31-05-2013, 08:21 PM
31 Mei 2013 | 18:09 wib
Master Plan KA Bandara-Ambarawa Disiapkan
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap akan mengutamakan pembukaan jalur kereta api Tuntang-Kedungjati sebagai jalur wisata sekaligus sebagai angkutan barang. Pemerintah telah menyiapkan master plan jalur KA wisata dari Bandara Ahmad Yani hingga Stasiun Ambarawa
Kepala Pusat Pelestarian Benda dan Aset Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ella Ubaidi mengatakan, reaktivasi jalur ini bisa dihubungkan dengan KA bandara yang nantinya akan dibangun. "Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Semarang dapat langsung memilih paket wisata kereta api mulai dari bandara," katanya, Jumat (31/5).
Menghidupkan kembali jalur Tuntang-Kedungjati sebagai jalur wisata, lanjutnya, paling memungkinkan. Ini bertujuan untuk mengantisipasi jalur ini akan sepi penumpang seperti jalur Semarang-Solo, hingga membuat jalur tersebut tak dilalui KA penumpang lagi.
"Kalau sepi, jelas pasti akan sepi seperti Semarang-Solo. Karena itu, yang paling memungkinkan untuk meramaikan jalur ini cuma kereta wisata," katanya, Jumat (31/5).
Reaktivasi jalur ini perlu didukung dengan pengembangan kegiatan ekonomi lokal yang tidak hanya berada di sekitar stasiun, namun bisa meluas ke wilayah sekitarnya. Sehingga tiga stasiun yakni Tempuran, Gogodalem, dan Beringin yang akan dikembalikan lagi fungsinya, tetap bisa hidup dan beraktivitas seperti dulu lagi.
Di awal pengaktifan jalur sepanjang 30 kilometer ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyatukan kereta wisata dengan angkutan barang. Angkutan barang akan menghubungkan Semarang-Ambarawa, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya terutama dari Semarang ke Magelang.
"Konsepnya, KA barang akan digandeng dengan KA wisata. Kalau nanti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah untung, dua kereta ini akan dipisah dan berjalan masing-masing," katanya.
Digunakannya jalur ini untuk KA barang, tidak lepas dari sejarah perkeretaapian. Pada zaman Belanda, jalur yang dibangun pada 1871 oleh Belanda ini digunakan untuk mengangkut hasil bumi berupa palawija dan sayur mayur. "Sekarang yang diangkut akan berbeda, yakni hasil produksi dari pabrik-pabrik yang ada di kawasan Ungaran," ujarnya.
Reaktivasi Tuntang-Kedungjati juga sejalan dengan penetapan empat stasiun yakni Tuntang, Ambarawa, Jambu, Bedono sebagai Museum Kereta Api Indonesia pada 2014. Tuntang-Ambarawa akan menjadi taman wisata sejarah KA diesel, KA uap, dan KA bergerigi, dengan melintasi Rawapening.
Master Plan KA Bandara-Ambarawa Disiapkan
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap akan mengutamakan pembukaan jalur kereta api Tuntang-Kedungjati sebagai jalur wisata sekaligus sebagai angkutan barang. Pemerintah telah menyiapkan master plan jalur KA wisata dari Bandara Ahmad Yani hingga Stasiun Ambarawa
Kepala Pusat Pelestarian Benda dan Aset Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ella Ubaidi mengatakan, reaktivasi jalur ini bisa dihubungkan dengan KA bandara yang nantinya akan dibangun. "Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Semarang dapat langsung memilih paket wisata kereta api mulai dari bandara," katanya, Jumat (31/5).
Menghidupkan kembali jalur Tuntang-Kedungjati sebagai jalur wisata, lanjutnya, paling memungkinkan. Ini bertujuan untuk mengantisipasi jalur ini akan sepi penumpang seperti jalur Semarang-Solo, hingga membuat jalur tersebut tak dilalui KA penumpang lagi.
"Kalau sepi, jelas pasti akan sepi seperti Semarang-Solo. Karena itu, yang paling memungkinkan untuk meramaikan jalur ini cuma kereta wisata," katanya, Jumat (31/5).
Reaktivasi jalur ini perlu didukung dengan pengembangan kegiatan ekonomi lokal yang tidak hanya berada di sekitar stasiun, namun bisa meluas ke wilayah sekitarnya. Sehingga tiga stasiun yakni Tempuran, Gogodalem, dan Beringin yang akan dikembalikan lagi fungsinya, tetap bisa hidup dan beraktivitas seperti dulu lagi.
Di awal pengaktifan jalur sepanjang 30 kilometer ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyatukan kereta wisata dengan angkutan barang. Angkutan barang akan menghubungkan Semarang-Ambarawa, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya terutama dari Semarang ke Magelang.
"Konsepnya, KA barang akan digandeng dengan KA wisata. Kalau nanti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah untung, dua kereta ini akan dipisah dan berjalan masing-masing," katanya.
Digunakannya jalur ini untuk KA barang, tidak lepas dari sejarah perkeretaapian. Pada zaman Belanda, jalur yang dibangun pada 1871 oleh Belanda ini digunakan untuk mengangkut hasil bumi berupa palawija dan sayur mayur. "Sekarang yang diangkut akan berbeda, yakni hasil produksi dari pabrik-pabrik yang ada di kawasan Ungaran," ujarnya.
Reaktivasi Tuntang-Kedungjati juga sejalan dengan penetapan empat stasiun yakni Tuntang, Ambarawa, Jambu, Bedono sebagai Museum Kereta Api Indonesia pada 2014. Tuntang-Ambarawa akan menjadi taman wisata sejarah KA diesel, KA uap, dan KA bergerigi, dengan melintasi Rawapening.
debaran hatikuWAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake

