16-04-2014, 09:45 AM
antonius_123 Wrote:stopplaats trem di Gubeng bukan dibunderan tetapi lebih kekanan pas didepan setasiun gubeng. Relnya buntu dan cuman satu arah yaitu kalau keluar setasiun, kekiri ke bunderan itu..
Semua trem, kecuali yang di jln Diponegoro, trem listrik semua. Seluruh kota buanyak trem mondar mandir. Biasanya terdiri dari 2 ato 3 gerbong.sekitar tahun 1962 tahu2 semua trem listrik hilang cuma tinggal trem uap yang di jln Diponegoro terus sampai utara.
Yg di perempatan Gubeng yg banyak lampu lalu lintasnya seperti di foto udara yg saya post itu Stoplaats Goebeng Podjok. Yg om Antonius maksud itu Stopplaats Goebeng (SS) O.J.S. Coba perhatikan peta dibawah ini. Stopplaats Goebeng (SS) OJS itu yg dibawahnya nomer 3, dan yg saya tampilkan foto jadulnya itu yg stopplaats Goebeng Podjok.
[spoiler]
[/spoiler]Terakhir trem listrik jalan tahun 1968, dan sepertinya waktu itu tinggal satu jalur yg beroperasi, yg jalur terpanjang Willemsplein - Wonokromo (Kotta) OJS.
ady_mcady Wrote:jalur trem surabaya beruntung punya kesempatan bangkit kembali nantinya. pemkot surabaya memilih moda trem dan monorel sebagai sistem mrt nya.
[spoiler="Metropolis JawaPos. Sabtu, 13 April 2013"][url=https://www.photobucket.com][/spoiler]
Kalau saya ga terburu2 senang deh mas. Ya seperti pada umumnya, paling ujung2nya cuma wacana saja. Ada pembangunan fisiknya itu pun belum pasti beres.

[/spoiler]