03-01-2012, 08:55 PM
[spoiler=PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Punya Stok KRL Banyak Tapi Tak Bisa Beroperasi]
Sumber : detiknews.com[/spoiler]
Jakarta - Jejalan penumpang KRL kerap terjadi di jam-jam sibuk. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengakui sebenarnya memiliki stok kereta yang cukup, sayangnya kereta-kereta ini tidak bisa beroperasi semua. Fasilitas rel di Jabodetabek tidak mampu mendukung penambahan operasional KRL.
"Kereta kita masih banyak. Di Balai Yasa malah banyak yang belum dipakai. Tapi kemampuan rel kurang, peron stasiun pun tidak panjang sehingga tidak bisa dijalankan semua," ujar Kepala Penertiban PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Akhmad Sujadi di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2011).
Akhmad menambahkan fasilitas rel di Jabodetabek hanya mampu untuk 8 rangkaian gerbong setiap perjalanan. Untuk mengatasi jejalan penumpang, setidaknya perlu 10 gerbong.
Saat ini tercatat sekitar 450 ribu orang menggunakan KRL Jabodetabek setiap harinya. Jumlah ini belum ditambah penumpang liar yang tidak membeli tiket. Sementara ada 500 perjalanan kereta setiap hari.
"Tahun 2018 nanti targetnya 1,2 juta penumpang. Tentunya kita akan menambah fasilitas," kata Akhmad.
Untuk sementara PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pun hanya bisa menyuruh penumpang untuk bersabar menunggu rangkaian kereta berikutnya dan memaksa penumpang untuk turun dari atap kereta.
"Kalau pukul 19.00 WIB itu biasanya sudah kosong," tutupnya.
"Kereta kita masih banyak. Di Balai Yasa malah banyak yang belum dipakai. Tapi kemampuan rel kurang, peron stasiun pun tidak panjang sehingga tidak bisa dijalankan semua," ujar Kepala Penertiban PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Akhmad Sujadi di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2011).
Akhmad menambahkan fasilitas rel di Jabodetabek hanya mampu untuk 8 rangkaian gerbong setiap perjalanan. Untuk mengatasi jejalan penumpang, setidaknya perlu 10 gerbong.
Saat ini tercatat sekitar 450 ribu orang menggunakan KRL Jabodetabek setiap harinya. Jumlah ini belum ditambah penumpang liar yang tidak membeli tiket. Sementara ada 500 perjalanan kereta setiap hari.
"Tahun 2018 nanti targetnya 1,2 juta penumpang. Tentunya kita akan menambah fasilitas," kata Akhmad.
Untuk sementara PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pun hanya bisa menyuruh penumpang untuk bersabar menunggu rangkaian kereta berikutnya dan memaksa penumpang untuk turun dari atap kereta.
"Kalau pukul 19.00 WIB itu biasanya sudah kosong," tutupnya.
Sumber : detiknews.com[/spoiler]

