jalur ini hampir sepenuhnya diganti dengan rel R42 memakai bantalan beton dan penambat Pandrol. Belum semua bagian diganti dengan sempurna. Di sepanjang Jalan Slamer Riyadi terlihat rel telah diganti, tetapi pada lokasi "ril bengkong" di dekat Purwosari belum. Jalur keluar stasiun Purwosari serta antara ujung jalan Slamet Riyadi sampai emplasemen Solokota sedang dikerjakan. Antara Stadion Sriwedari dengan Solo Grad Mall terlihat balas telah ditutup dengan aspal hotmix, sedang di perlintasan2 terlihat rel hanya ditutupi dengan kantong pasir.

Satu hal unik yang teramati, penambat pandrol ditutupi dengan potongan pipa pralon di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Saya menduga ini untuk persiapan pelapisan dengan aspal. Rel ini kemungkinan belum dipecok dengan MTT, karena masih terasa berguncang. Padahal sambungan rel telah dilakukan dengan kontinyu memakai las.
[spoiler=Berikut gambarnya]

kapanlagi

20091027103857_solo1_4ae66b515e154.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo2_4ae66b516cbcd.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo3_4ae66b5172013.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo4_4ae66b517bb75.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo5_4ae66b5182c00.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo6_4ae66b5187a06.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo7_4ae66b518c790.jpg

kapanlagi

20091027103857_solo8_4ae66b51915e0.jpg
[/spoiler]

Rel antara stasiun Solokota dengan Sukoharjo sedang diganti dengan R33, berbantalan besi. Sepertinya bantalan besi ini bekas dari lintas barat; saya sering melihat bentuk bantalan ini di lintas Tanahabang-Cilegon, juga di rel cabang Dawuan-Pupuk Kujang.

Setelah stasiun Sukoharjo, rel terlihat belum disentuh perbaikan. Di ruas ini dapat disaksikan pemandangan ijo-ijo bahkan sampai ke tengah rel-pun ijo!!! Mendekati stasiun Wonogiri kondisi rel gawat, banyak bantalan lapuk dan bahkan terlihat jarang2. Rel di ruas ini adalah R25. Setelah Stasiun Wonogiri, menuju Baturetno jalur rel sudah mati dan kondisi jalur sudah berubah menjadi jalan kampung
[spoiler=Berikut gambarnya]

kapanlagi

20091027104350_relbaturetno_4ae66c76f1b47.jpg
Ke Baturetno

kapanlagi

20091027104351_relbengawan_4ae66c770269d.jpg
Bengawan

kapanlagi

20091027104351_relnguter_4ae66c7709cb4.jpg
Rel di Nguter

kapanlagi

20091027104351_relsangkrah_4ae66c77125c7.jpg
Sangkrah

kapanlagi

20091027104351_relsukoharjo_4ae66c771ad61.jpg
Sukoharjo

kapanlagi

20091027104351_relwonogiri_4ae66c771fcd7.jpg
Wonogiri[/spoiler]

Jembatan di jalur PWS-WNG rupanya sedang di upgrade. Saya tanyakan seorang petugas Dephub yang sedang foto2 juga, kata beliau pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas muat jembatan. Apa mungkin kelak bisa dilalui lok yang besar seperti CC201?

Perkuatan pilar terlihat di jembatan Nguter, seperti yang saya foto dari atas. Hal yang sama juga tampak pada jembatan di Wonogiri, dengan pandangan dari samping. Jembatan di atas Bengawan Solo sepertinya malah mau diganti dengan yang baru, terlihat dari persiapan pilar-pilar temporer di sampingnya
[spoiler=Berikut gambarnya]

kapanlagi

20091027104552_jembatannguter_4ae66cf03623f.jpg
Jembatan Nguter

kapanlagi

20091027104552_jembatansolo_4ae66cf03b070.jpg
Jembatan Solo

kapanlagi

20091027104552_jembatanwonogiri_4ae66cf03fec3.jpg
Jembatan Wonogiri[/spoiler]

Laporan dan pics oleh : Nurcahyo Mukardi

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
(03-02-2009, 06:30 PM)harjo kemi Wrote: Mblusukan hari minggu ke Wonogiri, kondisi mendung dan hampir hujan.
Kejar-kejaran sama hujan, aseeek ... Ceria
Menikmati jalur jadul yang masih asli. Gak lengkap dari Solo, start dari jembatan Bengawan Solo sebelah selatan Semanggi.
Mohon masukannya ... Xie Xie
Ya mas tapi sekarang bukan jalur jadul lagi karena sudah di ganti dengan rel R.42 dan R.33 serta bantalan beton, biar loc cc bisa melintas....asyiik khan.Playboy
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
mungkin Bengawan dibagi 2 sama kayak Logawa yang satu ke Jebres yang satu ke WNG

Reply
Sekitar th 1970 sewaktu saya ke Pacitan tempat Embah . Dari Wonogiri naik bus dan sampai di Kali Bengawan Solo ada jembatan KA . ternyata bis ini pinjam jembatan. Gantian. Kalo ga salah di Sumoulun. Jembatan KA ini menghubungkan Wonogiri dengan Baturetno , Pernah antri nunggu KA Lewat Lok Uap ( Typenya lupa ) bawa 2 CR dan beberapa gerbong barang melaju dengan kec sekitar 20 km/jam menuju Wonogiri, Sekarang jembatan ini sudah tenggelam oleh Waduk Gajah mungkur. Saat itu KA sangat diandalkan masyarakat. Ada beberapa perjalanan dalam sehari. namun masa-masa kejayaan KA Wonoriri=Solo tlah berlalu , akankah masa-masa itu akan kembali dengan hadirnya KA Wisata , dan Railbus nantinya . Semoga.
Reply
(27-10-2009, 12:53 PM)BAMBANG EKO Wrote: Sekitar th 1970 sewaktu saya ke Pacitan tempat Embah . Dari Wonogiri naik bus dan sampai di Kali Bengawan Solo ada jembatan KA . ternyata bis ini pinjam jembatan. Gantian. Kalo ga salah di Sumoulun. Jembatan KA ini menghubungkan Wonogiri dengan Baturetno , Pernah antri nunggu KA Lewat Lok Uap ( Typenya lupa ) bawa 2 CR dan beberapa gerbong barang melaju dengan kec sekitar 20 km/jam menuju Wonogiri, Sekarang jembatan ini sudah tenggelam oleh Waduk Gajah mungkur. Saat itu KA sangat diandalkan masyarakat. Ada beberapa perjalanan dalam sehari. namun masa-masa kejayaan KA Wonoriri=Solo tlah berlalu , akankah masa-masa itu akan kembali dengan hadirnya KA Wisata , dan Railbus nantinya . Semoga.

kalau air waduk lagi susut suka kelihatan bekas jalur ke baturetno kalau ndak salah relnya...

Reply
Brarti jejaknya msih bisa dilihat ya mas. ternyata jembatannya ga dibongkar ya. KA Solo- Wonogiri memang exotic
Reply
(27-10-2009, 03:26 PM)BAMBANG EKO Wrote: Brarti jejaknya msih bisa dilihat ya mas. ternyata jembatannya ga dibongkar ya. KA Solo- Wonogiri memang exotic

masih, tapi kita harus tahu kapan tuh air susut, kalau ndak salah saat yang tepat ya musim kemarau...

Reply
Wah musim kemarau gimana pak?
Kemaren kan ga ujan2 tuh berarti bisa keliatan ya relnya?

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Saya pernah membaca di suatu koran menjelang digenanginya waduk Gajah Mungkur ini, bahwa PJKA sudah mencabuti rel dan jembatan yang akan tergenang itu. Sayang arsipnya masih dicari, nanti kalau ketemu saya posting. Asumsinya kalau masih ada rel dan sisa jembatan, berarti pernyataan PJKA di surat kabar tersebut tidak dilakukan di lapangan.

Soni
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)