Hai guys… Berikut ini adalah hasil diskusi dengan GE yang dihadiri oleh Bp. Satya Heragandhi (Head of Marketing GE Transportation South East Asia). Diskusi ini bisa terlaksana dengan dukungan KDT Dipo Jatinegara Bp. Sugiono yang telah menyediakan tempat dan konsumsi.
Diskusi berjalan dengan suasana santai di ruang belajar dipo jng dengan materi terbesar mengenai lok baru GE terutama CC204 dan dihadiri oleh rekan2 Railfans dan masinis dipo JNG. Ada beberapa topik pembahasan yang diwanti-wanti off-the-record, sehingga tidak bisa diceritakan di forum.
Mengenai penambahan lok baru, semuanya adalah C20EMP (CC204). Rencana semula PTKA hanya akan membeli 10 lok saja, karena demikian kemampuan budget tahun 2008. Namun melihat grafik kenaikan profit sampai menjelang pertengahan 2009 yang cukup signifikan, Bp. Jonan berani untuk menambah opsi 10 lok baru lagi, sehingga total pesanan menjadi 20 lok baru.
Bp. Satya merasa salut dengan kemajuan PTKA dibawah komando manajemen baru yang bergerak cepat untuk meraih peningkatan pemasukan. Sehingga dengan agresif ingin menambah armada yang merupakan aset untuk mendatangkan income. Problemnya dengan kondisi keuangan sekarang, PTKA hanya mampu mendatangkan 10 lok per tahun cash. Karena itu Bp. Jonan menantang GE untuk pengadaan 150 lok baru dengan syarat GE membantu pembiayaannya. Bila mengandalkan keuangan saat ini maka PTKA baru bisa mewujudkan mimpi itu 15 tahun kemudian. Padahal banyak potensi pendapatan yang harus digarap. GE menerima tantangan itu dengan mencarikan lembaga keuangan yang bisa membiayai pengadaan lok lalu kemudian akan dicicil sesuai kemampuan PTKA. Ditambahkan pula 2 unit lok baru kini dipercepat penyelesaiannya sebelum lebaran, sementara 2 unit lagi akan selesai sebelum liburan akhir tahun.
GE juga bercita-cita pada tahun 2015 seluruh lok di kawasan asia tenggara akan terdiri dari tipe yang sama.
Mengenai penunjukkan langsung atau tender, GE berkata bahwa tidak ada produsen lok lain yang mau main di Jawa yang tekanan gandarnya 14 ton. Spesifikasi yang diminta pemerintah cukup sulit dipenuhi produsen lok terutama dengan daya lebih dari 2000 hp bertekanan gandar 14 ton. Saat ini di dunia hanya China dan GE yang punya lok semacam itu, Siemens dan EMD sudah tidak punya. Namun dengan memberi contoh lok milik KTM di negeri jiran, 20 unit GE Blue Tiger dan 20 unit lok China, datang bersamaan, saat ini tinggal 3 lok china yang masih operasional. Prinsipnya GE, bila ditunjuk langsung maupun tender mereka siap.
Ketika ditanya tentang cara pembayaran PTKA, Bp. Satya ternyata punya resep khusus untuk menjawab masalah PTKA. Beliau melobi petinggi GE untuk mau lebih fleksibel terhadap pembayaran PTKA mengingat lok GE sudah hadir di Indonesia lebih dari 50 tahun. Hasilnya PTKA dapat mencicil lok barunya sampai 5 kali. Sebuah cara yang tidak pernah diterapkan GE di negara lain.
Mengenai lok CC205, Bp. Satya angkat bicara. Bahwa sebenarnya lok khusus Sumsel itu belum ditenderkan. Apalagi banyak pemain yang bisa masuk ke Sumsel, tekanan gandar 18 ton, EMD, China, Siemens, dan GE semuanya mampu. Tapi GE cuma diminta untuk ikut meramaikan dengan memasukkan spesifikasi dan penawaran.
Kemudian diskusi diakhiri dengan sesi ‘curhat’ teman-teman masinis terhadap masalah teknis yang dihadapi dengan lok-lok GE terutama CC204. Buat mereka CC204 itu membuat beban mental karena merasa takut memperbaiki lok canggih itu. Memang itu permasalahan paling besar yang diamini oleh pak KDT. Bp. Satya menjanjikan untuk memperbanyak pelatihan CC204 terutama dengan mendatangi langsung dipo-dipo, sehingga pelatihan itu menyentuh langsung teman-teman di lapangan yang bekerja dengan lok CC204.
Masalah lain yang diadukan lebih bersifat teknis di lok CC201 dan CC203. Bp. Satya sendiri tidak bisa menjawabnya dan menjanjikan akan mengirimkan teknisi GE langsung ke setiap dipo untuk mememeriksa kerusakan yang dikeluhkan.
Demikian hasil diskusi santai dengan GE, ucapan terima kasih sebesar-besarnya ditujukan kepada Bp. Satya Heragandhi dari GE yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan dan Bp. Sugiono KDT Jatinegara yang telah memfasilitasi pertemuan ini, juga teman2 dipo, rekan2 railfans. Mungkin di lain waktu bisa direncanakan diskusi yang lebih baik lagi sehingga makin banyak yang dapat hadir.
Soni
----------------------
catatan: Postingan diperbaiki
Diskusi berjalan dengan suasana santai di ruang belajar dipo jng dengan materi terbesar mengenai lok baru GE terutama CC204 dan dihadiri oleh rekan2 Railfans dan masinis dipo JNG. Ada beberapa topik pembahasan yang diwanti-wanti off-the-record, sehingga tidak bisa diceritakan di forum.
Mengenai penambahan lok baru, semuanya adalah C20EMP (CC204). Rencana semula PTKA hanya akan membeli 10 lok saja, karena demikian kemampuan budget tahun 2008. Namun melihat grafik kenaikan profit sampai menjelang pertengahan 2009 yang cukup signifikan, Bp. Jonan berani untuk menambah opsi 10 lok baru lagi, sehingga total pesanan menjadi 20 lok baru.
Bp. Satya merasa salut dengan kemajuan PTKA dibawah komando manajemen baru yang bergerak cepat untuk meraih peningkatan pemasukan. Sehingga dengan agresif ingin menambah armada yang merupakan aset untuk mendatangkan income. Problemnya dengan kondisi keuangan sekarang, PTKA hanya mampu mendatangkan 10 lok per tahun cash. Karena itu Bp. Jonan menantang GE untuk pengadaan 150 lok baru dengan syarat GE membantu pembiayaannya. Bila mengandalkan keuangan saat ini maka PTKA baru bisa mewujudkan mimpi itu 15 tahun kemudian. Padahal banyak potensi pendapatan yang harus digarap. GE menerima tantangan itu dengan mencarikan lembaga keuangan yang bisa membiayai pengadaan lok lalu kemudian akan dicicil sesuai kemampuan PTKA. Ditambahkan pula 2 unit lok baru kini dipercepat penyelesaiannya sebelum lebaran, sementara 2 unit lagi akan selesai sebelum liburan akhir tahun.
GE juga bercita-cita pada tahun 2015 seluruh lok di kawasan asia tenggara akan terdiri dari tipe yang sama.
Mengenai penunjukkan langsung atau tender, GE berkata bahwa tidak ada produsen lok lain yang mau main di Jawa yang tekanan gandarnya 14 ton. Spesifikasi yang diminta pemerintah cukup sulit dipenuhi produsen lok terutama dengan daya lebih dari 2000 hp bertekanan gandar 14 ton. Saat ini di dunia hanya China dan GE yang punya lok semacam itu, Siemens dan EMD sudah tidak punya. Namun dengan memberi contoh lok milik KTM di negeri jiran, 20 unit GE Blue Tiger dan 20 unit lok China, datang bersamaan, saat ini tinggal 3 lok china yang masih operasional. Prinsipnya GE, bila ditunjuk langsung maupun tender mereka siap.
Ketika ditanya tentang cara pembayaran PTKA, Bp. Satya ternyata punya resep khusus untuk menjawab masalah PTKA. Beliau melobi petinggi GE untuk mau lebih fleksibel terhadap pembayaran PTKA mengingat lok GE sudah hadir di Indonesia lebih dari 50 tahun. Hasilnya PTKA dapat mencicil lok barunya sampai 5 kali. Sebuah cara yang tidak pernah diterapkan GE di negara lain.
Mengenai lok CC205, Bp. Satya angkat bicara. Bahwa sebenarnya lok khusus Sumsel itu belum ditenderkan. Apalagi banyak pemain yang bisa masuk ke Sumsel, tekanan gandar 18 ton, EMD, China, Siemens, dan GE semuanya mampu. Tapi GE cuma diminta untuk ikut meramaikan dengan memasukkan spesifikasi dan penawaran.
Kemudian diskusi diakhiri dengan sesi ‘curhat’ teman-teman masinis terhadap masalah teknis yang dihadapi dengan lok-lok GE terutama CC204. Buat mereka CC204 itu membuat beban mental karena merasa takut memperbaiki lok canggih itu. Memang itu permasalahan paling besar yang diamini oleh pak KDT. Bp. Satya menjanjikan untuk memperbanyak pelatihan CC204 terutama dengan mendatangi langsung dipo-dipo, sehingga pelatihan itu menyentuh langsung teman-teman di lapangan yang bekerja dengan lok CC204.
Masalah lain yang diadukan lebih bersifat teknis di lok CC201 dan CC203. Bp. Satya sendiri tidak bisa menjawabnya dan menjanjikan akan mengirimkan teknisi GE langsung ke setiap dipo untuk mememeriksa kerusakan yang dikeluhkan.
Demikian hasil diskusi santai dengan GE, ucapan terima kasih sebesar-besarnya ditujukan kepada Bp. Satya Heragandhi dari GE yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan dan Bp. Sugiono KDT Jatinegara yang telah memfasilitasi pertemuan ini, juga teman2 dipo, rekan2 railfans. Mungkin di lain waktu bisa direncanakan diskusi yang lebih baik lagi sehingga makin banyak yang dapat hadir.
Soni
----------------------
catatan: Postingan diperbaiki
