18-03-2012, 02:07 PM
(18-03-2012, 11:16 AM)ady_mcady Wrote: ini masalah sensitif. kalau mengikuti saran anda, kejadiannya kayak dulu bentrok frontal peristiwa koja antara warga-satpol pp. korban versi resmi katanya hanya 3 orang tapi menurut warga dan beberapa pengakuan anggota pp, yang tewas puluhan orang.
masalah2 sosial terutama yang menyangkut agama dan tradisi harus hati2 dan tidak boleh gegabah.
oke, kata-kata yang kurang sopan sudah saya edit
kalau kita menuruti tradisi gak jelas dan sudah kelihatan bohongnya bagaimana mau maju sobat?
riwayatnya mbah Priok versi masyarakat sekitar situ saja sudah ngawur dan gak jelas gitu
rekan saya juga bilang aslinya mereka takut kalau makam keramat bohongan itu digusur sehingga jatah premannya jadi hilang....
Sumber
riwayatnya mbah Priok versi masyarakat sekitar situ saja sudah ngawur dan gak jelas gitu
rekan saya juga bilang aslinya mereka takut kalau makam keramat bohongan itu digusur sehingga jatah premannya jadi hilang....
Sumber
ahteman ane yang bekerja di bidang cargo bilang angkutan peti kemas di daerah situ kalau melalui jalan aspal sudah mencapai titik jenuh karena sudah sangat padat....
solusinya memang harus dibuat jalur khusus kontainer yang langsung menuju pelabuhan.....
lagipula itu memang tanah milik Pelindo, jadi kalau Pelindo mau membangun jalur rel khusus kontainer itu kan haknya Pelindo.....
demikian juga di Surabaya, memang itu tanah hak nya Pelindo, jadi penyerobot liar harus tahu diri dong....
jalur KA container bisa melancarkan logistik yang juga bisa berdampak positif pada iklim investasi, sehingga bisa membantu menggerakkan ekonomi.....
