28-06-2012, 03:11 PM
katanya Dirut PT. Sepur itu, kalo Jakarta Bogor bayar 7rb AC mati itu wajar... nah kalo Gambir tebet, bayarnya juga sama 6rb kek ke Depok... kalo AC nya mati gimana Pak Dirut 

Quote:Bos Kereta Api: Ada Harga Ada Rupa, Tarif Rp 7.000 AC Mati Wajarini dia... tanggapan penumpang
[spoiler]Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) menegaskan angkutan tarif kereta di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan angkutan umum lainnya. Misalnya tarif KA justru lebih murah dibandingkan angkutan bus, padahal di negara lain sebaliknya.
Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mencontohkan harga tiket KRL AC Komuter Bogor-Jakarta Rp 7.000 jauh lebih murah dibandingkan tarif bus dengan rute yang sama. Bahkan layanan kereta menjanjikan kepastian waktu yang jelas dibanding bus.
Namun ia mengakui ada beberapa masalah yang masih dihadapi antara lain subsidi (PSO) yang tidak mencukupi untuk kereta ekonomi dan tarif kereta kelas ekonomi tak berubah sejak 2002 lalu. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat layanan dan sarana menjadi rendah, termasuk layanan kereta komuter Jabodetabek.
"Ada harga ada rupa, tarif Rp 7.000 AC mati wajar," katanya di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012)
Ia mengatakan di seluruh dunia tarif kereta dipastikan lebih mahal dari bus. Hal yang berbeda justru terjadi di Indonesia.
Menurutnya anggaran PSO tahun 2012 yang belum mencukupi, ini diperparah dengan belum cairnya anggaran tersebut hingga kini. Jonan berharap kuasa pemegang anggaran memiliki standar soal waktu pencairan anggaran PSO kereta api. Tahun lalu saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus mensubsidi silang kepada kereta kelas ekonomi dari pendapatan angkutan barang sekitar Rp 400 miliar.
"Saya nombok Rp 400 miliar tahun lalu," katanya,
Jonan juga mengusulkan agar diterapkan single tariff untuk semua layanan kereta dengan besaran subsidi yang ditetapkan. Hal ini sudah ia sampaikan beberapa kali ke pemerintah namun belum mendapatkan respons.
Mengenai kinerja keuangan tahun ini, ia optimistis pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan naik hingga 10-15%, sedangkan laba akan naik hingga 30%. Tahun 2010 lalu total pendapatan KAI mencapai Rp 5,34 triliun kemudian naik di 2011 menjadi Rp 6,27 triliun. Sementara itu laba (setelah pajak) tahun 2010 mencapai Rp 216,33 miliar, kemudian turun di 2011 menjadi Rp 201,24 miliar.
"Itu turun karena ada perbaikan pelayanan umum. Tahun ini pendapatan naik 10-15%, laba diperkirakan naik 30%, ini dampak dari perbaikan pelayanan tahun lalu dinikmati tahun ini," katanya.
[sumber=http://finance.detik.com/read/2012/06/21/211155/1947708/4/bos-kereta-api-ada-harga-ada-rupa-tarif-rp-7000-ac-mati-wajar]sumber[/url][/spoiler]
Quote:Soal 'Ada Harga Ada Rupa', Penumpang Hanya Minta KRL Manusiawi
[spoiler]akarta KRL Mania menyesalkan pernyataaan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan "Ada harga ada rupa, tarif Rp 7.000 AC mati wajar". Kelompok pengguna KRL ini mengaku tak minta yang aneh-aneh, hanya minta KRL sedikit manusiawi.
"Setiap hari ada saja orang yang pingsan akibat pendingin udara yang mati di kereta," kata moderator milis KRL Mania, Nurcahyo, kepada detikcom, Jumat (22/6/2012).
Nurcahyo mengatakan, KRL Commuter Line yang bertarif Rp 7.000 itu memiliki desain kereta AC. Semua bagian kereta ini tertutup, sehingga sangat pengap kalau AC mati. Belum lagi jumlah penumpang KRL ini yang selalu membeludak setiap harinya. KRL juga sering mengalami gangguan sehingga penumpang harus menunggu lama.
"Coba Pak Jonan naik KRL setiap hari, pati tahu kondisinya seperti apa. Kita tidak minta yang aneh-aneh hanya minta KRL sedikit manusiawi," kata Nurcahyo yang sehari-hari naik KRL dari Depok ke Cawang ini.
Nurcahyo mengatakan, sebelumnya tarif KRL yang menggunakan AC adalah Rp 5.500 kemudian naik menjadi Rp 7.000. Saat tarifnya Rp 5.500, AC di kereta justru lebih baik.
"Dulu lebih dingin AC-nya, sekarang naik malah payah," katanya.
Nurcahyo juga menilai, pernyataan Jonan yang membandingkan tarif KRL dan ongos bus tidak pas. Menurutnya biaya operasional KRL jauh lebih rendah karena bisa mengangkut banyak penumpang.
"Kalau dilihat kan penumpang KRL selalu penuh, jadi pasti operasionalnya lebih rendah dari bus," katanya.
sumber[/spoiler]
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~

