MN memang cuma sebagai stasiun lintas dan tidak ada KA yg start or finish di st. tersebut tp jangan lupa MN punya KA 71/72 (Bangunkarta) yg okupansi penumpangnya banyak, jadi karena MN cuma stasiun lintas itu gak bisa dijadikan alesan yg tepat kalo sampai gak kecipratan alokasi loko C1, C3, C4 atau loko baru. seharusnya tiap stasiun yg punya DIPO loko ya........ harus punya loko seri CC yg siap sedia jalan kalau sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai loko pengganti karena ada loko yg bermasalah dan tidak dapat melanjutkan perjalannya sampai st. akhir, seumpama ada KA Bima dengan 12 rangkaian menuju SGU tp pas sampai MN lokonya bermasalah karena MN gak ada loko yg mampu narik rangkaian sebanyak itu maka harus nunggu loko dari SDT, karena lamanya nunggu loko dari SDT maka akan membuat penumpang kecewa karena keterlambatan emnunggu loko pengganti. coba kalo MN punya loko seri CC yg mampu narik rangkaian sebanyak itu pasti sebelum itu KA masuk st. MN mass dari loko yg dinas akan langsung menginfokan ke DIPO kalau loko bermasalah dan minta loko pengganti, jadi gak perlu menunggu lama sehingga kenyamanan dan ketepatan waktu penumpang dapat terjaga. Sejauh ini yg aku tau KA 71/72 selalu menggunakan loko C3 JNG, cuma katanya pernah juga ya ditarik sama C4, bener gak seh.................
dan benar kata rekan-rekan Semboyan 35 bahwa management PT. KAI lebih tau mengenai masalah alokasi loko, C4 jago ditanjakan tp jangan salah C4 kalah kenceng sama C3 kaloa di track datar makanya C4 lebih banyak di BD dan akan dialokasikan ke DIPO-DIPO yg punya trayek KA melintas di track yg medannya terjal. untuk alokasi loko masih sulit bro.......... karena keterbatasana armada loko yg ada saat ini, kalau pesanan PT. KAI untuk loko sebanyak 150 buah sudah terpenuhi semua mungkin akan lebih mudah melakukan alokasi loko-loko ke DIPO-DIPO yg ada.
dan benar kata rekan-rekan Semboyan 35 bahwa management PT. KAI lebih tau mengenai masalah alokasi loko, C4 jago ditanjakan tp jangan salah C4 kalah kenceng sama C3 kaloa di track datar makanya C4 lebih banyak di BD dan akan dialokasikan ke DIPO-DIPO yg punya trayek KA melintas di track yg medannya terjal. untuk alokasi loko masih sulit bro.......... karena keterbatasana armada loko yg ada saat ini, kalau pesanan PT. KAI untuk loko sebanyak 150 buah sudah terpenuhi semua mungkin akan lebih mudah melakukan alokasi loko-loko ke DIPO-DIPO yg ada.

