15-08-2009, 10:36 PM
Betul mas lukman, dgn dasar yg telah mas lukman sebutkan maka taspat (pembatasan kecepatan) kereta di Indonesia maksimal adalah 80 km/jam. Itupun hanya bisa dilakukan pada petak rel yg prasarananya cukup baik misal BKS - CN dan KTA - SLO. Pada petak tertentu terkadang taspatnya lebih kecil drpd 80 km/jam.
Kabarnya terkadang ada bbrp rekan mass yg berjiwa pembalap (kadang mass2 dr JNG) yg kadang suka memacu loknya sedikit diatas 80 km/jam. Selama dlm batas toleransi dan pelanggaran taspat tsb dilakukan pada petak rel yg prima mungkin tdk bermasalah.
Sekedar informasi saat ini PTKA relatif agak mudah memantau pelanggaran taspat karena di bbrp lok telah tersedia GPS.
Jadi meskipun scr teknis lok kita mampu dipacu hingga 120 km/jam tetapi operasionalnya hanya 80 km/jam.
Mohon ralat teman2 jika ada info dr sy yyg tdk akurat.
Kabarnya terkadang ada bbrp rekan mass yg berjiwa pembalap (kadang mass2 dr JNG) yg kadang suka memacu loknya sedikit diatas 80 km/jam. Selama dlm batas toleransi dan pelanggaran taspat tsb dilakukan pada petak rel yg prima mungkin tdk bermasalah.
Sekedar informasi saat ini PTKA relatif agak mudah memantau pelanggaran taspat karena di bbrp lok telah tersedia GPS.
Jadi meskipun scr teknis lok kita mampu dipacu hingga 120 km/jam tetapi operasionalnya hanya 80 km/jam.
Mohon ralat teman2 jika ada info dr sy yyg tdk akurat.
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...

