Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalan tol mengancam potensi kereta api ?
(07-04-2010, 09:02 PM)adhitka Wrote: Ada juga nih pejabat yang terang2an menyatakan kontra ama KA. Baca aja di sini ataupun di sini. Teman2 bisa kasih komentar2 kritis di sana.

Baca catatannye bikin panas neh pagi-pagi Red Bull
Gw cuman bisa ngucap INNALILLAHI kalo model Direktur Utama PLN ini di angkat SBY jadi Menteri Perhubungan atau Menteri Pekerjaan Umum...bakal punah deh KA di Indonesia
Di web ini nantinya cuman kolom MBLUSUKAN doang yang paling ramai Nangis
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Yang jelas orang awam di daerah kalau berpergian tidak naik mobil ora keren, apalagi kalau pulang kampung dari Jakarte..maklum ini masih banyak OKB.
sampai bahasa daerah pun lupa, masalah macet no 100 yang penting keren habis dech.NgakakNgakak
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
Menurut saya tetap kereta api lebih baik. Kalo jalan tol, sekarang ajah selalu nyusahin, tiap periode selalu ada kenaikan berkala.
Memang sih manfaatnya ada juga, tapi kalo kita pikir secara cermat. coba deh kalo ada kecelakaan di jalan tol. Pasti pengguna yang dirugikan. Aspal lecet, rumput terkelupas, pager rusak. itu semua dibebankan pada pihak pengguna. Padahal si pengguna udah bayar untuk menggunakan jalan tol tsb.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
Sabar aja. Nggak semua jalan tol itu rame. Tol Kanci itu sepi (http://properti.kompas.com/read/xml/2010...rlu.Dikaji.) . Tol JORR juga relatif sepi. Kalau Tol transjawa selesai dibangun, mungkin rel jakarta -surabaya sudah dobel track. Lagipula tidak semua orang mau nyetir sendiri, dan bisa punya mobil sendiri, jadi kereta juga tetep rame.
Reply
@m_ilhami;
Betul bro. Tapi yang kita sayangkan pernyataan beliau itu lho! Kok jalur kereta api mau diubah jadi jalan tol. Itu yang tidak bisa ditolelir. Kita sebagai RF merasa tersinggung. Bethe

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
hehehe, tulisan jadul. DI memang terkenal tokoh anti ka. tapi kalo motivasinya adalah meniru china, kenapa dia menutup mata tentang china yang juga terus menambah jaringan rel nya. tahun 2007 panjang rel masih 78rb km, 2009 menjadi 86rb. 2010 ditergetkan mencapai 100rb km, dan sampai 2020 menjadi 120rb km.

hingga 2009, panjang rel china sudah melampaui rusia yang 80rb km, menjadikannya sebagai negara kedua yang memiliki panjang rel terbanyak didunia dibawah as yang punya panjang rel250rb km.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
dia kan bos, kemana2 disupirin. ya wajar aja gak peka sama namanya angkutan massal.
basic nya wartawan, jadi maklum lah ...

*gue jadi subjektif gini
Reply
Emang saya juga membac tulisan beliau kow sepertinya merendahkan kereta....
Tidak lebih dari sekedar malah menutup moda transportasi laen alias mematikan...

tapi sudahlah pokoknya untuk di Ina ini beda, ga semuanya memakai jalan tol, ga semua mempunyai mobil dan ga sedikit juga yang bahagia dan merasa keren banget kalo naek KA kayak saya ini...Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Klo bapak pejabat yang melihat segala sesuatu_nya dari satu sisi saja, ya koyo ngono kui ??? gak paham / menutup diri untuk melihat sisi manfaat "lain" dari KA ... doakan saja moga cepet dibukakan pintu hatinya.
BTT memang tidak bisa dipungkiri pembangunan tol juga memiliki manfaat bila dibandingkan dengan jalur KA yang juga memiliki manfaat JAUH LEBIH BANYAK daripada tol ... tapi mari kita bersaing saja dengan sehat ... Tol VS KA. Biar masyarakat pengguna sendiri/ user yang memilih ...
Jayalah Kereta Api ...
Reply
Yang mnjadi pertimbangan pemerintaha untuk memperluas jaringan jalan tol adalh investasi asing/swasta yg untungnya masuk ke kas katanya "negara" dan karena kereta api cuma satu perusahaan aja yg menjalani jd untungnya lama. Klo misalnya tidak ada lagi truk triler/tronton lewat pantura. Pndptan Asli Daerah tiap daerah ga ada krn ga da yg bayar retribusi lagi. trus ditambah lagi oknum2 yg minta lsg ke supir truk ga da pndptannya. Tp klo perusahaan memikirkan biaya2 diperjalanan pasti lbh mahal dibanding ongkos kirim melalui kereta. mohon dikoreksi jika salah.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)