Ada info alasan untuk DT/MU...
Happy reading...:tos:
Santo Tjokro Wrote:Faktornya banyak, yang paling tahu ya kepala Dipo Traksi tempat lok mau berangkat.
Tapi kalau menurut pendapat saya bisa salah satu dari alasan berikut :
Susanto
- Sesuai kekuatan lok dan medan yg bakal dilewati, makanya (seperti kata pak Dhe) ada tabel daya tarik lok, disitu terlihat kecepatan dihubungkan dng. kekuatan tarik, kalau bebannya lebih berat, maka kecepatannya pasti akan turun dan sebaliknya. Kalau memang jadwalnya punya kelonggaran (dan masih tepat) mungkin gak masalah bebannya sedikit lebih berat, tapi kecepatan puncaknya menurun (sedikit)
- tergantung kondisi jalan, misalnya rel licin, dua lok tentunya akan lebih baik dari satu lok "ngeden" sendirian, licin lagi
- Tergantung SIAPA PENUMPANG nya, kalau penumpangnya SPESIYAL, ya dipasang dua lok, daripada jabatan terancam dicopot karena dimarahi yg diatas.
- Bisa juga sekalian ngirim lok untuk tujuan operasional, daripada jalan sendiri KLB per petak
- Lok nya lagi "pincang" alias kurang sehat jadi terpaksa di dobel
Happy reading...:tos:
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)

