11-03-2012, 10:21 PM
(11-03-2012, 07:20 AM)CC 203 Wrote: Disini saya melihat dari sudut pandang pengguna jasa, lebih setuju jika KA Penataran tetap seperti ini tapi dengan rangkaian yang diperpanjang dan tidak setuju dengan pengadaan kereta AC untuk KA Penataran... Jika diberi AC, otomatis statusnya akan menjadi KA Komersial sekelas Bogowonto atau Gajahwong dan tidak dapat PSO dari pemerintah sehingga tarifnya akan menjadi 15.000-20.000 sangat tidak cocok dengan kantong pengguna yang mencari alternatif angkutan murah...
Kalo diperpanjang rasanya terlalu berat untuk lokomotif. Karena ini jalur pegunungan, lokomotif hanya mampu menarik kurang lebih 7 kereta saja. Lebih baik...untuk Penataran Ekspres saja kereta AC-nya, dan hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu seperti Tumapel dulu. Harga Rp 15,000 sudah cukup bersaing dengan angkutan bus AC dengan harga saat ini Rp 20,000.
Hari ini KA Penataran pukul 15:38 dari ML telat 2.5 jam. Jam 4 kurang waktu Malang, posisi KA ada di Kesamben. Tiba di ML pukul 18:00 dan tiba di SGU pukul 20:31 dan kembali ke ML.
![[Image: a2vric.jpg]](http://i41.tinypic.com/a2vric.jpg)
