Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(25-06-2010, 12:55 PM)m_ilhami Wrote: Kenapa ya KRL INKA cuma 4 gerbong?
trus kenapa nggak ada yang "serius" dipakai untuk lintas serpong,bogor,bekasi, tapi cuma dipakai untuk jalan-jalan jadi ciliwung...
Pasalnya, INKA masih terbentur pada kapasitas produksinya.
Selama ini INKA hanya memproduksi 4 kereta per set rangkaian karena sarana yang ada belum memadai untuk memproduksi 8 kereta sekaligus dalam satu set (tidak ada kabin masinis yang "nganggur" seperti di Holec, Hitachi atau Hyundai).
CMIIW.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
nice info bung charles..
tapi heran juga. Bukankah lebih mudah menambahkan gerbong tanpa kabin masinis? Kalau gerbong dengan kabin masinis, trus digandeng, tentu jadi mubazir. Jadi kapasitas yang dimaksud bisa diperjelas? bukankah membuat 4 gerbong vs 8 gerbong, tinggal 2x saja waktunya ...
thx.
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
MUNGKIN (mungkin ya mungkin tidak) selain SDM, mungkin juga tools nya yg terbatas, sedang kapasitas pabrik msh memungkinkan di perluas, bisa juga apa pemerintah pusat jelas request KRL nya, nantinya udah rekuitment karyawan baru, malah batal, atau barang dah jadi, malah bayarnya telat, gimana gajinya..kalo tools takutnya dah beli banyak, malah nggak kepake ya gara2 pembatalan pesanan dll
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 387
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
5
(25-06-2010, 12:47 PM)Charles Wrote: (24-06-2010, 11:00 PM)spoorwagen Wrote: instan memang kalo impor gan.....
tapi saat ini ane rasa jabotabek emang perlu KRL AC dgn cepat
dari segi kualitas maupun kuantitas..
INKA made in Indonesia bagus memang
Pemerintah jg mikirin industri dalam negeri lah...
nanti juga distop tuh impor
Saat ini INKA kabarnya sudah menyiapkan workshop khusus untuk perakitan KRL hasil kerjasama dengan Bombardier AG, namun impor dari Jepang masih tetap berjalan sampai ada kepastian dari pihak INKA bahwa INKA dapat memenuhi pesanan armada KRL dari PT. KCJ.
Holec rakitan INKA itu ternyata tidak hanya kerjasama dengan BN/Holec, melainkan juga dengan pihak Bombardier (di beberapa armada kereta Holec yang tersisa masih dapat ditemui plakat bertuliskan Bombardier).
Soal impor, Dephub mencanangkan akan menghentikan impor KRL eks Jepang mulai 2012 atau awal 2013 setelah ada konfirmasi dari INKA.
INKA baru akan menyiapkan workshop khusus KRL juga karena pemerintah yang berinisiatif untuk menggunakan pinjaman dari Jerman untuk menghibahkan armada KRL baru serta melakukan transfer teknologi.. Kalau pemerintah tidak berinisiatif,pasti INKA sulit untuk berkembang dan mungkin seluruh armada KRL nantinya adalah ex Jepun karena KCJ sendiri sepertinya tidak akan bisa beli KRL baru dalam waktu dekat karena kekurangan armada dan dana..
mas charles, sebenernya dari awal pembuatan KRL BN/Holec itu Bombardier sudah terlibat,, bisa diliat dari Bogie CKRDE ada nameplate Bombardier dengan logo sprocketnya karena CKRDE adalah ex-KRL batch awal.. Salah satu anggota konsorsium yaitu BN atau lengkapnya La Brugeoise et Nivelles SA. (disini sebagai pembuat kereta, sedangkan Holec adalah pemasok komponen elektrik) dibeli/akuisisi oleh Bombardier pada tahun 1988 yang nantinya nama BN berubah menjadi BN Bombardier Eurorail yang kemudian bergabung dengan Bombardier Transportation. Saat ini kantor pusat Bombardier Transportation berada di Jerman setelah pada tahun 2001 mengakuisisi AdTranz (ABB Daimler Benz Transportation) sehingga menjadi perusahaan manufaktur Kendaraan Rel terbesar di dunia..
[spoiler]
Ada beberapa hal dari perusahaan yang diakuisisi oleh Bombardier Transportation: - ABB (dari AdTranz) adalah salah satu anggota konsosrsium pembuat KRL ABB-Hyundai
- AdTranz sebelumnya adalah gabungan dari ABB Henschel dan AEG, dimana ABB Henschel sebelumnya adalah ThyssenHenschel atau Henschel adalah produsen lokomotif BB302, BB303, BB306 (bisa dilihat dari nameplate lokomotif tersebut) dan kini pabrik Kassel tempat lokomotif tersebut diproduksi adalah Pabrik terbesar dari Bombardier Transportation.
Jadi sebenarnya Bombardier Transportation ini bukan pemain baru di perkeretaapian Indonesia
[/spoiler]
tapi saya sendiri masih ragu apakah KRL INKA-Bombardier nantinya akan awet atau berumur pendek.. tapi mudah2an akan awet karena katanya sudah disesuaikan degan keadaan disini..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.
My Name in QR-Code
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
ya kita berdoa aja, moga-moga KRL baru ini ngga seperti HOLEC... 
ane juga ga pengen si KRL baru ini malu-maluin kayak saudaranya yang lain seperti si HOLEC atau KRDE Rencang Geulis yang suka ngambek  ..dan ane juga pengen mensosialisasikan cara penggunaan dan perawatan yang bener kepada semua petugas dan masinis...
bahkan ane rela disuruh nungguin tuh kereta sampe berbulan-bulan di JKT, demi kehandalan KRL tersebut...
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
INKA kiblat ke bombardier ya?
kenapa nggak adopt teknologi jepang?
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
(28-06-2010, 11:40 AM)m_ilhami Wrote: INKA kiblat ke bombardier ya?
kenapa nggak adopt teknologi jepang?
Soalnya biaya pengadaan KRL nya merupakan hibah / pinjaman ( ane lupa ) dari KFW Jerman...ya wajar kalo mereka minta komponen utama diusahakan dari Eropa sono..hehehe 
coba kalo yang kasih pinjaman / hibah dari Jepang, ya tentu kerjasama dengan perusahaan jepang..
Posts: 619
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
8
meskipun dari bombardier, kali ini dipastikan spesifikasinya sesuai standar Jepang/Jabotabek. Alhamdulillah bangku empuk itu dikabulkan, meski katanya segi bentuk dan banyak aspek lain masih mirip dengan KRLI.
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
(28-06-2010, 06:35 PM)Shin Muhammad Wrote: meskipun dari bombardier, kali ini dipastikan spesifikasinya sesuai standar Jepang/Jabotabek. Alhamdulillah bangku empuk itu dikabulkan, meski katanya segi bentuk dan banyak aspek lain masih mirip dengan KRLI.
Pintunya gimana? Apakah 3 pasang per kereta atau 4?
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(28-06-2010, 10:47 PM)peseg5 Wrote: (28-06-2010, 06:35 PM)Shin Muhammad Wrote: meskipun dari bombardier, kali ini dipastikan spesifikasinya sesuai standar Jepang/Jabotabek. Alhamdulillah bangku empuk itu dikabulkan, meski katanya segi bentuk dan banyak aspek lain masih mirip dengan KRLI.
Pintunya gimana? Apakah 3 pasang per kereta atau 4?
Sepertinya rangkaian tsb masih menggunakan 3 pasang pintu di setiap kereta, karena KRL-I sendiri memiliki 3 pasang pintu di setiap kereta dalam satu set rangkaian.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
|