27-05-2012, 10:52 AM
Berita Tentang Tabrakan

Sumber : Padangekspres.com

Quote:KA Tabrak Avanza, Satu Tewas
Padangpariaman, Padek—KeÂreta api jurusan Pariaman-PaÂdang menabrak mobil Avanza BE 2392 BO, Sabtu (26/5) seÂkitar pukul 09.10 WIB di perÂlinÂtasan keÂÂreta api KoÂrong KamÂpuang TaÂngah, Lubuak Ipuah, NaÂgari Kurai Taji, KeÂcaÂmaÂtan Nan SaÂbaris PaÂdaÂngÂpariaman. AkiÂbatÂnya satu orang penumpang Avanza, EpiÂlinÂda,38, meninggal seÂtelah dilarikan ke rumah sakit. SeÂmentara tiga penumpang lainnya mengalami mengalami luka serius, Alumuddin (sopir), Edi dan seorang balita, Rahma Salsabila,2,5. Balita ini mendapat beberapa jahitan pada bagian kepalanya.
Informasi yang dihimpun PaÂdang Ekspres, kecelakaan maut itu berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Alimuddin, 30, tengah melaju dari arah Lubuak Ipuah meÂnuju SimÂpang Kampuang TaÂngah Nagari Kurai Taji.
Saat berÂsaÂmaan, dari arah PaÂriaÂman datang kereta api wiÂsata menuju Kota PaÂdang.
Semula warga sekitar semÂpat meneriaki peÂngenÂdara avanza bahÂwa kereta api segera melintas. Diduga soÂpir tak mendengar, aba aba dari warga itu dan tetap meÂmacu kenÂdaÂraÂannya. Tepat di atas rel, kereta api meÂngÂhantam bagian sisi kiri kenÂdaÂraan.
Dentuman keras membuat warÂga berhamburan ke lokasi. Mobil avanza yang ditumpangi empat orang berÂsaudara itu sempat terseret hingga puluhan meter, sebelum akhirnya terpental ke bagian kiri rel.
Kapolres Padangpariaman AKÂBP Amirjan SiK didampingi WaÂkapolres Padangpariaman KomÂpol KoÂmaÂruddin dan Kasat Lantas PoÂlres PaÂdangÂpariaman Iptu Teuku Herry ditemui di sekitar TKP keÂmarin (26/5) mengatakan keceÂlaÂkaan maut itu diduga karena peÂngenÂdara tak menÂdengar aba-aba dari warga.
“Saat itu kaca mobil korban dalam keadaan tertutup. Kemungkinan dia tak mendengar aba-aba dari warga maupun periÂngatan dari masinis,†terangnya. Kecelakaan juga dipicu tidak adanya plang perlintasan.
“Ke depan kita berharap, PT KA meÂnugaskan orangnya untuk meÂngaÂwasi setiap perlintasan,†ujarÂnya.
Usai meninjau TKP, Kapolres berÂsama rombongan langsung meÂngunjungi rumah duka di Korong Kampuang Kandang Koto Gadih NaÂgari Sunur. Di tempat itu KaÂpolres bersama rombongan langÂsung disambut keluarga korban bernama Basyir yang juga mertua dari korban Epilinda yang meÂninggal dalam kejadian tersebut.
Menurut Basyir, anaknya AliÂmuddin beserta isteri dan anaknya sehari harinya tinggal di Lampung. Dan mereka baru saja beberapa hari pulang ke kampung halamannya di Kampuang Kandang Koto Gadih. Kepulangan anak dan menantunya itu semula dimaksudkan untuk menghadiri pesta pernikahan adikÂnya yang direncanakan akan berÂlangsung pada Selasa besok. “NaÂmun apa daya mereka justru meÂngaÂlami kecelakaan di perlintasan rel kereta api, hingga menewaskan isterinya Epilinda,†ungkapnya dengan nada pasrah.
Di sisi lain Sekretaris Nagari Sunur Marjoni kepada koran ini berharap kiranya ke depan di sekitar perlintasan kereta api itu bisa ditemÂpatkan petugas khusus yang akan mengawasi jalannya lalu lintas kereta api. “Atau bisa juga di kaÂwasan itu bisa dipasang alat otoÂmatis untuk mengatur perÂlinÂtasan kereta api, ataupun dengan meÂnemÂpatkan petugas di kawasan itu,†terangnya.
Wali Nagari Kurai Taji Zardi menyebutkan, seharusnya pihak terkait dalam hal ini pihak PJKA bisa menempatkan petugas secara khuÂsus untuk mengawasi setiap perÂlinÂtasan kereta api. “Atau bisa juga kerja sama dengan warga setempat tapi dengan kompensasi yang jelas,†ujarnya.
Wakapolres Padangpariaman Kompol Komaruddin menamÂbahÂkan, sebagai kepedulian terÂhadap keselamatan pengendara di sekitar perlintasan kereta api, jajaran Polres bekerja sama dengan masyarakat seÂbelumnya telah memasang emÂpang pada 48 titik perlintasan kereta api yang dianggap liar. Itu dilakukan untuk menekan kecelakaan. “Bagaimana tidak lanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak terkait,†ujarnya. (***)
Sumber : Padangekspres.com
Make yourself usefull to other.

