Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Railfanning di Semenanjung Malaya.
#79
Oh ya, sebelum anda baca bagian trip report ini, ada baiknya anda membaca sambil mendengar lagi techno-jazz. He..he..he...

Karen saat itu masih siang hari, maka kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke daerah di depan apartemen kami, apalagi kalau bukan di Orchard road! Menurut saya suasana jalan Orchard, dari pertama saya datang di tahun 1994 silam hingga sekarang tidak banyak berubah.
Memang ada bangunan baru yang muncul, tapi ada juga yang dibongkar. Tapi pada dasarnya tidak banyak berubah.

Lalu lintas di Orchard road masih sibuk seperti dulu.


[Image: h1.jpg]

Bangunan Ngee Ann City dan Wisma Atria masih tidak berubah dari dulu.


[Image: h2.jpg]

Belakangan saya tahu, mengapa kok Wisma Atria namanya pakai kata “Wisma”. Kawan saya, Ramli yang bekerja di stasiun MRT Orchard (lihat bagian berikut postingan ini) mengatakan bahwa dulu di tempat itu ada bangunan Kedubes Indonesia yang diberi nama “Wisma Indonesia”. Bangunan itu dulu cukup iconic karena desain atapnya ala rumah Gadang Minangkabau, serta relief wayang di dindingnya.

Bangunan iconic Wisma Indonesia ini kemudian dibongkar di akhir tahun 1980an, dan sebagai gantinya Kedubes Indonesia pindah ke Chattsworth Rd.

Di depan Ngee Ann City kami membeli kartu telepon sementara untuk memudahkan komunikasi selama di Singapore, karena pulsa kartu XL saya sudah ko’it.

Setelah berjalan beberapa meter, saya rada kaget melihat bangunan di seberang Wheelonck Place ini...


[Image: h3.jpg]

Bukannya dulu di sini ada stasiun MRT Orchard?


[Image: h4.jpg]

Rupanya bangunan stasiun MRT Orchard (yang dulu dianggap stasiun MRT berdesain terbaik pada massanya) rupanya sudah dibongkar.

Diganti oleh bangunan Ion Shopping Center berdesain chic ini...


[Image: h5.jpg]

Selesai jalan-jalan, kami kembali ke Lucky Plaza untuk makan siang. Karena agak kuatir dengan masakan Chinese atau Filipino yang kuatirnya banyak mengandung B-2, maka kami memilih makan di restoran Ayam Penyet Ria yang ada di salah satu pojok Lucky Plaza.


[Image: h6.jpg]

[Image: overstappen.png]
Malam harinya, acara jalan-jalan kami terpisah. Saya kebetulan mau bertemu salah seorang railfans Singapore yang bekerja di manajemen MRT di Orchard.

Pemandangan underpass, saat menuju ke stasiun Orchard.


[Image: h7.jpg]

Wah, saya sudah sering keluar masuk stasiun MRT Orchard, tapi baru kali ini bisa masuk ke “restricted area” nya.
Saya memperkenalkan diri saya, sekaligus menitipkan oleh-oleh buat Matthaziq, karena saya tidak bisa bertemu dia.
Banyak hal yang kami bicarakan di kantornya encik Ramli, yang terletak di dalam area MRT Orchard. Mulai dari komparasi KA, terus tentang perkembangan kegiatan RF Singapore, selepas dicabutnya rel KA disana.

Selesai ngobrol, encik Ramli mengajak saya jalan-jalan pake MRT, gratis! Wah, baru kali ini saya naik MRT nggak bayar!! Mantappp!!!! Ternyata railfanning juga masih ada sedikit di Singapore.

Beliau mengajak saya naik MRT, pertama ke stasiun Dhobby Ghaut.


[Image: h8.jpg]

Dulu stasiun ini adalah stasiun biasa. Tapi semenjak Circle Line dan NEL dibuka, dia menjadi stasiun interchange yang super sibuk.

Di sini saya pertama kalinya mencoba naik MRT Circle Line yang dulu di tahun 2005 masih baru digali terowongannya. Ada kecenderungan bahwa belakangan ini rata-rata jalur MRT baru tidak menggunakan masinis.

Bagian depan MRT.


[Image: h9.jpg]

Interior MRT Circle Line.


[Image: h10.jpg]


[Image: h11.jpg]

Beliau juga mengajak saya melihat Singapore Flyer yang terkenal itu. Namun sayang, karena gelap saya tidak bisa memotret jelas.

Juga mengajak saya melihat-lihat stasiun-stasiun MRT yang baru. Jujur saja, kalau tidak ditemani encik Ramli, saya mungkin sudah kesasar duluan karena makin lama makin banyak cabangnya.

Sayangnya, saya tidak banyak memotret stasiun-stasiun yang baru tersebut. Kami kemudian kembali lagi ke stasiun Dhobby Ghaut yang di jalur yang lama.

Kelihatan sudah mulai bapuk.


[Image: h12.jpg]

[Image: overstappen.png]
Tapi rupanya ada yang baru di MRT yang lama: rupanya display stasiun sudah menggunakan lampu. Jadi lampu hijau berarti stasiun yang akan dilewati, lampu kuning berarti stasiun yang dikunjungi.

Perhatikan tulisan di kanan bawah display.


[Image: h13.jpg]

Interiornya juga mengalami sedikit modernisasi. Seperti display LCD biru diatas.


[Image: h14.jpg]

Cuman ride-nya makin kesini makin berguncang-guncang, mirip naik KA Argo Wilis kalau antara Surabaya-Madiun.
Bang Ramli mengatakan bahwa hal itu karena karet suspensi yang terletak dibawah rel KA MRT itu dari pertama dibuka hingga sekarang sama sekali tidak pernah diganti!

Sesampainya balik ke Orchard, kami mejeng sebentar di depan counter tiket MRT.


[Image: h15.jpg]

Bang Ramli mengajak saya makan malam di Ion Shopping Center yang baru itu. Desain bangunannya, menurut saya tidaklah spektakuler betul. Namun bang Ramli mengatakan bahwa beda dengan gedung-gedung di sekitar Orchard, konstruksi bangunan ini bisa dibilang mendekati semi permanen.
Jadi di masa depan, jika mereka berniat membongkar bangunan ini, kontraktor tidak usah membuat pondasi baru, karena bisa memanfaatkan pondasi bangunan yang lama.

Beliau juga agak menyayangkan pembongkaran bangunan stasiun Orchard, karena desainnya yang cukup unik. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa belakangan ini pemerintah Singapore mulai main “potong kompas” dalam pengembangan MRT. Mereka cenderung mencari kontraktor yang menawarkan harga paling murah. Konsekuensinya, banyak stasiun MRT baru yang cepat bulukan.

Selesai makan malam, sayapun pamit dengan bang Ramli dan balik ke apartemen saya.

Namun sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk memotret bangunan-bangunan di sekitaran Orchard road yang menarik kalau dilihat di malam hari.

Saya paling suka desain nuansa lampu biru di salah satu pojok Ion ini.


[Image: h16.jpg]

Sesampainya di seberang, saya juga memotret gedung hotel Marriot Tangs Palace ini.


[Image: h17.jpg]

Saya pernah menginap di sini tahun 1995 silam.

Gedung Ion Shopping Center dari seberang jalan


[Image: h18.jpg]

[Image: overstappen.png]
Saya juga sempat memotret hotel Royal Plaza, tempat saya dulu bekerja.


[Image: h19.jpg]

Rupanya mereka telah membuat perombakan image. Dulu warnanya didominasi biru.

Scotts road, dengan Ion shopping center di kejauhan.


[Image: h20.jpg]

Lounge hotel Hyatt di Scotts road, persis di seberang Royal Plaza.


[Image: h21.jpg]

Dulu waku saya bekerja di Royal Plaza, saya mendengar bahwa hotel Hyatt dan Royal Plaza dimiliki keluarga Sultan Brunei.

Saya paling suka kolam yang stylish ini.


[Image: h22.jpg]

Pas lewat di depan Marriot, eh kok ada mobil Ferrari ini.


[Image: h23.jpg]

Menurut saya percuma saja punya mobil sport di Singapore, karena disana nggak ada tempat buat menguji coba kecepatannya.

Selesai dari Tang’s, saya balik ke apartemen saya untuk istirahat, siap untuk kegiatan esok harinya.

BERSAMBUNG.
Reply


Messages In This Thread
RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - by Gege - 27-12-2011, 04:05 PM
RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - by mas_bagus_ajah - 01-01-2012, 06:46 PM
RE: Railfanning di Semenanjung Malaya. - by Gege - 10-01-2012, 04:00 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)