29-06-2009, 02:10 PM
(27-06-2009, 02:15 PM)ady_mcady Wrote:(25-06-2009, 12:03 PM)komuter Wrote: Kalo di film Tanaka San Go yg isinya para maniac kereta di Jpn, di tokyo kebanyakan ru-sun alias apartemen semuanya...dan itu dilewati semua jalur KA, baik JR east ato swasta yg laen...
berarti kan konsepnya komuter itu menghubungkan kawasan hunian dengan tempat kerja. di singapura juga begitu kata temen saya. dari 3 koridor utama semua berawal dari kawasan pinggiran yang terdapat banyak perumahan dan apartemen, mengarah ke downtown didaerah marina bay.
lantas saya ingat situasi jakarta. terutama rencana mrt lb bulus-duku atas. itu koridor kayaknya tidak berawal dari daerah hunian kayaknya. sehingga saya meragukan efektivitas pengangkutannya.
Di negara maju, implementasi daripada rencana penataan ruang sudah dijalankan secara lebh baik wlaupun msh terjadi sedikit sekali penyimpangan. Misalnya pusat kegiatan ekonomi yg sudah direncanakan berada pada tengah kota dan daerah perumahan yg berada di pingir kota yang diimplementasikan sesuai rencana. Tentunya ini memudahkan dalam pembentukan sistem transportasi perkotaan yg berkelanjutan.
Tapii terbayang kalo JMRT sudah dioperasikan nantinya, stasiun MRT lebak bulus akan seperti apa penuhnya di pagi hari dan duku atas di sore hari. Di sekitar daerah lebak bulus merupakan daerah perumahan seperti cinere, ciputat dan pondok indah. Siapa yg ga tertarik utk menempuh jarak Lbk Bulus- Duku Atas selama 30 menit di peak hour. Ditambah lagi dengan pertumbuhan pendudk di Jakrta. Mudh2an stasiun MRT Lebak Bulus memiliki kapasitas yg lebih besar dibandingkan stasiun MRT lainnya. Atoo, siap siap merekrut push-er seperti di Tokyo.
...tokyo...tokyoo.....ingin kukesana..

