19-12-2011, 11:59 AM
Assalamualaikum WR.,WB.
Rekan-rekan RF sekalian terutama DAOP 2 BDG, dengan sangat menyesal saya informasikan bahwa rel-rel yang terletak di Kampung Babut, Cihanjuang, Cimahi Utara telah dicabut oleh warga sekitar kurang lebih 3 tahun yang lalu. Setelah investigasi dan peblusukan yang dilakukan oleh saya dan teman baik saya di sekitar lokasi, kami tidak menemukan lagi bekas-bekas rel tersebut di sepanjang landscape yang saat ini telah menjadi susukan (kali kecil).
Sedikit info yang berhasil kami himpun dari tetua warga sekitar adalah :
1. Memang benar adanya keberadaan sepur gauge kecil (lori) di daerah tersebut yang merupakan milik perusahaan perkebunan tebu.
2. Jalur tersebut menyambungkan kantor Perusahaan tersebut di sekitaran jalan raya Cibabat-Cimahi ke perkebunan tebu di daerah Geger Kalong Girang (sekitaran Polban)
3. Jalur tersebut diperkirakan wafat sekitar akhir era 60an (sekitar 1967-1968)
4. Kemudian pernah dijadikan untuk angkutan pasir oleh warga sekitar Cihanjuang.
Mohon maaf karena kesannya saya mempermainkan rekan-rekan RF semua dengan membuat trit ini...
Namun, bukan maksud saya untuk mengada-ada atau sekedar menaikan reputasi, hal ini semata karna antusiasme saya yang amat sangat tinggi begitu mendengar cerita teman baik saya tersebut... Laporan tersebut benar adanya dan saya laporkan dengan sejujur-jujurnya dengan niat tulus untuk mengisi kegiatan 'Mblusukan' di Semboyan 35 ini (pada awalnya sebagai rencana spot Mblusukan) serta mengembangkan pengetahuan kita mengenai sejarah KA ...
Sekali lagi mohon maaf ! silakan om momod untuk menggembok trit ini... uhuk..uhuk..uhuk..
Wassalamualaikum WR.,WB
Rekan-rekan RF sekalian terutama DAOP 2 BDG, dengan sangat menyesal saya informasikan bahwa rel-rel yang terletak di Kampung Babut, Cihanjuang, Cimahi Utara telah dicabut oleh warga sekitar kurang lebih 3 tahun yang lalu. Setelah investigasi dan peblusukan yang dilakukan oleh saya dan teman baik saya di sekitar lokasi, kami tidak menemukan lagi bekas-bekas rel tersebut di sepanjang landscape yang saat ini telah menjadi susukan (kali kecil).
Sedikit info yang berhasil kami himpun dari tetua warga sekitar adalah :
1. Memang benar adanya keberadaan sepur gauge kecil (lori) di daerah tersebut yang merupakan milik perusahaan perkebunan tebu.
2. Jalur tersebut menyambungkan kantor Perusahaan tersebut di sekitaran jalan raya Cibabat-Cimahi ke perkebunan tebu di daerah Geger Kalong Girang (sekitaran Polban)
3. Jalur tersebut diperkirakan wafat sekitar akhir era 60an (sekitar 1967-1968)
4. Kemudian pernah dijadikan untuk angkutan pasir oleh warga sekitar Cihanjuang.
Mohon maaf karena kesannya saya mempermainkan rekan-rekan RF semua dengan membuat trit ini...
Namun, bukan maksud saya untuk mengada-ada atau sekedar menaikan reputasi, hal ini semata karna antusiasme saya yang amat sangat tinggi begitu mendengar cerita teman baik saya tersebut... Laporan tersebut benar adanya dan saya laporkan dengan sejujur-jujurnya dengan niat tulus untuk mengisi kegiatan 'Mblusukan' di Semboyan 35 ini (pada awalnya sebagai rencana spot Mblusukan) serta mengembangkan pengetahuan kita mengenai sejarah KA ...
Sekali lagi mohon maaf ! silakan om momod untuk menggembok trit ini... uhuk..uhuk..uhuk..
Wassalamualaikum WR.,WB

_________________________________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !

