22-12-2014, 10:57 PM
bagaimana kebenaran berita ini
SURYA Online, MADIUN - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun bakal mengoperasikan satu rangkaian Kereta Api (KA) jurusan Kediri-Jogjakarta karena masih ada slot waktu kosong perjalanan KA dari Kediri menuju Jogjakarta.
"Sekarang kami melaksanakan survei untuk rencana mengoperasikan satu rangkaian perjalanan KA Kediri-Jogjakarta itu. Kami yakin pangsa pasarnya bagus," terang Vice Predident PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun, Sugeng Priyono kepada Surya, Minggu (21/12/2014).
Sugeng menguraikan, satu rangkaian KA Kediri-Jogjakarta, bakal dioperasikan layaknya KA Madiun Jaya jurusan Madiun-Jogjakarta, yakni penumpang KA dari Madiun menuju Jogjakarta pagi hari, bisa kembali ke Madiun sore harinya.
"Kan selama ini belum ada perjalanan Kediri-Jogjakarta. Pangsa pasarnya selain calon penumpang dari wilayah Karesidenan Kediri, juga dari Jombang dan Kabupaten Nganjuk," imbuhnya.
Bahkan, kata Sugeng, jika rencana itu berhasil selama sebulan awal pemberangkatan, rencananya bakal diberangkatkan menjadi KA reguler jurusan Kediri-Jogjakarta.
"Kan selama ini, sebelum saya menjabat Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun belum ada yang merencanakan itu. Apalagi di wilayah operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun masih ada 32 stasiun dibawa naungan kami yang digunakan menyiapkan calon penumpang masuk jurusan Kediri-Jogjakarta," tegasnya.
Saat ditanya proyek fisik jalur doubel track Madiun-Paron, Sugeng mengaku bukan menjadi domainnya untuk menjelaskan. Kendati demikian, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2015, mulai 20 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015, pihaknya memberhentikan proyek fisik double track itu untuk mengurangi resiko selama perjalanan liburan panjang Natal dan Tahun Baru.
"Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, proyek double track diberhentikan. Akan mulai dikerjakan lagi Tahun 2015 mendatang. Kalau selama liburan itu kami membiarkan pekerjaan fisik pasti akan ada resikonya. Makanya sekarang diberhentikan paska 5 Januari 2015 dikerjakan lagi," pungkasnya.
SURYA Online, MADIUN - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun bakal mengoperasikan satu rangkaian Kereta Api (KA) jurusan Kediri-Jogjakarta karena masih ada slot waktu kosong perjalanan KA dari Kediri menuju Jogjakarta.
"Sekarang kami melaksanakan survei untuk rencana mengoperasikan satu rangkaian perjalanan KA Kediri-Jogjakarta itu. Kami yakin pangsa pasarnya bagus," terang Vice Predident PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun, Sugeng Priyono kepada Surya, Minggu (21/12/2014).
Sugeng menguraikan, satu rangkaian KA Kediri-Jogjakarta, bakal dioperasikan layaknya KA Madiun Jaya jurusan Madiun-Jogjakarta, yakni penumpang KA dari Madiun menuju Jogjakarta pagi hari, bisa kembali ke Madiun sore harinya.
"Kan selama ini belum ada perjalanan Kediri-Jogjakarta. Pangsa pasarnya selain calon penumpang dari wilayah Karesidenan Kediri, juga dari Jombang dan Kabupaten Nganjuk," imbuhnya.
Bahkan, kata Sugeng, jika rencana itu berhasil selama sebulan awal pemberangkatan, rencananya bakal diberangkatkan menjadi KA reguler jurusan Kediri-Jogjakarta.
"Kan selama ini, sebelum saya menjabat Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun belum ada yang merencanakan itu. Apalagi di wilayah operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun masih ada 32 stasiun dibawa naungan kami yang digunakan menyiapkan calon penumpang masuk jurusan Kediri-Jogjakarta," tegasnya.
Saat ditanya proyek fisik jalur doubel track Madiun-Paron, Sugeng mengaku bukan menjadi domainnya untuk menjelaskan. Kendati demikian, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2015, mulai 20 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015, pihaknya memberhentikan proyek fisik double track itu untuk mengurangi resiko selama perjalanan liburan panjang Natal dan Tahun Baru.
"Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, proyek double track diberhentikan. Akan mulai dikerjakan lagi Tahun 2015 mendatang. Kalau selama liburan itu kami membiarkan pekerjaan fisik pasti akan ada resikonya. Makanya sekarang diberhentikan paska 5 Januari 2015 dikerjakan lagi," pungkasnya.

