13-01-2014, 09:27 AM
Molor, Pemindahan Pintu Masuk Stasiun Bogor
BOGOR (Pos Kota) – Rencana pemindahan keluar masuk Stasiun Bogor di Jl. Kapten Muslihat ke Jl. Mayor Oking hingga kini belum juga dilakukan.Padahal sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berjanji pemindahan dilakukan sebelum Januari 2014.Tak heran anggota DPRD Kota Bogor menilai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ingkar janji. “Sesuai perjanjian, seharusnya pintu di J. Kapten Musihat sudah ditutup dan dialihkan ke Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas sebelum 2014. Kenyataannya hingga kini belum juga dilakukan,†ujar anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Mulyadi, Jumat.Pihaknya, mendesak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) segera menutup pintu tersebut sebab kesemrautan di jalan ini semakin menjadi-jadi.“Jika tak juga ditutup, kami akan mendesak pemkot menyegel pintu masuk ke stasiun tersebut,â€Âancamnya.Sejak awal September 2013 lalu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan satu pintu masuk ke Stasiun Bogor di depan Jl. Kapten Muslihat. Sejak itu kemacetan di sepanjang jalan ini bikin stress penguna jalan, sehingga pemkot dan DPRD Kota Bogor mendesak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memindahkan pintu masuk tersebut. Desakan ini membuat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melunak dan berjanji akan menutupnya.Kepala Stasiun Bogor Weddy Hartono mengatakan, belum ditutupnya pintu tersebut disebabkan PT. KAI masih melakukan pengerjaan selasar dan pembongkaran sebuah bangunan buat pintu keluar masuk penumpang di Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas.“Pengalihan pintu tetap akan dilakukan, tapi kepastiannya saya belum tahu,†ujarnya.Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto mengakui, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta maaf keterlambatan penutupan pintu di Stasiun Bogor tersebut.“Ada pengerjaan pengecoran khusus bagi penunpang KRL agar merasa aman dan nyaman. Keterlambatan disebabkan faktor cuaca, dan diperikirakan akhir Januari ini pintu tersebut sudah dialihkan ke Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas,†katanya. (iwan/d)
BOGOR (Pos Kota) – Rencana pemindahan keluar masuk Stasiun Bogor di Jl. Kapten Muslihat ke Jl. Mayor Oking hingga kini belum juga dilakukan.Padahal sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berjanji pemindahan dilakukan sebelum Januari 2014.Tak heran anggota DPRD Kota Bogor menilai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ingkar janji. “Sesuai perjanjian, seharusnya pintu di J. Kapten Musihat sudah ditutup dan dialihkan ke Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas sebelum 2014. Kenyataannya hingga kini belum juga dilakukan,†ujar anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Mulyadi, Jumat.Pihaknya, mendesak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) segera menutup pintu tersebut sebab kesemrautan di jalan ini semakin menjadi-jadi.“Jika tak juga ditutup, kami akan mendesak pemkot menyegel pintu masuk ke stasiun tersebut,â€Âancamnya.Sejak awal September 2013 lalu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan satu pintu masuk ke Stasiun Bogor di depan Jl. Kapten Muslihat. Sejak itu kemacetan di sepanjang jalan ini bikin stress penguna jalan, sehingga pemkot dan DPRD Kota Bogor mendesak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memindahkan pintu masuk tersebut. Desakan ini membuat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melunak dan berjanji akan menutupnya.Kepala Stasiun Bogor Weddy Hartono mengatakan, belum ditutupnya pintu tersebut disebabkan PT. KAI masih melakukan pengerjaan selasar dan pembongkaran sebuah bangunan buat pintu keluar masuk penumpang di Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas.“Pengalihan pintu tetap akan dilakukan, tapi kepastiannya saya belum tahu,†ujarnya.Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto mengakui, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta maaf keterlambatan penutupan pintu di Stasiun Bogor tersebut.“Ada pengerjaan pengecoran khusus bagi penunpang KRL agar merasa aman dan nyaman. Keterlambatan disebabkan faktor cuaca, dan diperikirakan akhir Januari ini pintu tersebut sudah dialihkan ke Jl. Mayor Oking dan Jl. Nyi Raja Pernas,†katanya. (iwan/d)

