08-01-2012, 11:56 AM
[spoiler=PT KA Daop VI Waspadai Banjir]
Penulis : Agus UtantoroMinggu,
08 Januari 2012 07:22 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/...dai-Banjir
[/spoiler]
Penulis : Agus UtantoroMinggu,
08 Januari 2012 07:22 WIB
YOGYAKARTA--MICOM: PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaannya menghadapi banjir. Kawasan yang dianggap rawan banjir untuk wilayah kerja Daop 6 kebanyakan berada di timur.
Humas PT Kereta Api Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto, Sabtu (7/1) mengatakan perlintasan yang rawan banjir itu diantaranya adalah Sragen-Masaran, "Perlintasan Sragen-Masaran ini dekat dengan Bengawan Solo," katanya.
Ia mengemukakan di sekitar Stasiun Masaran, terdapat juga rel yang letaknya lebih rendah dibandingkan dengan areal persawahan sehingga ketika terjadi banjir, rel sering tergenang. "Akan segera diselesaikan upaya meninggikan rel," ujarnya.
Pada awal Januari, menurut Eko PT KA Daop VI menunda perjalanan Kereta api Bengawan karena terdapat genangan setinggi lebih dari 10 cm di rel dekat Stasiun Jebres.
Selain di Masaran, setidaknya terdapat dua titik di bagian timur yang juga rawan longsor yaitu di antara Stasiun Jebres dan Palur, serta antara Stasiun Balapan dan Gundi. (AU/OL-04)
Humas PT Kereta Api Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto, Sabtu (7/1) mengatakan perlintasan yang rawan banjir itu diantaranya adalah Sragen-Masaran, "Perlintasan Sragen-Masaran ini dekat dengan Bengawan Solo," katanya.
Ia mengemukakan di sekitar Stasiun Masaran, terdapat juga rel yang letaknya lebih rendah dibandingkan dengan areal persawahan sehingga ketika terjadi banjir, rel sering tergenang. "Akan segera diselesaikan upaya meninggikan rel," ujarnya.
Pada awal Januari, menurut Eko PT KA Daop VI menunda perjalanan Kereta api Bengawan karena terdapat genangan setinggi lebih dari 10 cm di rel dekat Stasiun Jebres.
Selain di Masaran, setidaknya terdapat dua titik di bagian timur yang juga rawan longsor yaitu di antara Stasiun Jebres dan Palur, serta antara Stasiun Balapan dan Gundi. (AU/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/...dai-Banjir
[/spoiler]

