15-01-2014, 05:35 PM
Banjir Jakarta, KAI Padatkan Lintasan Kereta ÂÂ
TEMPO.CO, Jakarta -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memadatkan lintasan kereta di sejumlah jalur untuk mengantisipasi banjir. "Seperti jalur ke Cikampek, kami padatkan," kata Kepala Humas KAI Daerah Operasi (Daop) I Jabodetabek, Agus Komarudin, saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 Januari 2014.Ia menjelaskan, pemadatan yang juga dilakukan di Tambun dan Cikarang itu dilakukan pada malam hari menggunakan mesin pemadat jalan. Dengan begitu, kata Agus, perjalanan kereta tidak terganggu. Agus mengakui KAI mengalami kesulitan mengantisipasi banjir di beberapa lokasi. "Karena kondisi geografis, terutama jalur kereta yang berada di tengah kota," ucapnya. Salah satu jalur yang sulit dihadapi ketika banjir, menurut KAI, adalah Kampung Bandan. Tapi dia memastikan perseroan telah memiliki rencana antisipasi banjir dengan mengalihkan jalur maupun memarkirkan kereta atau stabling.Sebelumnya, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota mempengaruhi perjalanan kereta api commuter. Juru bicara PT KJC, Eva Chairunnisa, menyatakan imbas banjir yang terjadi di kawasan Jakarta Barat membuat kereta yang berasal dari Depok dan Bogor tidak dapat beroperasi penuh. "Ditutup sejak pukul 10.20 tadi karena sebagian jalur terendam banjir," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Januari 2014.Menurut Eva, penutupan jalur kereta api itu terjadi tepat di antara Stasiun Kampung Bandan dan kawasan Stasiun Rajawali. Penutupan itu membuat kereta dari Depok dan Bogor hanya melayani penumpang hingga Kampung Bandan. Penumpang yang hendak menuju Jatinegara diminta mencari transportasi alternatif untuk mengantisipasi penutupan itu.
TEMPO.CO, Jakarta -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memadatkan lintasan kereta di sejumlah jalur untuk mengantisipasi banjir. "Seperti jalur ke Cikampek, kami padatkan," kata Kepala Humas KAI Daerah Operasi (Daop) I Jabodetabek, Agus Komarudin, saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 Januari 2014.Ia menjelaskan, pemadatan yang juga dilakukan di Tambun dan Cikarang itu dilakukan pada malam hari menggunakan mesin pemadat jalan. Dengan begitu, kata Agus, perjalanan kereta tidak terganggu. Agus mengakui KAI mengalami kesulitan mengantisipasi banjir di beberapa lokasi. "Karena kondisi geografis, terutama jalur kereta yang berada di tengah kota," ucapnya. Salah satu jalur yang sulit dihadapi ketika banjir, menurut KAI, adalah Kampung Bandan. Tapi dia memastikan perseroan telah memiliki rencana antisipasi banjir dengan mengalihkan jalur maupun memarkirkan kereta atau stabling.Sebelumnya, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota mempengaruhi perjalanan kereta api commuter. Juru bicara PT KJC, Eva Chairunnisa, menyatakan imbas banjir yang terjadi di kawasan Jakarta Barat membuat kereta yang berasal dari Depok dan Bogor tidak dapat beroperasi penuh. "Ditutup sejak pukul 10.20 tadi karena sebagian jalur terendam banjir," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Januari 2014.Menurut Eva, penutupan jalur kereta api itu terjadi tepat di antara Stasiun Kampung Bandan dan kawasan Stasiun Rajawali. Penutupan itu membuat kereta dari Depok dan Bogor hanya melayani penumpang hingga Kampung Bandan. Penumpang yang hendak menuju Jatinegara diminta mencari transportasi alternatif untuk mengantisipasi penutupan itu.

