07-01-2012, 10:05 AM
[spoiler=Penumpang Kereta Api Tahun Baru 2012 Susut]
BANDUNG - MICOM : Penumpang kereta api di Bandung, Jawa Barat, pada liburan Natal dan Tahun Baru 2012 mengalami penurunan dibandingkan akhir 2010.
"Jumlah penumpang KA pada musim Liburan Natal dan Tahun Baru 2012 memang lebih sedikit dibandingkan akhir tahun 2010. Ini tidak lepas dari upaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meningkatkan pelayanan mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas tempat duduk, kapasitas angkut semuanya 100 persen," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno, di Bandung, Jumat (6/1).
Penumpang yang diangkut KA dari Daop II Bandung ke semua jurusan ke jurusan Yogyakarta dan Jatim serta ke arah barat (Jakarta) pada Liburan Natal dan Tahun baru 2012 sebanyak 93.820 orang.
Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan angkutan musim Natal dan Tahun Baru 2011 yang mencapai 160.769 penumpang.
"Pada akhir tahun 2010 KA masih memberlakukan batas toleransi angkutan 125 persen untuk bisnis dan 150 persen untuk KA kelas ekonomi. Namun sejak November lalu tidak ada toleransi," kata Bambang.
[/spoiler]
"Jumlah penumpang KA pada musim Liburan Natal dan Tahun Baru 2012 memang lebih sedikit dibandingkan akhir tahun 2010. Ini tidak lepas dari upaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meningkatkan pelayanan mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas tempat duduk, kapasitas angkut semuanya 100 persen," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno, di Bandung, Jumat (6/1).
Penumpang yang diangkut KA dari Daop II Bandung ke semua jurusan ke jurusan Yogyakarta dan Jatim serta ke arah barat (Jakarta) pada Liburan Natal dan Tahun baru 2012 sebanyak 93.820 orang.
Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan angkutan musim Natal dan Tahun Baru 2011 yang mencapai 160.769 penumpang.
"Pada akhir tahun 2010 KA masih memberlakukan batas toleransi angkutan 125 persen untuk bisnis dan 150 persen untuk KA kelas ekonomi. Namun sejak November lalu tidak ada toleransi," kata Bambang.

