Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengalaman Pahit dan Menyedihkan Naik KA (Semua Pengalaman Pahit Yang dialami RF)
#78
(21-05-2009, 01:03 PM)bagus70 Wrote: Alhamdulillah, pengalaman buruk saya naik KA di Indonesia tak satupun masuk kategori "pahit dan menyedihkan".

Justru pengalaman saya berkereta api di luar negeri banyak yang masuk kategori ini.

Yang pertama adalah waktu kami sekeluarga kehilangan sebuah tas di stasiun KA Gare de Lyon di Paris .waktu mau naik TGV menuju ke Zurich, Swiss. Padahal isinya perbekalan makan untuk 2 hari kedepan, sama oleh-oleh jalan-jalan ke Euro Disney. Semua itu lenyap diambil maling.
Malingnya, dugaan saya, berkongkalikong dengan satpam penjaga locker di situ. Jadi semua tetek bengek yang kami beli di Disneyland lenyap semua.

Tapi waktu kami mintai pertanggung jawaban, mereka merendahkan kami karena kami orang Asia dan cuman bisa bahasa Inggris. Di Perancis, kalau anda tidak fasih bahasa Perancis atau tidak mengerti, akan diinjak-injak. Tak seperti di Australia, dimana kalau bahasa Inggris anda gagap, anda masih ditolong untuk mengerti.

Di Australia pun saya juga sering jadi korban SARA pada saat menggunakan jasa KRL di Perth. PErnah sekali dimaki-maki orang Aborigin karena dianggap menjajah tanah mereka. Pernah juga dimaki-maki karena bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Timor Leste.
Saya juga pernah menyaru jadi orang Brazil wakt ada sentimen anti-Indonesia, sesaat setelah tragedi Bom Bali I tahun 2002 silam.
Alhamdulillah di Euro Disney gak nemuin 1 pun pengalaman pahit dg KA komuter. Tapi di stasiun KA persinggahan bokap pernah kebawa ke arah stasiun yang berlokasi gak jauh dari menara Eiffel. Di Bangkok nyari stasiun MRT Chatuchak aja susahnya bukan main.... Banyak x-patriat yang ngandeng cewek2 Thai tapi gak satu pun yang hafal mana stasiun MRT. Kalo stasiun BTS dah di depan mata kita. Tapi untungnya ketemu juga. Asli keretanya bersih, wangi dan dingin sekali tuh... Sayang gak sempet ke Beos-nya Bangkok alias stasiun Hua Lamphong karena dikejar waktu ama rombongan peserta tur.
(05-10-2009, 05:59 AM)asep_0907 Wrote: waktu SMP pas mau ujian semesteran kenaikan kelas tahun 1994, karena besoknya ujian matematika aku males belajar jadi sore hari naik KRD SI-BOO dari Parungkuda menuju Bogor yang berangkat pukul 16.41 harga tiket waktu itu Rp. 400, perjalanan dari Parungkuda ndak ada hambatan walaupun hujan, nah pas baliknya di batutulis KRD gerbong depan kena longsor sampai tanah masuk semua alhasil KRD batal dan gerbong depan ditinggal. sialnya aku ndak punya ongkos untuk naik kendaraan lain pulang ke Parungkuda, uang waktu itu hanya cukup untuk tiket KRD. Untung ada bapak yang baik hati ngongkosin.

trims banget bapak......................
Hehe... tiket PAKUAN BISNIS masih Rp 4.000,00 yah? Playboy Segitu aja dulu dah dibilang cukup mahal.....

Reply


Messages In This Thread
Re: a true story - by kapten555 - 09-01-2009, 09:54 AM
RE: Pengalaman Pahit dan Menyedihkan Naik KA - by Dana Komuter - 05-10-2009, 07:35 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)