18-08-2009, 11:11 PM
saya ada dua pendapat soal daop 7/8/9 ETR
sebagian dari saya sanagnt prihatin dengan perkembangan dari ke tiga daop tersebut , yg "mungkin" tidak di dukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah lokal
seperti kita mencontoh daop 1 bag barat THB-RK-MRK itu menurut saia cukup tertinggal nasipnya di banding jalur daop 1 beg selatan dan timur , kalo soal peminat jalur sini berjubel tapi sayang minim pendapatan (banyak kambing) , walo pun begitu niatan gubernur provinsi banten terpilih yg serius untuk mengembangkan moda trasportasi yg murah dan efektif terutama kereta api ,. mengajak PT KA dan pemerintah pusat untuk mengem bangkan wilayah nya contoh (BANTEX,RANGJAY,double track dan LAA) ini berkat political will beliau yg serta merta memenuhi janji beliau saat kampanye ,
nah jika saja para pejabat pejabat(PT KA dan PEMDA JATIM) di daerah daop 7/8/9 mau meniru langkah yg di tempuh pada saat ini . nah tinggal kita nih .. bagai mana caranya memberi tekanan kepada pihak pihak terkait guna membangun moda trasportasi massal ini (raillfans dan pra pengguna KA). kalo di lihat dari okupansi memang kecil karena saya pernah naik doho dari SGU sampai KD peminat nya pun banyak . dan problemanya pun sama dengan PNP di lintas rakkas bitung (banyak kambing)
nah pendapat yg kedua
sebenarnya saya kagum dengan ketiga daop tersebut ...! msih otentik ,aseli tidak seperti setasiun2 di daop 1 yg sudah banyak berubah wujud nya , mengenai sistem persinyalan/wesel/rel .. bukan nya saya anti modernnisasi .. tapi menurut saya sinyal mekanik sangat indah dan klasik terutama sebagai objek photography , saya rasa itu salah satu kelebihan dari daop 7/8/9 ,
nah menegnai lok lok yg sudah bau tanah di ETR saia rasa DIPO SDT menjadi dipo paling kreatif dan handal untuk hal pemeliharaan lokomotif sehingga dengan keterbatasan yg ada lok lok yg sudah mulai uzur dapat tetep tampil prima .
saia berharap ada kesungguhan yg serius dari pemerinta setempat dan pusat tuk mendukung pembangunan kereta api di JATIM pada khusus nya . yg perlu dicam kan .. jangan sampai pembangunan tersebut meninggal kan nilai nilai otentik (tepat guna) dan sejarah perkeretaapian di jatim hingga pembangnan nya malah di rasa merugikan dari pada menguntungkan
kunci nya menurut saia POLITICAL WILL
beuuhh ..cape ngetik panjang panjang
sebagian dari saya sanagnt prihatin dengan perkembangan dari ke tiga daop tersebut , yg "mungkin" tidak di dukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah lokal
seperti kita mencontoh daop 1 bag barat THB-RK-MRK itu menurut saia cukup tertinggal nasipnya di banding jalur daop 1 beg selatan dan timur , kalo soal peminat jalur sini berjubel tapi sayang minim pendapatan (banyak kambing) , walo pun begitu niatan gubernur provinsi banten terpilih yg serius untuk mengembangkan moda trasportasi yg murah dan efektif terutama kereta api ,. mengajak PT KA dan pemerintah pusat untuk mengem bangkan wilayah nya contoh (BANTEX,RANGJAY,double track dan LAA) ini berkat political will beliau yg serta merta memenuhi janji beliau saat kampanye ,
nah jika saja para pejabat pejabat(PT KA dan PEMDA JATIM) di daerah daop 7/8/9 mau meniru langkah yg di tempuh pada saat ini . nah tinggal kita nih .. bagai mana caranya memberi tekanan kepada pihak pihak terkait guna membangun moda trasportasi massal ini (raillfans dan pra pengguna KA). kalo di lihat dari okupansi memang kecil karena saya pernah naik doho dari SGU sampai KD peminat nya pun banyak . dan problemanya pun sama dengan PNP di lintas rakkas bitung (banyak kambing)
nah pendapat yg kedua
sebenarnya saya kagum dengan ketiga daop tersebut ...! msih otentik ,aseli tidak seperti setasiun2 di daop 1 yg sudah banyak berubah wujud nya , mengenai sistem persinyalan/wesel/rel .. bukan nya saya anti modernnisasi .. tapi menurut saya sinyal mekanik sangat indah dan klasik terutama sebagai objek photography , saya rasa itu salah satu kelebihan dari daop 7/8/9 ,
nah menegnai lok lok yg sudah bau tanah di ETR saia rasa DIPO SDT menjadi dipo paling kreatif dan handal untuk hal pemeliharaan lokomotif sehingga dengan keterbatasan yg ada lok lok yg sudah mulai uzur dapat tetep tampil prima .
saia berharap ada kesungguhan yg serius dari pemerinta setempat dan pusat tuk mendukung pembangunan kereta api di JATIM pada khusus nya . yg perlu dicam kan .. jangan sampai pembangunan tersebut meninggal kan nilai nilai otentik (tepat guna) dan sejarah perkeretaapian di jatim hingga pembangnan nya malah di rasa merugikan dari pada menguntungkan
kunci nya menurut saia POLITICAL WILL
beuuhh ..cape ngetik panjang panjang


![[Image: meshoostggyt-1.jpg]](http://i350.photobucket.com/albums/q430/jhon_ipenk/meshoostggyt-1.jpg)