Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Lok-Lok yang diusulkan di rucat/dihapus
#91
(29-01-2012, 01:34 PM)kikansha_otaku Wrote: Kalem Bos.. kalem....

Soal rucat-rucatan ini, mau bagaimana lagi? Loko D300 yang dirucat itu bukan 'satu-satunya' kan? IMHO, dirucat nggak apa untuk alasan safety dan ekonomi.

Yang perlu kita cegah adalah perucatan total satu tipe sarana sehingga tidak ada sisanya sama sekali, seperti yang terjadi pada D52 dan loko milik PT. KL. Kalau semua mau dipaksakan untuk disimpan, tempatnya di mana? Lahan nggak murah, sekarang ini. Paling akhirnya sama aja hancur berkarat, lah mending dirucat besinya masih bisa bermanfaat untuk keperluan lain (besi langka dan mahal, Bos).

Coba sekali-sekali mampir ke Wikipedia, lihat artikel-artikel tentang kapal dan lokomotif. Yang saya lihat dari lokomotif, rata-rata dinas sekitar 20 tahun setelah itu 90% dirucat, atau untuk model gagal malah bisa aja unit demonstrator masih gres langsung dirucat. Ratusan kapal perang saksi sejarah yang ikut berbagai pertempuran, cuma sedikit yang bisa selamat dari perucatan. Memang seperti itu dunia industri.

Maaf kalau repost, cuma berniat menenangkan aja.

Mungkin kalau ada jalan supaya komunitas railfans bisa 'menyelamatkan' barang satu-dua sarana secara swadaya.... Mari kita coba cari caranya.

maaf deh kalo saya terkesan esmosi. Sebel, bete. Gak suka banget kalo ada wacana rombeng-merombeng sarana dan prasarana kereta api kita yang udh gak produktif. Apalagi kalo motif utamanya duit, gak suka deh.

Apa iya rombeng tuh bener2 harga mati???? Apa tidak bisa semua yang tidak produktif itu tidak usahlah di rombeng, tapi ditata yg rapi di suatu tempat, jadikan tempat wisata gitu. jgn dikit2 mall, dikit2 apartemen, hotel.

Sy tau kalo di rombeng ada duitnya. Tapi kok sy skeptis ya duit tersebut akan transparan penggunaannya.

Jujur saya smp mbatin begini: "sayang gue orang kere. kalo gue gak kere, gue beli semua tuh lok2 bekas yg almarhum, gue kumpulin di suatu tempat, gue jadiin museum dan tempat wisata"

Kalo seandainya kita adain gerakan ngumpulin koin 100-1000 perak buat konservasi gimana ya???? Ada yg berminat apa tidak ya???

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Messages In This Thread
RE: Lok-Lok yang diusulkan di rucat/dihapus - by POERWOKERTO +75M - 29-01-2012, 02:11 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)