01-01-2012, 08:18 PM
[spoiler=2013-2014, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan Tambah 100 Lokomotif]
SOLO, suaramerdeka.com. Unit Pelaksana Teknis Balai Yasa Yogyakarta akan melakukan ekspansi, dengan menambah kapasitas perbaikan dan perawatan lokomotif menjadi dua kali lipat dari kapasitas saat ini. Ekspansi dilakukan mulai 2013, terkait penambahan lokomotif baru oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebanyak 100 unit yang digunakan untuk menarik kereta penumpang dan gerbong barang pada 2013 mendatang.
Kepala UPT Balai Yasa Yogyakarta John Robertho mengungkapkan, bangunan Balai Yasa yang digunakan untuk bengkel lokomotif akan diperluas sebagai langkah awal penambahan kapasitas produksi.
"Balai Yasa menempati tanah 12,8 hektare, dengan luas bangunan 4,3 hektare. Masih ada tanah yang luas untuk memperluas bangunan bengkel. Tahun ini akan diperluas sepanjang 50 meter ke arah timur bangunan. Kalau rincian luas tambahan bangunan, itu dihitung di pusat. Termasuk nilai investasinya, saya belum tahu persis," katanya.
Dijelaskannya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang melakukan langkah ekspansi cukup signifikan pada 2013-2014 mendatang. Selain mendatangkan 100 lokomotif baru, juga akan didatangkan seribu unit gerbong untuk pengangkutan penumpang dan barang. "Karena ada penambahan lokomotif baru, otomatis kapasitas produksi kami bertamabah. Kalau tahun ini per tahun ada 100 an lokomotif yang diperbaiki dan dirawat di Balai Yasa, pada 2013 mendatang kapasitas kami menjadi 200-an lokomotif," tuturnya.
Ekspansi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut, menurut John, tak lepas dari kebijakan strategis untuk meningkatkan kapasitas angkut kereta, terutama untuk pengangkutan barang. Selama ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum bisa memenuhi pasar angkutan barang karena keterbatasan sarana. Angkutan barang baru menyumbang 40 persen untuk pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Sedangkan 60 persen sisanya disumbang dari angkutan penumpang. "Ke depan, itu akan dibalik. Pengangkutan barang akan diperbesar kapasitasnya. Kebijakan ini juga untuk mengurangi kepadatan di jalan raya," jelasnya.
Selama ini, angkutan barang masih mengandalkan jalur darat, termasuk angkutan kontainer dari Jakarta-Surabaya maupun sebaliknya. "Di luar negeri, pengangkutan barang sudah memakai kereta. Ke depan, arahnya ke situ. Ini untuk memecah kemacetan di jalan raya," tuturnya.
Dia menambahkan, untuk perluasan bangunan, diharapkan bisa rampung dalam tahun ini. Sehingga saat kapasitas bertambah pada 2013 mendatang, semua hal yang dibutuhkan sudah siap. "Ini juga bagian dari upaya peningkatan pelayanan kereta api," imbuhnya.
[/spoiler]
Kepala UPT Balai Yasa Yogyakarta John Robertho mengungkapkan, bangunan Balai Yasa yang digunakan untuk bengkel lokomotif akan diperluas sebagai langkah awal penambahan kapasitas produksi.
"Balai Yasa menempati tanah 12,8 hektare, dengan luas bangunan 4,3 hektare. Masih ada tanah yang luas untuk memperluas bangunan bengkel. Tahun ini akan diperluas sepanjang 50 meter ke arah timur bangunan. Kalau rincian luas tambahan bangunan, itu dihitung di pusat. Termasuk nilai investasinya, saya belum tahu persis," katanya.
Dijelaskannya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang melakukan langkah ekspansi cukup signifikan pada 2013-2014 mendatang. Selain mendatangkan 100 lokomotif baru, juga akan didatangkan seribu unit gerbong untuk pengangkutan penumpang dan barang. "Karena ada penambahan lokomotif baru, otomatis kapasitas produksi kami bertamabah. Kalau tahun ini per tahun ada 100 an lokomotif yang diperbaiki dan dirawat di Balai Yasa, pada 2013 mendatang kapasitas kami menjadi 200-an lokomotif," tuturnya.
Ekspansi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut, menurut John, tak lepas dari kebijakan strategis untuk meningkatkan kapasitas angkut kereta, terutama untuk pengangkutan barang. Selama ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum bisa memenuhi pasar angkutan barang karena keterbatasan sarana. Angkutan barang baru menyumbang 40 persen untuk pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Sedangkan 60 persen sisanya disumbang dari angkutan penumpang. "Ke depan, itu akan dibalik. Pengangkutan barang akan diperbesar kapasitasnya. Kebijakan ini juga untuk mengurangi kepadatan di jalan raya," jelasnya.
Selama ini, angkutan barang masih mengandalkan jalur darat, termasuk angkutan kontainer dari Jakarta-Surabaya maupun sebaliknya. "Di luar negeri, pengangkutan barang sudah memakai kereta. Ke depan, arahnya ke situ. Ini untuk memecah kemacetan di jalan raya," tuturnya.
Dia menambahkan, untuk perluasan bangunan, diharapkan bisa rampung dalam tahun ini. Sehingga saat kapasitas bertambah pada 2013 mendatang, semua hal yang dibutuhkan sudah siap. "Ini juga bagian dari upaya peningkatan pelayanan kereta api," imbuhnya.

