19-05-2012, 10:56 AM
[spoiler]
Sumber : Metrotvnews.com
Quote:Petugas Kereta Api Razia Tiket Penumpang
Surabaya: Petugas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VIII menggelar razia tiket kereta api di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/5). Razia digelar sebagai antisipasi maraknya calo tiket di musim liburan, terutama liburan panjang.
Saat razia petugas tidak segan-segan meminta penumpang yang tiket keretanya tidak sesuai identitas untuk turun dari kereta. Sedikitnya empat penumpang kereta ekonomi Kertajaya tujuan Surabaya - Jakarta tertangkap memakai tiket nama orang lain. Mereka diminta turun.
Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VIII Sri Winarto menjelaskan, petugas mencocokkan tiket dengan identitas pemegang tiket. Itu dilakukan untuk membantu mengetahui apakah tiket yang telah dibeli asli atau palsu. Bagi penumpang yang tiketnya tidak sesuai, petugas memberi sanksi dengan meminta yang bersangkutan membeli tiket yang seharusnya.
Sri menjelaskan, razia akan digelar setiap hari agar ruang gerak para calo bisa dipersempit. Sementara itu, penumpang yang dipaksa turun karena tiket yang tidak sesuai nama akan diizinkan kembali melanjutkan perjalanan setelah membeli tiket lagi.(DOR)
Sumber : Metrotvnews.com
Quote:Bos Kereta Api Pamer Stasiun Gambir Lebih Kinclong daripada Bandara Cengkareng[/spoiler]
Jakarta - Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan berani bertaruh untuk membandingkan kondisi Stasiun Kereta Gambir, Stasiun Senen di Jakarta Pusat dengan stasiun moda lainnya. Bahkan mantan direktur Citi Grup ini yakin kondisi stasiun Gambir lebih bagus dari Bandara Soekarno-Hatta.
"Anda lihat, Stasiun Gambir ini. Anda lihat kan, anda masuk ke sini bayar airport tax nggak? Tidak kan. Anda pernah ke terminal bus yang paling baik nggak? Di mana? sama-sama nggak bayar lho. Kalau ini dengan Bandara Soekarno-Hatta 1 saya berani bersaing. Itu bayar lho (ada airport tax)," kata Jonan kepada detikFinance di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2012) kemarin.
Dalam kesempatan itu Jonan juga memperlihatkan kondisi toilet Stasiun Gambir yang terlihat bersih dan tertata apik, bahkan aroma yang tak sedap, yang lazim di toilet-tolet umum, tak tercium. Ia juga menjamin tak ada satu pun puntung rokok yang tercecer di kawasan Stasiun Gambir.
Menurutnya hal ini dicapai, tidak menggunakan anggaran pajak seperti yang dikenakan pada setiap bandara udara, seperti airport tax. Melainkan dari anggaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri.
"Kalau bandara bayarnya itu Rp 40 ribu, kalau anda masuk bayar 40 ribu, la top d isini (Gambir). Lho ini fakta, Senen (Stasiun) juga lumayan rapih," katanya.
Jonan juga mengatakan selain Stasiun Gambir dan Senen, masih banyak stasiun kereta yang saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik, seperti stasiun-stasiun di Jawa Tengah, selebihnya masih terus dalam proses perbaikan dan sterilisasi.
"Memang stasiun-stasiun kecil sedang diperbaiki karena dulu ini dipindah ke anak perusahaan nggak bisa ditangani terus kita ambil alih kembali. Kita nanti akan benahi dan sebagainya," kata Jonan.
Ia menambahkan memperbaiki kondisi stasiun-stasiun milik perseroan harus bekerjasama dengan pemerintah daerah. Jonan mengakui masih banyak kondisi dalam stasiun kereta sudah bagus sementara lingkungan sekitarnya kumuh.
"Coba bus semua disuruh bikin terminal besar-besar gitu, pasti habis. Stasiun Jakarta kota sendiri bersih, lumayan bersih. Kalau lingkungannya kurang baik. Itu bukan wewenang saya kan, bukan wewenang saya. Stasiun Bogor, tengahnya okelah," katanya.
(hen/dnl)
Sumber : http://finance.detik.com
Make yourself usefull to other.

