20-01-2014, 04:30 PM
Perlintasan KA Segog Pintu Rawan Kecelakaan
SUKABUMI (Pos Kota) – Perlintasan Kereta Api Pangrango, jurusan Sukabumi-Bogor yang berlokasi di Kampung Segog, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak membahayakan pengendara. Pasalnya, di lintasan rel kereta yang melewati ruas Jalan Cibadak-Cisaat ini kondisinya lebih tinggi dari jalan hingga mencapai 20 centimeter.Akibatnya, di lokasi tersebut acapkali terjadi laka lantas terutama pengendara sepeda motor.Pengamatan di lokasi, setiap kendaraan yang melintas rel kereta Segog Pintu ini terutama roda dua ekstra hati-hati. Sehingga arus lalu-lintas seringkali tersendat. Kepadatan arus lalin lebih memuncak ketika turun hujan karena kondisi rel kereta itu sangat licin. Tak heran, di lokasi tersebut selalu disiagakan petugas satlantas untuk mengatur arus lalin.“Di perlintasan sini sudah sering terjadi terutama motor. Mobil juga pernah kejadian. Kecelakaan lebih sering kalau hujan turun,†kata warga sekitar, Dadun Hendrawan kepada Pos Kota.Menurut Dadun, warga yang berdekatan di perlintasan tersebut sudah sering membantu pengendara yang terluka. Oleh karena itu, warga sekitar sudah berusaha meminimalisir kejadian laka. Warga berinisiatif menimbun di sisi rel kereta dengan pasir agar tidak terlalu tinggi.“Kami minta pemerintah mengecornya. Kami warga di sini tidak tenang kalau belum diperbaiki,†timpal Asep, warga lainnya.
SUKABUMI (Pos Kota) – Perlintasan Kereta Api Pangrango, jurusan Sukabumi-Bogor yang berlokasi di Kampung Segog, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak membahayakan pengendara. Pasalnya, di lintasan rel kereta yang melewati ruas Jalan Cibadak-Cisaat ini kondisinya lebih tinggi dari jalan hingga mencapai 20 centimeter.Akibatnya, di lokasi tersebut acapkali terjadi laka lantas terutama pengendara sepeda motor.Pengamatan di lokasi, setiap kendaraan yang melintas rel kereta Segog Pintu ini terutama roda dua ekstra hati-hati. Sehingga arus lalu-lintas seringkali tersendat. Kepadatan arus lalin lebih memuncak ketika turun hujan karena kondisi rel kereta itu sangat licin. Tak heran, di lokasi tersebut selalu disiagakan petugas satlantas untuk mengatur arus lalin.“Di perlintasan sini sudah sering terjadi terutama motor. Mobil juga pernah kejadian. Kecelakaan lebih sering kalau hujan turun,†kata warga sekitar, Dadun Hendrawan kepada Pos Kota.Menurut Dadun, warga yang berdekatan di perlintasan tersebut sudah sering membantu pengendara yang terluka. Oleh karena itu, warga sekitar sudah berusaha meminimalisir kejadian laka. Warga berinisiatif menimbun di sisi rel kereta dengan pasir agar tidak terlalu tinggi.“Kami minta pemerintah mengecornya. Kami warga di sini tidak tenang kalau belum diperbaiki,†timpal Asep, warga lainnya.

